04/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Saatnya Umat Islam Wajib Memboikot Produk Sekularisme-Liberalisme Secara Totalitas

Oleh : Ummu Abdillah
Pegiat Literasi dan Alumni Branding for Writer

Ampuni kami ya Rabb…
Kembali Islam, dan Nabi Muhamad, Rasulullah saw yang mulia mengalami penghinaan yang sangat menjijikkan. Penghinaan itu dilakukan oleh mereka yang mengaku sebagai penganut paham kebebasan berpendapat dan berekspresi.

Bermula dari peristiwa pemenggalan Samuel Paty oleh remaja berusia 18 tahun. Kejadian itu dikarenakan guru sejarah yang akrab dipanggil Paty telah membawa karikatur Nabi Muhamad saw karangan Charlie Hebdo ke dalam kelasnya untuk ditunjukkan kepada murid-muridnya.

Akibat peristiwa itu, Presiden Perancis Emmanuel Macron bereaksi. Namun reaksinya membuat marah, kecewa dan melukai hati umat Islam. Macron justru menyatakan bahwa masalah karikatur nabi Muhammad saw bukanlah suatu kesalahan. Tetapi wujud dari kebebasan berekspresi dan berkreasi.

Bukan itu saja, Presiden Macron juga telah menyatakan akan menindak dan memberantas Islam radikal di negaranya. Namun, kenyataannya justru Islamofobia melanda Perancis. Tentu saja pernyataan Macron menuai kecaman dari berbagai negeri di seluruh dunia. Seperti Arab Saudi, Kuwait, Yordania, Yaman, Qatar, Pakistan, Mesir, Iran, termasuk Indonesia. Mereka mengutuk dan melakukan pemboikotan produk Perancis hingga Macron minta maaf kepada umat Islam. (Palembang.tribunnews.com, 28/10/2020)

Kecaman, dan seruan boikot juga datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Melalui surat pernyataan Nomor: Kep-1823/DP-MUI/X/2020 tertanggal 30 Oktober 2020. Salah satu bunyi pernyataan dalam surat tersebut yang ditandatangani Wakil Ketua Umum MUI, Muhyiddin Junaidi dan Sekjen MUI, Anwar Abbas adalah sebagai berikut: “MUI menyatakan sikap dan mengimbau kepada umat Islam Indonesia dan dunia untuk memboikot semua produk Perancis.” (Kompas.com 31/10/2020)

Seperti diketahui, Presiden Emmanuel Macron adalah pendukung paham kebebasan berpendapat dan berekspresi yang diadopsi oleh negaranya. Walaupun umat Islam sedunia mengecam dan memboikot produk-produknya, Presiden Perancis tetap membela diri dan menyatakan tidak akan menyerah dengan berbagai aksi protes tersebut dalam rangka menegakkan nilai-nilai kebebasan berekspresi yang dianut oleh bangsa Perancis. (cnbc.indonesia.com, 27/10/2020)

Maka bila terjadi aksi dan boikot produk Perancis yang dilakukan umat Islam saat ini tentu suatu hal yang sangat baik dan memang harus begitu. Karena itu adalah wujud sikap marah yang ditunjukkan kaum muslim kepada penghina Rasulullah saw.

Namun, menurut sebagian kalangan boikot benda/barang produksi Perancis bisa saja efektif. Tetapi kita tentu mengingat ada produk lain yang jauh membahayakan yakni “produk pemikiran” dimana itu adalah produk pemikiran kufur Barat.

Bahayanya liberalisme, sebuah paham kebebasan yang lahir dari sistem sekularisme telah nyata merusak mental manusia, hingga kita saksikan saat ini mereka, bangsa kafir atas nama kebebasan berkarya, berekspresi dengan bangga berani menghina Rasulullah kekasih Allah Swt. Kaum muslimin pun meradang, marah. Namun tidak mampu melawannya.

Demikianlah, walau umat Islam berjumlah banyak, namun mereka tidak mempunyai kekuatan. Seperti sabda Rasulullah saw :

“Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian, seperti halnya orang-orang yang menyerbu makanan di atas piring. Seseorang berkata, “Apakah karena sedikitnya kami waktu itu? “Beliau bersabda, “Bahkan kalian waktu itu banyak sekali, tetapi kamu seperti buih di atas air. Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn.” Seseorang bertanya, “Apakah wahn itu? “Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR Ahmad, al-Baihaqi, abu Dawud)

Begitulah kenyataannya. Meskipun telah terjadi pemboikotan terhadap produk Perancis, tetap saja tidak akan membawa perubahan apapun. Mirisnya juga penguasa negeri-negeri muslim hanya bisa diam, tidak mampu berbuat banyak. Mereka hanya mampu mengecam, mengutuk dan memboikot seperti yang dulu pernah terjadi pemboikotan disebabkan serangan di kantor surat kabar Charlie Hebdo di Paris pada Januari 2015 yang menewaskan 11 orang. (BBC.news, 7/1/2015)

Tidak bisa dipungkiri, di balik semua kejadian yang memancing kemarahan umat Islam di seluruh dunia disebabkan karena Islamofobia yang terus-menerus dihembuskan oleh kaum kafir pembenci Islam. Kebencian kaum kafir ini sudah sangat nyata sejak zaman Rasulullah saw. Dari mulai menghalangi dakwah sampai ingin menghancurkan negara Islam.

Semua itu akibat sistem sekularisme-demokrasi yang diadopsi oleh Barat saat ini. Sistem ini merupakan sistem peradaban Barat yang jelas mempunyai karakter yang merusak manusia.

Sekularisme merupakan akidah dari ideologi kapitalis. Yaitu sebuah paham pemisahan agama dari kehidupan. Sehingga melahirkan paham kebebasan, yang dalam hal ini adalah kebebasan berpendapat, berekspresi atau bertingkah laku. Kebebasan berekspresi inilah yang akhirnya menciptakan kesempatan untuk selalu menghina Islam dan Rasulullah saw, sebagai kekasih Allah Swt.

Sekularisme juga sebagai akar permusuhan terhadap Islam. Mengapa? Karena sistem rusak ini jelas tidak menginginkan umat Islam bersatu. Karena itu mereka kaum kafir akan terus membangun kebencian terhadap Islam.

Maka, umat Islam di seluruh dunia sudah semestinya menunjukkan kemarahan mereka ketika Rasulullah saw dihina oleh kaum kafir.

Wajib kaum muslim memboikot semua produk Perancis, diawali dengan memboikot sekularisme sebagai penyebab utama munculnya berbagai bentuk penghinaan terhadap Rasulullah saw.

Kaum muslim juga wajib memutuskan hubungan diplomatik dengan negara Perancis. Kemudian yang paling penting untuk saat Ini, kaum muslim wajib berjuang menyatukan dunia Islam di bawah satu kekuatan politik dunia Islam. Yaitu negara Islam yang akan memberikan pelajaran yang setimpal kepada negara-negara yang menjadi penghina Rasulullah saw.

Sebagaimana pelajaran yang pernah dilakukan oleh Sultan Abdul Hamid. Sultan Abdul Hamid mengancam akan menyerukan jihad fii sabilillah untuk melawan Perancis jika mereka tetap membolehkan pertunjukan drama Voltaire yang menghina Rasulullah saw. Sultan Abdul Hamid sebagai Khalifah pada saat itu, dengan pakaian militer kebesarannya memanggil wakil diplomatik Perancis dan Inggris di Istanbul untuk memberikan ancaman kepada mereka.

Inilah yang membuat Perancis dan Inggris ketakutan sehingga mereka menghentikan pemutaran drama Voltaire tersebut. Rasulullah saw bersabda :

“Sesungguhnya seorang Imam adalah perisai. Orang-orang berperang di belakangnya dan menjadikannya pelindung.” (HR al-Bukhari-Muslim)

Itulah gambaran negara Islam yang semua aturan hukumnya bersumber dari Allah Swt yang menjamin keharmonisan kehidupan. Peradaban Islam pernah berjaya selama hampir 13 abad lamanya. Hingga memberikan rahmatan bagi seluruh alam.

Semoga peradaban Islam yang penuh rahmat ini akan segera terbit seperti terbitnya matahari di ufuk Timur yang selalu menyinari dunia.

Karena sudah saatnya umat Nabi Muhamad saw wajib memboikot sekularisme-liberalisme secara totalitas sampai ke akar-akarnya. Digantikan dengan sistem Islam yang kaffah. Yaitu sebuah sistem yang mengatur seluruh aspek kehidupan.

Wallahu a’lam bish-shawab

About Post Author