28/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Dalam Sistem Islam Kesejahteraan Rakyat Dapat Terwujud

Oleh Tri Sundari, A.KS
Member AMK dan Pendidik Generasi

Pemilihan Presiden di Amerika Serikat telah menghasilkan seorang pemimpin baru, dengan kemenangan Joe Biden atas Donald Trump. Hal ini diharapkan akan membawa dampak positif bagi ekonomi global termasuk Indonesia.

Dilansir dari Detikfinace, 20 November 2020. Bagi Indonesia, kemenangan Biden diharapkan akan menurunkan tensi perang dagang antara AS dan China yang mendorong nilai komoditas dan stabilitas pasar keuangan global. Kondisi seperti itu akan menguntungkan Indonesia dari sisi ekspor dan nilai tukar.

Menurut Managing Partner Grant Thornton Indonesia, Johanna Gani, “Kemenangan Joe Biden diharapkan dapat membawa sentimen positif bagi perekonomian Indonesia dengan perubahan kebijakan ekonomi yang akan diambil Amerika Serikat dalam empat tahun ke depan yang berbeda dari pemerintahan saat ini,”.

Dilansir dari iNews.id, 8 November 2020. Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Andry Satrio Nugroho menyebut, bahwa terpilihnya Joe Biden menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) akan berpengaruh terhadap Indonesia.

Beberapa pengaruh terhadap ekonomi Indonesia setelah Biden terpilih antara lain:
Pertama, ruang kerja sama bilateral antara kedua negara akan lebih ketat, karena kebijakan perdagangan yang jadi referensi oleh Biden adalah regional daripada perjanjian kerja sama bilateral.
Kedua, adanya peluang Indonesia bisa meningkatkan ekspor ke negeri Paman Sam.
Ketiga, bisa meningkatkan Foreign Direct Investment ( FDI) atau investasi asing langsung AS di beberapa negara. Hal ini terlihat dari pernyataan Biden terkait beberapa fasilitas mengenai minimum corporate tax di perusahaan-perusahaan di luar AS yang akan mendorong FDI AS di beberapa negara.
Keempat, investment diversion atau perpindahan investasi dari China.

Andry menyebut hal ini harus bisa dimanfaatkan pemerintah. Sebab, jika tidak bisa memanfaatkan perpindahan investasi yang dilakukan AS ke negara berkembang, maka Indonesia bisa kalah.

Dilansir dari iNews.id, 8 November 2020. Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap ada kerja sama bidang ekonomi setelah Capres Joe Biden menang Pilpres Amerika Serikat 2020. Selain itu, ada kerja sama bidang demokrasi dan multilateralisme.

“Semua itu tentu untuk kepentingan warga kedua negara,” kata Jokowi melalui akun Instagramnya @jokowi pada Minggu (8/11/2020) sekitar pukul 11.00 WIB.

Di dalam negeri, berbagai pihak menaruh harapan besar bahwa terpilihnya Biden akan dapat berpengaruh secara positif terhadap ekonomi Indonesia. Dengan melihat pernyataan yang disampaikan oleh Biden, bahwa akan ada peningkatan peluang ekspor ke AS, penguatan nilai tukar mata uang dan nilai investasi langsung (FDI).

Menolak lupa, bahwa setiap kali pergantian seorang pemimpin, baik itu di dalam negeri maupun di luar negeri, kita selalu memiliki harapan yang besar dan terlena oleh janji-janji politik yang dikemukakan pada saat kampanye. Akan tetapi keadaan rakyat seolah tidak pernah beranjak dari permasalahan pengangguran dan kemiskinan.

Begitu pula dengan harapan yang besar dengan terpilihnya Joe Biden. Namun sebenarnya siapakah yang kelak akan diuntungkan? Apakah rakyat akan mengalami dampak positif dari perbaikan ekonomi pada masa pemerintahan Joe Biden kelak?

Pada dasarnya sistem kapitalis tentunya akan sangat menguntungkan bagi para pemilik modal. Setiap kebijakan yang dikeluarkan, tidak akan terlepas dari keberpihakan pada kaum kapital. Dalam sistem kapitalis ini akan melanggengkan kaum kaya yang akan semakin kaya dan kaum miskin akan tetap miskin.

Hal ini sangat berbeda jauh dengan sistem Islam. Aturan dalam Islam yang bersumber pada Al Qur’an dan As Sunah sudah jelas, bahwa dalam Islam disyari’atkan berbagai syari’at yang bertujuan untuk mewujudkan sistem distribusi ulang (redistribution) harta kekayaan. Sehingga kaum miskin dapat hidup lebih layak.

Dalam sistem syariat Islam diajarkan: zakat, infak, hukum warisan, nafkah, manihah, hibah, hadiah, fai’, ghanimah, ariah, kafarat, ihyaul mawat (menghidupkan lahan tidur), hutang piutang yang bebas riba, dan lainnya.

Dengan menerapkan sistem Islam maka kesejahraan rakyat bukan menjadi hayalan semata, akan tetapi dapat menjadi kenyataan. Semua masyarakat akan dapat merasakan hidup sejahtera dalam naungan daulah khilafah ala minhajinubuwwah.

Wallahu A’lam bishawwab

About Post Author