28/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Penyimpangan Distribusi Zakat, Bagaimana Solusi Islam?


Oleh: Lia Sulastri | Ibu Rumah Tangga Pendidik Generasi

Saat ini fenomena kemiskinan sangat mudah dijumpai di mana-mana, di kota-kota maupun di pedesaaan. Seringkali kita melihat di balik tinggi dan megahnya gedung-gedung pencakar langit masih ada sederetan rumah-rumah kecil dan kumuh yang tak layak untuk dihuni. Dengan kondisi Indonesia yang masih dilanda resesi ekonomi akibat terdampak wabah pandemi Corona, semakin sulit bagi rakyat untuk memperbaiki kehidupan ekonominya. Jangankan untuk memperbaiki rumah yang tak layak huni supaya bisa menjadi tempat tinggal yang nyaman, untuk kehidupan sehari-hari saja rakyat sudah banyak yang tidak mampu.

Untuk membantu masyarakat terutama dalam rangka memperbaiki rumah tinggal Badan Amil Zakat Nasional ( BAZNAS ) akhirnya turun tangan untuk ikut serta dalam mengentaskan rumah tak layak huni. Dilansir dari Jurnal Soreang, ustadz Alit Nur Hayat menyatakan bahwa BAZNAS kabupaten Bandung selalu terbuka kepada siapa saja yang ingin mengusulkan perbaikan rumah tak layak huni. Dengan mempersilahkan untuk membuat permohonan kepada aparat setempat untuk dapat segera dilayani ( Kamis, 12 nov 2020 ).

BAZNAS merupakan badan resmi dan satu-satunya yang dibentuk oleh pemerintah berdasarkan Keputusan Presiden RI no.8 tahun 2001 yang memiliki tugas dan fungsi menghimpun dan menyalurkan zakat, infaq dan shodaqoh ( ZIS ) pada tingkat nasional. Ini artinya bahwa tugas dan fungsi utama BAZNAS adalah mengumpulkan dan menyalurkan harta yang diberikan oleh kelompok yang mampu ( aghniya ) dalam bentuk zakat, infaq dan shodaqoh kepada golongan masyarakat yang tidak mampu ( dhuafa ) untuk memperbaiki dan meningkatkan taraf ekonomi serta memperkuat solidaritas diantara sesama muslim.

Namun pada kenyataanya, praktik-praktik penyaluran zakat ini terkadang tidak sesuai dengan yang seharusnya. Zakat yang seyogyanya wajib diberikan kepada delapan golongan penerima zakat ( mustahik ) kini beralih fungsi menjadikan dana zakat digunakan untuk mengembangkan pembangunan rumah tak layak huni.

Allah SWT berfirman : ” Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, Amil zakat, yang dilunakkan hatinya ( muallaf ), untuk ( memerdekakan ) hamba sahaya, untuk ( membebaskan ) orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. ” ( QS. At-Taubah : 60 ).

Kebutuhan pokok rakyat termasuk di dalamnya adalah kebutuhan rumah tinggal merupakan tugas dan tanggung jawab negara untuk memenuhinya. Karena tugas dan fungsi negara adalah sebagai pelayan rakyat. Namun dalam negara demokrasi yang berasaskan sekulerisme dan kapitalisme menjadikan negara abai terhadap kebutuhan pokok rakyatnya sendiri. Alih-alih memakmurkan rakyat, justru negara menyerahkan tugas dan fungsinya untuk menyediakan rumah tinggal layak huni kepada BAZNAS yang jelas-jelas dananya di ambil dari penghimpunan zakat.

Semakin sulitnya rakyat mendapatkan kehidupan yang layak termasuk rumah tinggal, membuktikan bahwa negara tidak berpihak kepada rakyat. Rakyat hanya dibebankan dengan segudang kewajiban tanpa bisa menerima haknya secara penuh.

Zakat Dalam Pandangan Islam
Definisi zakat secara syar’i adalah sejumlah ( nilai / ukuran ) tertentu yang wajib dikeluarkan dari harta ( yang jenisnya ) tertentu pula. Zakat merupakan ibadah dalam Islam yang memiliki dimensi sosial-ekonomi. Berfungsi sebagai media retribusi kekayaan dari kelompok yang mampu ( aghniya ) kepada golongan yang tidak mampu ( dhuafa ) dan yang tertindas ( mustadh’afin ).

Zakat merupakan institusi resmi syariat Islam untuk menciptakan kesejahteraan sosial-ekonomi yang berkeadilan sehingga pembangunan ekonomi mampu menghadirkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam Islam, Khalifah ( kepala negara ) adalah pelayan umat. Dia harus mengurusi rakyatnya hingga semua kebutuhan pokoknya termasuk rumah tinggal terpenuhi. Maka Khalifah dengan menggunakan harta milik negara akan memenuhi kewajibannya kepada rakyat yang tidak mampu untuk membangun atau memperbaiki rumah tak layak huni untuk bisa dijadikan tempat tinggal yang baik dan nyaman.
Praktik zakat dan penyaluran zakat oleh negara di atur sedemikian rupa supaya tepat guna dan tepat sasaran sesuai dengan tuntunan sunnatullah dan sunnahrosul. Penyaluran zakat yang tepat hanya akan bisa terwujud dengan baik jika aturan Islam diterapkan secara kaffah. Sehingga islam akan terwujud sebagai agama yang rahmatan lil’aalamiin.

Wallaahu’alam bishshowwab

About Post Author