04/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

KUPAS TUNTAS KORELASI PIKIRAN KOTOR DENGAN GODAAN SYETAN SAMPAI BUILDING KARAKTER KEBERHASILAN MEMBANGUN CULTURE CIVILIZATION DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN ESM THEORY OST- JUBEDIL

Secara objektif, antara pikiran kotor dan godaan syetan sangat berkaitan erat.
Tatkala pikiran kotor, maka syetan kan menggoda merasuki pikiran. Sehingga pikiran kotor kan lebih berkembang dengan segala hasutan syetan utk melakukan perbuatan jahat. Secara sistematis kerjanya syetan, melalui bisikan, dari segala keinginan kita. Syetan akan terus menghasut dengan iming2 keindahan/kenikmatan yg padahal hanya akan menjerumuskan kita pada lobang kesesatan. Dan dengan demikian segala amal perbuatan tergantung isi pikiran kita/kondisi pikiran kita. Dari bentuk toleransi ajaran Islam sebagai jalan keluar permasalahannya untuk dapat terciptanya umat manusia yang secara kondisional objektif yang menerapkan nilai- nilai ajaran Islam yang tinggi, berdasar dari mayoritas penduduk Indonesia 85% beragama Islam, sudah tentu harus di sinergiskan dengan kondisi Culture (budaya) and Civilization (peradaban) menuju manusia berAkhlaqul Karimah untuk kehidupan alam semesta, khususnya di negara Indonesia.
Melalui pemahaman ESM Theory OST- JUBEDIL, yang bersumber pada Al- qur’an dan Sunnah, berdasar cara kerja ilmiah, langkah pertama yang harus dilakukan adalah implementasi dalam tindakan Jujur, Benar dan Adil (JUBEDIL) dengan amal ibadah kepada ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA, sebagai wujud dari keTaqwaan umat beriman yang yakin serta tidak ragu pada kebenaran segala perintah ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA dan segala laranganNYA yaitu memperbaiki ibadah Mahdoh dan Ghoer Mahdoh, Hablumminallooh dan Hablumminannaas, dengan sungguh sungguh untuk lebih baik dan benar dalam membaca dan memahami kandungan Al- qur’an, setia melaksanakan Sholat juga amalan ibadah lainnya, serta berbagai amalan sholeh dapat berlaku sabar tanpa batas dan senantiasa ikhlas menerima nasib, ikhlas pula dalam menjalani prosesnya. Sebagaimana yang telah di sunnahkan Nabi kita Muhammad Sholalloohu Alaihi Wassallaam, Uswah para Nabi dan sahabat sebelumnya, dengan berprilaku Syukur dan Istiqomah (AMUSI). Demi tercapainya Islam Rahmatan Lil Aalamiin (IRLA), sehingga dapat terwujud INTAQ (Indonesia BerTaqwa).

ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA berfirman :

فَوَسْوَسَ اِلَيْهِ الشَّيْطٰنُ قَا لَ يٰۤاٰدَمُ هَلْ اَدُلُّكَ عَلٰى شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلٰى
fa waswasa ilaihisy-syaithoonu qoola yaaa aadamu hal adulluka ‘alaa syajarotil-khuldi wa mulkil laa yablaa

“Kemudian setan membisikkan (pikiran jahat) kepadanya, dengan berkata, Wahai Adam! Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa?”
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 120)

JO :

وَمَاۤ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَّسُوْلٍ وَّلَا نَبِيٍّ اِلَّاۤ اِذَا تَمَنّٰۤى اَلْقَى الشَّيْطٰنُ فِيْۤ اُمْنِيَّتِهٖ ۚ فَيَنْسَخُ اللّٰهُ مَا يُلْقِى الشَّيْطٰنُ ثُمَّ يُحْكِمُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ ۗ وَا للّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ ۙ 
wa maaa arsalnaa ming qoblika mir rosuuliw wa laa nabiyyin illaaa izaa tamannaaa alqosy-syaithoonu fiii umniyyatih, fa yangsakhullohu maa yulqisy-syaithoonu summa yuhkimullohu aayaatih, wallohu ‘aliimun hakiim

“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul dan tidak (pula) seorang nabi sebelum engkau (Muhammad), melainkan apabila dia mempunyai suatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan ke dalam keinginannya itu. Tetapi Allah menghilangkan apa yang dimasukkan setan itu. dan Allah akan menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana,”
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 52)

Ada 6 Model Bisikan Setan pada Manusia

Ibnul Qayyim  telah sangat membantu kita dalam hal ini. Beliau menuliskan 6 hal tersebut yang merupakan bisikan yang berasal dari setan, dimana kita harus sesegera mungkin membuangnya jauh-jauh ketika terlintas di benak kita. Apa saja 6 hal itu?

  1. Setan membuat manusia sibuk memikirkan yang sudah terjadi dan membuatnya berandai-andai. Andaikan kejadiannya begini, maka pasti tidak akan terjadi begini…dan seterusnya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam jauh-jauh hari telah mengingatkan kita, dengan sabdanya yang artinya:وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا؛ وَلَكِنْ قُلْ: قَدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ؛ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ“…Jika sesuatu (yang tidak engkau inginkan) menimpamu, maka janganlah engkau katakan ‘andaikan aku melakukan begini dan begitu tentu akan begini dan begitu’ namun katakanlah “Qodarullah wa ma syaa’a fa’ala” karena kalimat seandainya itu akan membuka (pintu) perbuatan syaithon.” [HR. Muslim]
  2. Membuat manusia memikirkan kejadian yang belum terjadi, lalu dia mengandai-andai seandainya nanti terjadi lalu bagaimana, dan syaithon akan membuatnya mencemaskan berbagai hal yang terkait dengan ini.
  3. Membuat manusia memikirkan hal-hal keji dan haram, baik ia menginginkannya karena hawa nafsunya menyeretnya ataupun ketika ia hanya sekedar terfikir kejadian-kejadian keji yang tidak ia inginkan, yang ia merasa jijik kepadanya. Maka ini harus sesegera mungkin ia tepis.
  4. Menghayal dan berangan-angan yang tidak mungkin terjadi, misalnya mengangankan andaikan dirinya seorang Nabi, atau hal-hal mustahil yang akan membuatnya tersita dan hanya membuang-buang waktu. Berbeda jika yang dia angan-angankan adalah sesuatu yang bisa ia raih, misalkan ia berangan-angan menjadi seorang penerjemah lalu ia memikirkan bagaimana jalan menuju cita-citanya. Maka hal ini adalah angan-angan yang positif.
  5. Membuat manusia memikirkan berbagai perkara bathil. Misalnya, ia memikirkan bagaimana rasanya minum khamr, korupsi, berzina dll.
  6. Membuat manusia memikirkan perkara-perkara yang tidak terjangkau akal. Yaitu semisal ide-ide yang tak berguna, hal-hal yang tidak pernah selesai diperdebatkan semacam keberadaan makhluk lain di luar angkasa, atau seperti permasalahan sifat-sifat Allah dimana ia mempertanyakan kaifiyah/bentuk dan tata caranya, sehingga pikiran-pikiran itu menyibukkannya dari hal yang memang benar-benar bermanfaat bagi hatinya dan akalnya.

(dari Penulis Abi Abdul Jabbar9 July 2019).
Sepanjang hidupnya, manusia sudah pasti akan terus menerus diganggu oleh setan hingga ajal menjemput. Bahkan bayi yang baru lahir pun juga memperoleh gangguan dari setan. Dalam Al-Quran surat Shaad ayat 77-83, Allah menjelaskan bahwa iblis bersumpah akan selalu mengganggu dan menyesatkan seluruh umat manusia.

“Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk, Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan.” Iblis berkata: “Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.” Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat).” Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.” (QS. Shaad: 77-83)

Iblis dan setan memiliki jutaan cara untuk bisa menuntun manusia menuju kesesatan yang dibisikan melalui hati manusia. Karenanya manusia harus senantiasa menjaga diri agar tak terjebak dari bisikan-bisikan yang menjerumuskan.

Ibnul Qayyim dalam kitabnya Fawaa’idul Fawaa’id menjelaskan, “Buah pikiran, bisikan hati, kehendak, dan cita-cita adalah hal-hal yang harus diprioritaskan untuk kita perbaiki. Sebab semua itu adalah inti dan hakikat diri kita. Inti ini adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah atau justru menjauhkan kita dari-Nya.”

Pikiran manusia layaknya mesin penggiling yang memproses segala apa yang masuk ke dalamnya. Jika kita tak cukup jeli untuk bisa memilah-milah mana yang boleh masuk dan mana yang harus dicekal, tentu hasil yang nampak dari dalam diri kita bukanlah hasil baik yang kita cita-citakan. Pikiran, terutama pikiran bawah sadar, akan membentuk diri kita dan membentuk sikap dan perilaku kita. Maka dari itu kita perlu bisa mengklasifikasi mana yang perlu kita cerna dan kita simpan dalam pikiran kita dan mana yang selayaknya dibuang saja.

Untuk bisa mengenali mana bisikan yang bersumber dari cahaya Allah dan mana yang berasal dari godaan dan tipu daya setan, kita perlu tahu perbedaannya. Nah.. Bagaimana kita bisa tahu mana yang dari Allah dan mana yang dari setan? Jawabannya ada di bawah ini;

Allah berfirman dalam QS. Al-Anfaal : 29,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

“ Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqon (pengetahuan yang bisa membedakan antara petunjuk dan kesesatan), dan kami akan menghapus kesalahan-kesalahanmu, serta menutupi (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.”

Jadi modal terbesar seorang hamba dalam memahami kebenaran dan kebathilan adalah ketaqwaannya kepada Allah. Dimana ketika taqwa telah menjadi jati dirinya, maka Allah akan mengaruniakan kepadanya “furqon” atau pembeda, dimana dia akan mampu mengenali kebenaran dan para pembawanya, dan mampu mengenali kebathilan dan para pengusungnya. Ia bisa mengenali mana tauhid mana syirik, mana sunnah mana bid’ah, mana yang bermanfaat mana yang membahayakan.

Dengan demikian berkenaan dengan hal tersebut, ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA berfirman dalam QS. 38 ayat 45 – 47, JO QS. 41 ayat 30,
Adalah sebagai berikut :

{وَاذْكُرْ عِبَادَنَا إبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ أُولِي الأيْدِي وَالأبْصَارِ (45) إِنَّا أَخْلَصْنَاهُمْ بِخَالِصَةٍ ذِكْرَى الدَّارِ (46) وَإِنَّهُمْ عِنْدَنَا لَمِنَ الْمُصْطَفَيْنَ الأخْيَارِ (47) وَاذْكُرْ إِسْمَاعِيلَ وَالْيَسَعَ وَذَا الْكِفْلِ وَكُلٌّ مِنَ الأخْيَارِ (48) هَذَا ذِكْرٌ}

Dan ingatlah hamba-hamba Kami; Ibrahim, Ishaq, dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. Sesungguhnya Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi, yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik. Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa’, dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik. Ini adalah kehormatan (bagi mereka).

Allah Swt. berfirman, menceritakan tentang keutamaan-keutamaan hamba-hamba-Nya yang menjadi rasul dan para nabi yang ahli ibadah:

{وَاذْكُرْ عِبَادَنَا إبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ أُولِي الأيْدِي وَالأبْصَارِ}

Dan ingatlah hamba- hamba Kami: Ibrahim, Ishaq, dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. (Shad: 45)

Yakni amal saleh, ilmu yang bermanfaat, serta kekuatan dalam mengerjakan ibadah, juga mempunyai pandangan yang tajam.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. sehubungan dengan makna firman-Nya: orang-orang yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar (Shad:45) Maksudnya, yang mempunyai kekuatan hingga mampu mengerjakan perbuatan-perbuatan yang besar. dan ilmu-ilmu yang tinggi. (Shad: 45) Yaitu pengetahuan tentang agama.

Mujahid mengatakan ulil aidi artinya kekuatan dalam mengerjakan ketaatan kepada Allah, dan ulil absar artinya memiliki kesabaran dalam kebenaran.

As-Saddi mengatakan bahwa mereka diberi kekuatan dalam ibadah dan pandangan yang terang dalam agama.


Firman Allah Swt.:

{إِنَّا أَخْلَصْنَاهُمْ بِخَالِصَةٍ ذِكْرَى الدَّارِ}

Sesungguhnya Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi, yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. (Shad: 46)

Mujahid mengatakan bahwa Kami jadikan mereka beramal untuk akhirat mereka tiada yang lain. Hal yang sama telah dikatakan oleh As-Saddi, yaitu mereka selalu ingat akan negeri akhirat dan selalu beramal untuk menyambutnya. Hal yang sama dikatakan pula oleh-Ata Al-Khurrasani.

Sa’id ibnu Jubair mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah negeri surga. Allah Swt. berfirman, “Kami menganugerahkan kepada mereka surga karena mereka selalu mengingatnya.” Tetapi di dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa Sa’id ibnu Jubair mengatakan bahwa zikrad dar ialah tempat kesudahan yang baik.

Qatadah mengatakan, mereka selalu memperingatkan manusia kepada negeri akhirat dan menganjurkan kepada mereka untuk beramal buat bekali negeri akhirat.

Ibnu Zaid mengatakan bahwa dijadikan khusus bagi mereka suatu balasan yang paling utama di negeri akhirat.


Firman Allah Swt.:

{وَإِنَّهُمْ عِنْدَنَا لَمِنَ الْمُصْطَفَيْنَ الأخْيَارِ}

Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik. (Shad: 47)

Yakni benar-benar termasuk orang-orang yang terpilih lagi terdekat, maka mereka adalah orang-orang pilihan yang terpilih.

Melalui pemahaman ESM Theory OST- JUBEDIL, pada intinya secara objektif, manusia yang teguh pendirian terhadap Tauhid itu akan lahir seperti pribadi Nabi Ibrahim, Ishaq dan Yaqub, yaitu pribadi yang berkarakter, dan mampu berbuat dalam dua hal penting, yaitu :
1). Mendalami Ilmu Agama dengan beribadah yang ikhlas (JUBEDIL).
2). Membuat karya besar dalam hidupnya yang mendatangkan manfaat besar bagi Culture and Civilization (Akhlaqul Karimah/JUBEDIL) untuk kehidupan alam semesta.
Sebagai contoh konkritnya di masa sekarang, saya mengambil jejak perjalanan dan pengalaman hebat dari seorang aktifis senior, Advokat senior, Intelektual Muslim bahkan seorang Tokoh Negarawan yang tetap komitmen dalam semua steatment nya yang secara kondisional permasalahan yg terjadi di tubuh pemerintahan negara kita, dengan sikap yang sinergitas sebagai pemberani yang Akademis dan Religius, mampu mendedikasikan segala pemikiran dan actionnya/pergerakkan sejatinya dalam upaya turut serta mencerdaskan dan membangun kehidupan bangsa, tiada lain beliau adalah Prof. Dr. H. Eggi Sudjana Mastal. SH, M,Si, yang selalu Objektif dalam berpikir dan menilai permasalahan, Sistematis dan Toleran dalam penyampaian. Banyak hal yang telah beliau dedikasikan secara sistematis untuk bangsa dan negara ini sudah sejak lama hingga sampai sekarang, diantaranya sebagai berikut :
1). Pendiri dan penggagas HMI MPO, Thn 1986,
2). Ketua Dewan Pendiri sjk 1998 – Sekarang,
3). Peran utama dalam pencabutan pasal 134 KUHP tentang PENGHINAAN TERHADAP PRESIDEN DI MK Thn 2006, sehingga para aktivis bebas mengkritik presiden tanpa tuduhan penghinaan terhadap Presiden RI.
4). Penggagas dan Pembuat ESM THEORY OST- JUBEDIL sejak Thn. 2004 dengan penyempurnaan hingga Thn. 2020 bulan Agustus lalu.
.) Dsb, (yang tidak dapat saya sebut semua disini), Namun Insya Alloh dari 4 hal dedikasi beliau tersebut toleransinya dapat berguna untuk Culture and Civilization secara Jujur Benar dan Adil di Indonesia, hingga atas izin ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA akan berproses ke tataran dunia, InsyaAlloh…. (Aamiin Yaa Robbal Aalamiin)

Adapun proses syetan menggoda itu di jelaskan dalam QS. (7) Al- A’raf, adalah sebagai berikut :

Dalam Tafsir Quran Surat Al-A’raf Ayat 17 :
” Kemudian aku akan mendatangi mereka dari seluruh arah dan sisi. Maka aku akan menghalangi mereka dari jalan kebenaran, dan aku akan tampakan seperti indah kepada mereka sebuah kebatilan, dan aku dorong mereka mencintai dunia serta aku sebarkan keraguan-raguan pada mereka tentang akhirat. Dan Engkau tidak akan menemukan bahwa anak keturunan adam bersukur terhadap nikmat-nikmatMu. ”

JO Dalam ayat 18 menjelaskan :
قَالَ اخْرُجْ مِنْهَا مَذْءُوْمًا مَّدْحُوْرًا ۗ لَمَنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ لَاَمْلَـَٔنَّ جَهَنَّمَ مِنْكُمْ اَجْمَعِيْنَ18

(Allah) berfirman, “Keluarlah kamu dari sana (surga) dalam keadaan terhina dan terusir! Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka ada yang mengikutimu, pasti akan Aku isi neraka Jahanam dengan kamu semua.”

Tafsir Ayat ini menerangkan, tentang laknat Allah terhadap Iblis dan mengusirnya keluar dari surga dalam keadaan hina dan terkutuk. Barang siapa dari anak cucu Adam terpengaruh oleh Iblis dan mereka mengikuti kemauannya, menempuh jalan sesat, menyeleweng dari akidah tauhid kepada kepercayaan syirik, mereka akan dimasukkan-Nya bersama Iblis ke dalam neraka.

JO Firman Allah:

(Iblis) menjawab, “Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka.” (shad/38: 82-83)

JO QS. Al- A’raf selanjutnya
“(Dan Allah berfirman): ‘Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di Surga, serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) dimana saja yang kamu sukai dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang dhalim.” (QS. 7:19)

‘Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka, yaitu auratnya dan syaitan berkata: ‘Rabb kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi Malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam Surga).’ (QS. 7:20).

JO Surat Al-A’raf Ayat 21 – 25

Ayat 21 :

وَقَاسَمَهُمَآ إِنِّى لَكُمَا لَمِنَ ٱلنَّٰصِحِينَ

Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua”,

«وقاسمهما» أي أقسم لهما بالله «إني لكما لمن الناصحين» في ذلك.

(Dan dia, setan, bersumpah kepada keduanya) setan bersumpah dengan nama Allah kepada keduanya (“Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua.”) di dalam hal ini.

Ayat 22 :

فَدَلَّىٰهُمَا بِغُرُورٍ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا ٱلشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْءَٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ ٱلْجَنَّةِ ۖ وَنَادَىٰهُمَا رَبُّهُمَآ أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَن تِلْكُمَا ٱلشَّجَرَةِ وَأَقُل لَّكُمَآ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِينٌ

maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?”

«فدلاهما» حطهما عن منزلتهما «بغرور» منه «فلما ذاقا الشجرة» أي أكلا منها «بدت لهما سوآتهما» أي ظهر لكل منهما قبله وقبل الآخر ودبره وسمي كل منها سوأة لأن انكشافه يسوء صاحبه «وطفقا يخصفان» أخذ يلزقان «عليهما من ورق الجنة» ليستترا به «وناداهما ربهما ألم أنهكما عن تلكما الشجرة وأقل لكما إن الشيطان لكما عدو مبين» بيِّن العداوة والاستفهام للتقرير.

(Maka setan membujuk keduanya) untuk menurunkan kedudukan keduanya (dengan tipu daya) darinya. (Tatkala keduanya telah merasai buah pohon itu) mereka berdua telah memakannya (nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya) yakni kedua kemaluan masing-masing tampak oleh lainnya; kedua anggota tubuh itu dinamakan sau`ah, sebab jika terbuka akan membuat malu orang yang bersangkutan (dan mulailah keduanya menutupi) maksud keduanya mengambil penutup untuk menutupi (kedua auratnya dengan daun-daun surga) untuk menutupinya. (Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka, “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon itu dan Aku katakan kepadamu, ‘Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua.’)” yang jelas permusuhannya; kata tanya menunjukkan makna penegasan.

Ayat 23 :

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

«قالا ربَّنا ظلمنا أنفسنا» بمعصيتنا «وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرين».

(Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri) oleh sebab perbuatan maksiat kami berdua (dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.”)

Ayat 24 :

قَالَ ٱهْبِطُوا۟ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَٰعٌ إِلَىٰ حِينٍ

Allah berfirman: “Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan”.

«قال اهبطوا» أي آدم وحواء بما اشتملتما عليه من ذريتكما «بعضكم» بعض الذرية «لبعض عدوٌ» من ظلم بعضهم بعضا «ولكم في الأرض» مستقر» أي مكان استقرار «ومتاع» تمتع «إلى حين» تنقضي فيه آجالكم.

(Allah berfirman, “Turunlah kamu sekalian) yakni Adam dan Hawa serta anak-cucu kamu yang masih berada di dalam diri kamu (sebagian kamu) maksudnya sebagian keturunan (menjadi musuh bagi sebagian yang lain) sebagian mereka berlaku aniaya terhadap sebagian yang lainnya. (Dan kamu di muka bumi mempunyai tempat kediaman) yaitu tempat tinggal (dan kesenangan) tempat bersenang-senang (sampai waktu yang ditentukan.”) apabila ajal kamu telah sampai pada saatnya.

Ayat 25 :

قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ

Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.

«قال فيها» أي الأرض «تحيون وفيها تموتون ومنها تخرجون» بالبعث، وبالباء للفاعل والمفعول.

(Allah berfirman, “Di muka bumi itu kamu hidup dan di muka bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu pula kamu akan dikeluarkan”) dibangkitkan, dengan memakai bina fail dan bina maful atau bentuk aktif dan bentuk pasif.

Dengan demikian dari kesimpulan diatas yang saya kumpulkan, antara sumber pemikiran pemahaman, dijelaskan dalam beberapa ayat sumber utama diatas yang telah dirangkai berdasar pada pemahaman Theory ESM OST- JUBEDIL, tetap yang dapat menepis atau sebagai benteng dari segala bisikan/godaan syetan yg merasuki pikiran manusia itu hanyalah ketaqwaan manusia kepada ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA.
Secara objektif boleh orang memiliki kemauan, cita- cita, harapan, menoleh pada masa lalu dan menatap masa depan serta berandai- andai sebagai kebebasan manusia dalam berinteraksi pada dunia kehidupannya masing- masing, selama positif dan dapat adil antara menempatkan mana yang haq dan yang bathil, dengan catatan semua harus di bentengi dengan Iman dan Taqwa, sehingga dapat lebih meringankan beban secara moral karena Tawaqal alallooh yang diutamakan dengan tidak terlepas pada segala upaya/ikhtiarnya yang di lakukan secara sistematis penuh pemahaman keilmuan sesuai bidang yang menjadi proses apapun yang di cita- citakannya dengan baik dan benar menurut syari’at yang telah ditentukan. Oleh karena itu merupakan bentuk toleran nya ajaran Islam yg agung bagi semua umat manusia di muka bumi, dengan dapat memegang teguh sumber Alqur’an dan sunnah sebagai pedoman dan aturan main dalam berkehidupan dan dalam keselarasan berpikir cerdas dan beriman. Sehingga dapat melahirkan manusia yang Istiqomah, mampu bersyukur, bersabar, berAkhlaqul Karimah, memiliki hasil karya yang bermanfaat, Jujur Benar dan Adil dan di Ridhoi ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA.

Sebagai penutup dari tulisan,
ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA akan memberikan reward luar biasa bagi umat beriman dan bertaqwa, yang dapat lolos dari segala bujuk rayu/godaan syetan tersebut,
ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA berfirman dalam Qs. Fushshilat (41) : 30
JO Hadits Nabi (Sikap/solusi) :

” Sesungguhnya orang-orang yang berkata,
“Tuhan kami adalah Allah”
kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata),
“Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati;
dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”

Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang mengatakan dan mengakui bahwa Tuhan Yang Menciptakan, Memelihara, dan Menjaga kelangsungan hidup, Memberi rezeki, dan yang berhak disembah, hanyalah Tuhan Yang Maha Esa, kemudian mereka tetap teguh dalam pendiriannya itu, maka para malaikat akan turun untuk mendampingi mereka pada saat-saat diperlukan.
Di antaranya pada saat mereka meninggal dunia, di dalam kubur, dan dihisab di akhirat nanti, sehingga segala kesulitan yang mereka hadapi terasa menjadi ringan “.

JO —Tentang Sikap / solusi yang diajarkan Rosulullooh kepada para sahabatnya
Dalam hadis Nabi diterangkan bahwa teguh dalam pendirian itu merupakan hal yang sangat diperlukan oleh seorang mukmin:

Sufyan bin ‘Abdullah ats-saqaf meriwayatkan bahwa seseorang berkata,
“Ya Rasulullah,perintahkan kepadaku tentang Islam suatu perintah yang aku tidak menanyakan lagi kepada orang selain engkau.”
Rasulullah menjawab,
“Katakanlah:
Aku beriman kepada Allah, kemudian teguhkanlah pendirianmu.

Aku berkata,
“Apa yang harus aku jaga?”
Maka Rasulullah mengisyaratkan kepada lidahnya sendiri.
(Riwayat Muslim)

MasyaAlloh Yaa …tsumma MasyaAlloh..

SALAM OST- JUBEDIL
Kota Tasikmalaya, Kamis, 19 November 2020,
(by: Ibet)

About Post Author