25/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Duka Rohingya, Duka Muslim Dunia

Oleh: Imas Sunengsih. S.E

Kondisi kaum muslim Rohingnya sangat memprihatinkan. Mereka terobang abing dalam kehidupan, tidak mempunyai negeri tempat mereka tinggal. Diusir dari negeri sendiri, bahkan di tempat pengungsian pun mengalami hal yang menyakitkan. Seolah tak ada lagi tempat bernaung.

Hal inilah yang terjadi dengan ribuan pengungsi Rohingya yang direlokasi ke pulau terpencil.
Bhanshan Char hari ini. Bhanshan Char merupakan pulau kontroversial karena lokasinya terpencil dan rawan banjir. (DetikNews,5/12/2020).

Sungguh miris nasib saudara kita muslim Ronghya. Berbagai penderitaan terus mereka hadapi. Hal ini terjadi akibat hidup di bawah sistem demokrasi sekularisme. Paham ini telah mengakibatkan seolah kita tidak bersaudara.
Padahal begitu banyak hadis yang menerangkan bahwa sesama muslim bersaudara. Tidak ada negeri yang membantu duka dan derita Rohingya, bahkan dari negeri-negeri kaum muslim sekalipun. Sekat-sekat nasionalisme yang membatasi negeri kaum muslim untuk membantu Rohingya.

Paham nasionalisme ini yang telah membuat negeri kaum muslim terpecah belah dan lemah dan sebagian kaum muslim hanya memikirkan negeri mereka sendiri. Paham berbahaya ini mengakibatkan seseorang tidak peduli dengan saudara muslim di negara yang lain.

Ironis memang derita Ronghya. Sekalipun banyak Pegiat HAM dan lembaga UNHCR teriak seolah menyampaikan aspirasi derita Ronghya. Namun itu semua hanya teriakan semu. Karena merekalah sesungguhnya yang merestui berbagai kejahatan. Jikalau memang mau membantu mengapa tidak menghukum pemerintah Myanmar yang mengusir Ronghya. Kemudian mengembalikan muslim Ronghya ke negara asalnya.

Namun, rasanya mengharap hal itu tidaklah mungkin. Sebab lembaga tersebut hanya lembaga konvensi semata. Akibatnya banyak negeri-negeri muslim pun tak bertaring hanya sekadar mengutuk.

Bahkan Bangladesh yang notabene sedikit peduli pun sulit menggalang persatuan Islam. Menolong pun tidak secara betul-betul melindungi.
Miris tentunya jika melihat hal tersebut di pandang dari kaca mata keimanan.
Harusnya derita Ronghya harus menjadi bahan pemikiran kita. Bagaimana agar negeri-negeri muslim bisa bersatu tanpa ada yang mengintimidasi.

Karena sesungguhnya kaum muslim itu bersaudara, selama Akidah sama. Sebagaimana firman Allah SWT: “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat”. (QS Al Hujurat: 10).

Jadi yang menjadi dasar persaudaraan seorang muslim yaitu akidah Islam. Di manapun mereka berada, di negeri manapun mereka tinggal, mereka adalah saudara kita. Duka dan derita mereka adalah duka dan deritanyan kita. Akan tetapi, peranan kita belum bisa optimal dan maksimal saat ini, dikala nasionalisme masih bercokol di negeri ini.

Kaum muslim membutuhkan junnah. Hal ini untuk tameng agar bisa menumbangkan paham-paham kufur dan yang mampu melindungi kaum muslim Rohingya ataupun kaum muslim yang saat ini sedang mengalami penindasan, pembantaian, dan pengusiaran. Hanya khalifah dan negara khilafah saja yang mampu memberikan perlindungan terbaik, karena memang sudah terbukti selama kurun waktu 13 abad.

Jadi sudah saatnya kaum muslim berjuang bersama untuk mewujudkan khalifah dan khilafah. Satukan langkah dan barisan.

Wallahu a’lam bishshawab.

About Post Author