04/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Pemimpin Islam Tidak Anti Kritik

Oleh: Imas Sunengsih, SE
Ibu Pemerhati umat

Negeri-negeri Islam yang mengadopsi sistem pemerintahan demokrasi saat ini, selalu melahirkan peraturan yang kontroversial. Banyak dari golongan rakyat yang melakukan kritik kepada pemerintah. Namun anehnya, justru ketika menyuarakan pendapat atau mengkritik penguasa berujung pada persekusi.

Demokrasi dari, oleh dan untuk rakyat pada faktanya penguasa tidak mau dikritik oleh rakyat bahkan bila berani mengkritik penguasa maka akan dipersekusi. Negara seolah milik mereka yang punya modal, tenaga kerja asing bebas bekerja dan tenaga kerja pribumi diatur dengan UU Omnibus Law yang disinyalir menyengsarakan buruh. Demokrasi yang menempatkan penguasa sebagai penampung wadah aspirasi rakyat nyatanya tidak mau dikritik. Bahkan menetapkan kebijakan sesuka hati seolah negara milik sendiri.

Lembaga indikator politik Indonesia mencoba memotret kondisi demokrasi di Indonesia melalui survei opini publik. Salah satu yang menjadi variabel yakni hak menyatakan pendapat. Direktur eksekutif indikator politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, pihaknya menanyakan setuju tidaknya responden dengan adanya pernyataan bahwa warga makin takut dalam mengatakan pendapat. Hasilnya 21,9 persen sangat setuju ; 47,7 persen gak setuju, 22 persen kurang setuju dan 3,6 persen tidak setuju sama sekali”. Tutur Burhanuddin Muhtadi saat diskusi visual, Minggu (25/10/2020) merdeka.com.

Pengamat politik dari universitas Paramadina, Ahmat Khoirul Umam mengatakan terdapat tiga indikator yang bisa mengonfirmasikan ragam tudingan publik bahwa rezim Jokowi identik dengan orba :

Pertama, pembatasan kebebasan sipil. Menurutnya hal itu bisa dilihat dari cara pemerintah merespon kritik publik, baik dari langkah mengkondisikan media masa hingga mengkriminalisasi aktivis.
Kedua, menurut Khoirul, bisa dilihat dari cara pemerintah memanfaatkan aparat penegak hukum untuk menciptakan stabilitas keamanan politik.
Ketiga, menurut Khoirul, terlihat dari perselingkuhan antara kekuatan bisnis dan kekuasaan yang semakin vulgar terjadi. Menurutnya perselingkuhan itu telah terlihat sejak pengesahan revisi UU kpk hingga pengesahan UU minerba dan UU cipta kerja. CNNindonesia.com, Rabu (21/10/2020)

Dari sini jelas nampak bahwa kepemimpinan yang otoriter rela mengorbankan rakyat demi kepentingan korporasi. Berbagai kritikan rakyat dianggap angin lalu yang tidak perlu di dengar. Dengan banyaknya para ulama dan aktivis Islam yang menyuarakan pendapat dan mengkritik penguasa akan berakhir di jeruji besi. Hal ini merupakan bentuk bukti rezim otoriter.

Dalam sistem Islam, terdapat majelis umat atau majelis syura sebagai tempat merujuk bagi Khalifah untuk meminta masukan atau nasehat mereka dalam berbagai urusan. Mereka mewakili umat dalam melakukan muhasabah (mengontrol dan mengoreksi) para pejabat pemerintah (Al-Hukam).
Rasulullah saw bahwa mengatakan kewajiban serta keutamaan melakukan koreksi kepada penguasa. Al-Thariq menuturkan sebuah riwayat :

” Ada seorang laki-laki memdatangi Rasulullah saw, seraya bertanya, ” jidah apa yang paling utama”. Rasulullah saw menjawab ; kalimat haq (kebenaran) yang disampaikan kepada penguasa yang lalim”. (H.R imam Ahmad)

Dalam sabda yang lain :
” akan datang para penguasa, lalu kalian akan mengetahui kema’rufan dan kemungkarannya, maka siapa saja yang membenci akan bebas (dari dosa), dan siapa saja yang mengingkarinya dia akan selamat, tapi siapa saja yang rela dan mengikutinya (dia akan celaka) para sahabat bertanya ” tidaklah kita kita perangi mereka? Beliau bersabda ” tidak, selama mereka masih menegakan sholat ” jawab Rasul (HR. Imam Muslim).

Dalam sistem Islam muhasabah penguasa merupakan bagian dari syariah Islam yang agung dan wajib dikerjakan. Dengan memuhasabah maka tegaknya Islam akan terjaga, ketika Islam tegak maka kebaikan sebuah negeri akan terwujud dan terjaga. Seorang pemimpin yang beragama Islam akan senang bila dikritik dan dikoreksi karena itu merupakan perintah dari Allah Swt.

Jadilah sosok-sosok pemimpin yang dirindukan umat yang akan menerapkan syariah Islam secara kafah (sempurna).

Wallahu a’lam bishshawab

About Post Author