29/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Korupsi Bansos: Kado Pahit Akhir Tahun

Oleh: Ummu Mubarak
Ibu Peduli Umat

Bagai jamur di musim hujan. Itu kata yang tepat untuk maraknya kasus korupsi di negeri ini. Para pejabat yang haus kekuasaan dan kekayaan, mereka menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Teranyar kasus korupsi yang dilakukan Menteri Sisial, Yuliari Batubara. Masyarakat tersentak dan geram. Masalahnya yang dikorupsi Pak Menteri ini adalah dana bantuan sosial untuk rakyat di masa sedang terjadi wabah pandemi Covid-19. Sebuah kado pahit di akhir tahun.

Di saat rakyat kelaparan, lapangan pekerjaan tidak ada, korban PHK berjatuhan, wakil rakyat tega melakukan korupsi. Salah satu penyebab hal ini terjadi, karena tingginya biaya politik dalam sistem demokrasi. Lagi-lagi, demokrasi biang kerok terjadinya permasalahan di negeri ini, termasuk maraknya korupsi yang terjadi hampir di setiap instansi.

Dalam demokrasi, rakyat yang duduk di parlemen berhak untuk membuat aturan. Padahal, manusia yang sifatnya lemah tidak mungkin untuk membuat aturan untuk mengatur manusia yang lainnya yang sama-sama lemah. Alhasil, ketika aturan itu diserahkan kepada manusia maka perselisihan, perbedaan, dan kerusakan akan terjadi dan menghantarkan manusia kepada kesengsaraan yang berkepanjangan.

Islam adalah agama yang sempurna. Islam agama yang bisa menyelesaikan seluruh permasalahan yang muncul saat ini. Islam sebagai sebuah sistem mempunyai seperangkat aturan, bagaimana agar bisa keluar dari korupsi yang semakin menggurita. Aturan ini satu dengan yang lainnya saling terkait. Oleh karena itu, hukum Islam harus diterapkan secara keseluruhan, tidak bisa dipisah satu dengan yang lainnya. Itulah pentingnya penerapan Islam kafah oleh negara. Khilafah Islam sebagai institusi pelaksana, akan menerapkan seluruh hukumnya. Sehingga Islam rahmatan lil ‘alamin akan terwujud.

Islam memandang korupsi sebagai harta glulul, yang diperoleh pemiliknya dengan cara yang tidak syar’i. Islam menerapkan sejumlah aturan tertentu agar rakyat tidak tergiur dengan harta yang bukan miliknya.

“Barang siapa yang berkhianat dari harta ghanimah sedikit pun, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu pada leher pundaknya. (Tafsir Ibn Abbas, Tanwir miqbas Juz I, hlm, 75).

Inilah langkah-langkah pemerintah Islam dalam mencegah dan menghilangkan korupsi/kecurangan/suap adalah sebagai berikut:

Pertama, adanya pengawasan yang ketat. Pemerintah Islam akan membentuk Badan Pengawas Pemeriksaan Keuangan. Syekh Abdul Qadim Zallum dalam kitab Al amwal fi daulah khilafah menyebutkan, untuk mengetahui apakah pejabat dalam instansi pemerintahan itu melakukan kecurangan atau tidak, maka ada pengawasan yang ketat.

Kedua, gajih yang cukup untuk memenuhi kebutuhan yang meliputi kebutuhan primer, sekunder, bahkan tersier. Di samping itu dalam pemerintahan Islam biaya hidup murah karena politik ekonomi negara tujuannya adalah terpenuhinya kebutuhan seluruh rakyat. Kebutuhan kolektif, akan digratiskan oleh pemerintah seperti pendidikan, keamanan, kesehatan, jalan, dan birokrasi.

Ketiga, ketakwaan individu. Negara khilafah menetapkan syarat takwa sebagai ketentuan, selain syarat profesionalitas dalam pengangkatan pejabat/pegawai. Sebagai seorang Muslim akan menganggap bahwa jabatan adalah amanah yang harus ditunaikan dengan benar, karena akan dimintai pertanggungjawaban di dunia dan akhirat.

Keempat, amanah. Yaitu wajib melaksanakan seluruh tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya.

Kelima, penerapan aturan haramnya korupsi dan sanksi yang keras. Pemerintah Islam juga menetapkan aturan haramnya korupsi/suap/kecurangan. Hukuman yang keras, bisa dalam bentuk publikasi, stigmatisasi, peringatan, penitaan harta, pengasingan, cambuk hingga hukuman mati.

Begitulah, Islam menyelesaikan masalah korupsi dengan penyelesaian yang sesuai fitrah, memuaskan akal, dan menenangkan jiwa. Saatnya kita mencampakkan demokrasi yang terbukti adalah sistem yang korup. Segera berjuang untuk menegakkan kembali sistem pemerintahan Islam, yang terbukti selama 13 abad menjadi peradaban yang agung di dunia. Mari kita songsong abad khilafah.

Wallahu a’lam bishshawwab

About Post Author