04/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Penerapan Islam Kafah, Melahirkan Revolusi Akhlak

Oleh: Neneng Sriwidianti
Pengasuh Majelis Taklim dan Member AMK

Gegap gempita, itulah sambutan rakyat terhadap kembalinya Habib Rizieq Syihab (HRS) ke tanah air. Masyarakat sangat antusias menyambut kedatangannya. Bandara Soekarno-Hatta menjadi putih oleh lautan manusia. Betapa umat hari ini merindukan sosok yang mampu menyatukan. Sosok ulama sekaligus kepemimpinan Islam. Sudah lama umat saat ini merasakan kezaliman yang menimpa mereka.

Fitrahnya manusia di mana pun pasti menyukai kebaikan dan keadilan. Kalau pun seseorang itu keluar dari “fitrahnya” itu disebabkan karena faktor individunya sendiri serta sistem yang diterapkannya. Apakah sistem Islam yang datang dari Allah Swt. atau sistem kufur buatan manusia?

Dilansir dari Mediaumat.news, (15/11/2020). Menurut Munarman, Sekretaris Umum (Sekum) Front Pembela Islam (FPI), ini bukan sekedar perasaan cinta secara personality, tapi adalah representatif simbol kerinduan umat akan keadilan. Revolusi akhlak yang dibawa HRS, membuat rezim kebakaran jenggot.

“Pihak-pihak ini khawatir kalau ada HRS di tengah-tengah umat yang saat ini merasa resah dengan ketidakadilan yang terjadi. Mereka mengkhawatirkan HRS bisa memimpin arah perjuangan umat ini untuk mendobrak kezaliman ini. Untuk mendobrak keadilan itu,” ungkap Munarman. Mediaumat.news, (15/11/2020).

Revolusi akhlak yang digagas Habib Rizieq Shihab, mendapat kritik dari Fadhli Harahab, Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Research and Analysis. Menurutnya, revolusi akhlak yang digaungkan itu tak jelas karena kesan yang muncul justru untuk kamuflase politik.

“Revolusi akhlak enggak jelas. Saya duga ini hanya manuver politik. Konsepnya seperti apa kan tidak ada. Jangan-jangan cuma keceplosan omong revolusi akhlak biar tidak dikira mau berbuat maka.” Ujar Fadhli dalam keterangannya kepada awak media. jpnn.com, (14/11/2020).

Masih dari sumber yang sama. Menurut Ketua Persiapan Pendirian Partai Ideologis (Masyumi Reborn), Masri Sitanggang, menyambut baik ajakan itu. Ia menilai ajakan yang dilakukan oleh Habib Rizieq ini merupakan sebuah revolusi peradaban. Terlebih Indonesia sedang kacau balau yang sangat mendesak untuk dilakukan.

Pro kontra pun merebak di tengah-tengah masyarakat terkait revolusi akhlak ini. Semestinya umat menyadari bahwa kezaliman bukan hanya hasil buruk individu atau rezim yang hari ini berkuasa, tetapi ini akibat dari sistem demokrasi yang rusak dan merusak yang diterapkan saat ini. Sistem inilah yang merupakan cikal bakal terjadinya kezaliman dan petaka yang menimpa negeri ini secara berkepanjangan.

Dalam demokrasi, yang berdaulat adalah hukum buatan akal manusia. Sehingga hasil dari penerapannya timbul kerusakan hampir di seluruh lini kehidupan. Karena akal manusia yang lemah, yang berpeluang terjadi perbedaan, perselisihan, dan pertentangan.

Umat hari ini membutuhkan sistem kepemimpinan yang akan menghasilkan para pemimpin yang baik dan amanah dan bersandar kepada syariah Islam kafah. Khilafah terbukti selama 13 abad telah melahirkan para khalifah yang kebijakannya adil, memberikan kesejahteraan sepanjang mata memandang, dan menyelamatkan dunia akhirat.

Rasulullah Saw. adalah contoh terbaik untuk kita semua. Bagaimana dahulu ketika beliau mengubah peradaban jahiliah menjadi peradaban Islam yang mulia, yaitu dengan dakwah politis. Mengubah pemikiran jahiliah menjadi pemikiran Islam.

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (nikmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (TQS. Al-Ahzab [33]: 21)

Dakwah politis inilah yang akan menghasilkan revolusi pemikiran. Karena umat akan diajak untuk berpikir politik ideologis serta dipahamkan pentingnya penerapan Islam kafah di muka bumi. Pada saatnya nanti, umat akan sadar dan menuntut ditegakkannya negara khilafah Islam ‘alaa minhajjin nubuwwah.

Revolusi pemikiran dan pergantian sistem inilah satu-satunya cara agar umat ini mempunyai para pemimpin yang amanah dan meriayah mereka berdasarkan Al-Quran dan Sunah semata. Serta menjadikan ayat suci berada di atas ayat konstitusi. Ketika itu terwujud maka revolusi akhlak adalah sebuah keniscayaan yang pasti ada dalam sistem khilafah.

Saat ini, aktivitas yang harus segera dilakukan umat adalah mencampakkan sistem demokrasi. Segera berjuang menegakkan khilafah agar revolusi akhlak dan kepemimpinan umat segera terwujud. Barakah dari langit dan bumi akan datang.

Wallahu a’lam bishshawab

About Post Author