25/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Buktikan Cintamu pada Nabi

Oleh: Etti Budiyanti
Member Akademi Menulis Kreatif dan Komunitas Muslimah Rindu Jannah

Usai sudah gelaran acara peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. 1442 H. Tabligh akbar terbesar di tahun ini dalam rangka maulid nabi tersebut memberi peluang untuk mencintai dan menghadirkan Rasulullah dalam sendi kehidupan kita.

Meski dalam kondisi yang dilingkupi musibah, acara ini justru dimaksudkan lebih mengingat Allah Swt. dan sebuah pelajaran untuk meneladani apa-apa yang telah dicontohkan Rasulullah saw.

Tema acara ini adalah Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw, Cinta Nabi, Cinta Syariat, Wujudkan Keadilan, Lenyapkan Kezaliman.

Acara ini cukup spektakuler dengan 1.000 peserta via link zoom dan sekitar 50.000 peserta via link streaming.

Acara dibuka oleh MC Akhmat Adiasta. Dilanjutkan dengan iftitah berupa pidato penuh inspirasi dan semangat oleh Ustaz KH. Rohmat S. Labib.

Dalam iftitah tersebut, beliau mengatakan siapa yang mengimani Allah dan lainnya tetapi tidak mengimani Rasulullah maka keimanannya batal. Bahkan termasuk kafir. Terhapus amalnya di dunia dan akhirat.

Kita diperintah untuk mencintai Nabi saw. melebihi cinta pada bapak, anak bahkan diri sendiri. Para sahabat telah mencontohkan, mereka menyerahkan dirinya, rela mati membela Rasulullah saw.

Kecintaan pada Rasulullah harus mewujud dengan tindakan. Tanda cinta Rasulullah adalah meneladani, mengamalkan sunahnya mengikuti ucapan dan perbuatannya, adab dalam hal sulit, mudah, senang dan yang tidak disenangi. Mengatakan cinta tapi tidak mau mengikuti syariatnya adalah dusta.

Siapa pun yang mengaku cinta kepada Allah dan Rasulullah maka harus menerapkan Islam secara kafah dalam urusan pribadi, masyarakat dan negara. Bila syariah ditegakkan maka akan tercipta keadilan. Tugas negara adalah meriayah rakyatnya.

Beliau juga mengingatkan kejadian penghinaan Rasulullah justru ketika kita akan memperingati maulid nabi. Mirisnya, tak ada satu negara pun yang mengecam perbuatan itu.

Begitulah, saat syariat Islam diabaikan dalam institusi negara. Yang ada adalah kezaliman serta maraknya penistaan kepada Islam dan Rasulullah. Maka, sudah saatnya kita kembali menegakkan syariat Islam demi kemuliaan Islam.

Acara dilanjutkan dengan talkshow dipandu Ustaz Muhammad Karebet Wijayakusuma dengan narasumber Ustaz KH. Rohmat S. Labib dan Ustaz Ismail Yusanto.

Acara dilanjut dengan testimoni tokoh. Testimoni pertama oleh pengamat politik dan ekonomi yaitu Ichsanuddin Noorsy. Beliau menceritakan bahwa media Time pernah merilis siapa orang yang paling berpengaruh di dunia. Begitu pula Michael H. Hart. Dan ternyata, meski mereka nonmuslim, tetapi mereka menempatkan Nabi Muhammad saw. di urutan pertama. Masyaallah.

Testimoni kedua oleh Guru Besar Hukum yaitu Prof. Suteki. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan bahwa Rasulullah menghadirkan peradaban baru dengan penegakan syariat berupa tauhid, ukhuwah dan dakwah.

Testimoni ketiga oleh KH. Thoha Cholili, Pengasuh Ponpes Al Munthaha Al Kholiliyah Bangkalan. Beliau mengajak kita untuk mencari cara bagaimana mengembalikan semangat juang Rasulullah, karena telah hilang ghirah dan wibawa kita.

Ada pernyataan menarik dari Ustaz Ismail Yusanto menjelang ditutupnya acara. Yaitu saat diajukan pertanyaan bagaimana cara menjaga spirit Cinta Nabi serta Syariah sepanjang waktu, tidak hanya saat ada acara-acara atau peringatan Maulid Nabi saw. saja. Beliau menjawab ada banyak cara, tapi yang paling penting kita ketahui bahwa Nabi saw. sangat mencintai kita. Hanya beliau yang bisa memberi syafaat, maka sudah seharusnya kita membalas cinta Nabi saw. Masyaallah.

Acara selanjutnya pemutaran video yang menggambarkan ketegaran Rasulullah dalam berdakwah.

Sebelum acara ditutup, lantunan doa yang menyentuh kalbu dipimpin oleh Ustaz Yasin Muthohar. Terakhir acara ditutup oleh MC yaitu Ustaz Akhmat Adiasta.

Semoga dengan acara ini kita lebih bisa membuktikan cinta kita kepada Nabi Muhammad saw. Cinta yang tidak hanya di hati saja, tetapi lebih mewujud dalam tindakan sehari-hari dalam lingkup pribadi, masyarakat dan negara. Sehingga terwujud keadilan, lenyap kezaliman dan turunlah keberkahan-Nya.

Wallahu a’lam bishshowab.

About Post Author