20/01/2021

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Komodo Sayang….. Nasibmu Malang……


Oleh Salma Rufaidah, S.Sos
Siapa tak tahu dimana Pulau Komodo, khususnya Pulau Rinca? Tempat yang satu ini menjadi perbincangan beberapa bulan terakhir . Mengapa? Tempat ini merupakan salah satu pulau yang terdapat di Kabupaten Manggarai Barat, yang termasuk dalam jajaran pulau besar di wilayah ini. Pulau yang menyuguhkan pesona alam dan sangat mempesona.Letak pulau sangat berdekatan dengan wilayah pulau komodopulau Komodo, sehingga tidak heran apabila banyak sekali komodo yang ada di pulau rinca labuan bajo ini.
Belum lama ini Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi  memastikan pemerintah akan tetap mempromosikan pariwisata komodo di Taman Nasional , Nusa Tenggara Timur. Ia meyakinkan, pembangunan yang dilakukan di destinasi pariwisata tersebut dilakukan untuk bisa menjaga keberlangsungan hewan langka tersebut. ( Galamedia, pikiran rakyat,2/12/20)“ Ini satu-satunya di dunia jadi kita harus jual,” tegas Luhut dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas di Jakarta(CNN Indonesia –27/11/20).  Ia menegaskan tetap akan mempromosikan proyek wisata , Nusa Tenggara Timur (NTT). Alasannya, komodo merupakan hewan yang hanya ada di Indonesia sehingga memiliki nilai jual tinggi.
Padahal selama dua tahun, masyarakat di Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur, menolak rencana pemerintah membangun ‘Komodo Park’, taman wisata modern seperti dalam bayangan film ‘Jurassic Park’. Penduduk menganggap tanpa diubah menjadi modern pun, kunjungan wisatawan ke Taman Nasional.(liputan6.com). Apalagi sebenarnya binatang di Pulau ini tidak hanya Komodo saja akan tetapi ada cukup banyak jenis binatang seperti halnya burung, babi liar, dan kerbau. Di tempat ini cukup banyak satwa liar yang dijaga dengan baik karena tempatnya sangat asri dan aman untuk kenyamanan satwa tersebut.
Menurut Ahyar Abadi, Ketua Asosiasi Kapal Wisata Pulau Rinca, para turis lokal maupun mancanegara datang ke pulau komodo (Varanus komodoensis) tak hanya ingin melihat naga purba satu-satunya di dunia yang bermigrasi dari Australia 900.000 tahun lalu itu. Mereka juga menikmati keasrian alami pulau ini.(liputan6.com,2/11/2020)
Proyek geopark ini mendapatkan respon penolakan dari masyarakat. Masyarakat menilai proyek ini akan mengancam kelangsungan hidup komodo. Proyek ini dirasa akan berdampak tidak hanya bagi komodo, tetapi juga untuk lingkungan atau habitat spesies binatang purba tersebut. Banyak warga menilai bahwa proyek ini akan mengganggu ketenangan dari komodo karena sifat komodo yang soliter, soliter sendiri berarti hidup menyendiri jauh dari dari keramaian. Komodo hanya aktif ketika saatnya kawin datang.

Di alam demokrasi nampak wajah kerakusan kapitalis. Hewan pun terancam akibat penerapan sistem ini. Hewan juga bisa terusir dari tempat tinggalnya karena nafsu kepentingan manusia. Lingkungan yang akan mengganggu, habitat rusak, laut tercemar. Sistem jahat ini mengorbankan banyak hal, yaitu alam, manusia, hewan, dan kehidupan.

Pengaturan Konservasi (Hima) dan Sumber Pendapatan Negara
 Islam mengatur interaksi antara manusia dan lingkungan sebagai hal yang sangat penting. Berfungsinya ekosistem merupakan sumber daya yang penting bagi masyarakat. Dalam Islam ada istilah hima. Sejatinya, hima merupakan wilayah konservasi untuk menjaga keseimbangan alam.  Hima merupakan zona yang dijaga oleh negara. Sekalipun akan dimanfaatkan , sangat memperhatikan ekosistem. Tempat tersebut digunakan sebagai konservasi alam, baik untuk kehidupan hewan liar maupun tumbuh-tumbuhan. Begitu pula hewan dan tumbuhan yang hampir punah. Islam mengatur sampai urusan keseimbangan alam. Masya Allah.
Hima an-Naqi ditetapkan oleh Rasulullah SAW. Nabi SAW melarang berburu hewan pada radius empat mil di sekitar Kota Madinah. Selain itu, masyarakat juga dilarang merusak tanaman dalam radius 12 mil di sekitar kota tersebut.
Lalu apakah sumber pendapatan negara dalam Islam dari sektor pariwisata?
Negara Khilafah tidak akan mengeksploitasi pariwisata untuk kepentingan ekonomi dan bisnis. Sumber tetap perekonomian negara Khilafah terdiri atas empat bidang, yaitu pertanian, perdagangan, industri, dan jasa. Selain itu, negara Khilafah juga memiliki sumber dana lainnya, yaitu harta fai’, kharaj, jizyah, ghanimah, zakat, dan dharibah.
Islam adalah agama rahmatan lil alamin yang mengajarkan bagaimana kita harus berinteraksi dengan Allah, manusia dan juga alam semesta. Sebagai khalifah di bumi umat Islam mempunyai tanggung jawab dan amanah untuk menjaga dan memakmurkan bumi dan segala isinya. Tanggung jawab untuk menjaga kepunahan hewan langka merupakan tugas negara. Oleh karena itu negara Khilafah menjalankan aturan sangat memperhatikan lingkungan dan makhluk hidup di dalamnya. Karena Islam melarang segala bentuk jenis kegiatan yang merusak lingkungan, makhluk hidup, dan alam. Perlindungan Islam terhadap hewan ditunjukkan dengan adanya larangan membunuh hewan tanpa tujuan dan alasan yang jelas.