28/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Kaum Terpelajar Krisis Agama


Oleh: Reka Nurul Purnama | Pendidik Generasi

Menjelang pilkada tahun 2020, pasangan calon bupati dan wakil bupati gencar membuat “produk” semisal slogan dan program kerja apabila terpilih nanti, hal itu untuk disampaikan di tengah masyarakat sebagai “promosi” agar masyarakat tertarik untuk memilih dan mendukung pasangan tersebut. Salah satunya yang dilakukan salah satu calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Bandung nomor urut 01 berkomitmen akan menjadikan Kabupaten Bandung ‘Unggul Mendunia’ jika terpilih di Pilbup Bandung 9 Desember 2020. Sebetulnya sah-sah saja karena memang sedang waktunya untuk kampanye, melihat hal ini juga biasa terjadi, saling mengunggulkan program masing-masing paslon menjelang masa-masa pemilihan.

Melihat dari program dan langkah yang akan ditempuh oleh beberapa paslon hampir semuanya menarik dan seakan memberi harapan baru untuk masyarakat miskin. Misalnya ada paslon yang lebih condong kepada perbaikan sosial ekonomi, karena memang fakta secara data dan nyata masih banyak orang miskin Indonesia yang tersebar di beberapa wilayah. Ada paslon yang condong kepada perbaikan bidang pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya. Semua itu seolah memberi secercah harapan bagi mayoritas penduduk yang di bawah rata-rata.
Seperti program yang diangkat oleh paslon nomor satu bupati dan wakil bupati Bandung, yang berprogram akan menjadikan Bandung ‘Unggul Mendunia’ melalui pendidikannya. Menurut apa yang disampaikan oleh juru bicara paslon tersebut, semua akan dimulai dengan meningkatkan kualitas gurunya terlebih dahulu.

Membicarakan peningkatan kualitas pendidikan saat ini memang terlalu rumit, karena hubungannya adalah dengan sekolah, guru, lingkungan, peserta didik, kebijakan pemerintah dan seluruh elemen yang terlibat dalam dunia pendidikan. Pendidikan menjadi hal yang penting dan mendesak untuk diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya saat ini karena berhubungan dengan sumber daya manusia yang akan menjadi generasi penerus bangsa. Permasalahan menjadi banyak, ketika kita hidup dan diatur oleh sistem sekuler seperti sekarang ini, yakni sistem yang aturannya berada di tangan manusia.
Hasil dari pendidikan saat ini sudah terbukti gagal mencetak generasi gemilang, buktinya adalah banyak kaum terpelajar dari mulai SMP, SMA apalagi Perguruan Tinggi, bahkan anak SD sekalipun terjebak pergaulan bebas, tingginya angka hubungan seks di luar nikah di Indonesia yang menurut survey jumlahnya kini mencapai 14 persen (penelitian Reckitt Benckiser Indonesia yang disponsori Durex menunjukkan angka lebih besar lagi, yakni sebanyak 33 persen remaja) dari total jumlah remaja (10-24 tahun) sebanyak 63 juta jiwa. Yang berarti ada sekitar 9 juta remaja yang telah melakukan seks di luar nikah. Semakin diperparah dengan keadaan ekonomi masyarakat sehingga berimbas teerhadap pendidikan anak Indonesia, belum lagi data terkait kasus aborsi, yang mencuat akhir-akhir ini yang dilakukan oleh oknum dokter kandungan.

Dilihat dari satu sisi kegagalan sistem pendidikan saat ini adalah menciptakan generasi yang tidak takut terhadap norma agama dan larangan dari Tuhan semesta alam Allah SWT yang sudah jelas melarang kita selaku manusia mendekati zina.

Maka apabila saya simpulkan, langkah untuk menjadikan salah satu kota ‘Unggul Mendunia’ dalam perspektif pendidikan yang mampu bersaing dengan teknologi yang semakin canggih dan modern, tidak singkron dengan permasalahan yang ada pada kaum pelajar saat ini. Masalah anak Indonesia saat ini adalah kehilangan jati dirinya sebagai insan yang patuh terhadap norma agama dan bertakwa, karena sistem pendidikan yang diterapkan saat ini terlalu berpaku kepada materi pelajaran yang banyak namun tidak mencerdaskan secara mendalam dan tidak mampu melahirkan generasi unggul. Generasi yang sudah dijauhkan dari agamanya akan menjadi generasi terpuruk dan gagal, maka perlu ada perbaikan dalam sistem pendidikan saat ini dengan menjadikan Aqidah Islam sebagai asas pendidikan yang akan mengubah pola pikir dan pola sikap yang buruk menjadi lebih baik. Asas pendidikan yang berasas aqidah Islam hanya akan mampu ditetapkan oleh sistem pemerintahan Islam pula. Waallaahu’alam bishshowaab…

About Post Author