30/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Menyambut Kemenangan

Oleh: Neneng Sriwidianti
Pengasuh Majelis Taklim dan Member AMK

Ya Rabbana! Sesak dada ini melihat fakta yang terjadi di depan mata. Kezaliman dan ketidakadilan sudah terjadi di mana-mana. Tidak ada satu celah pun kebaikan di negeri ini. Penguasa diktator benar-benar nyata adanya. Kemaksiatan karena tidak menerapkan hukum-hukum Allah Swt. adalah bukti nyata kesombongan penguasa. Fakta ini harus segera disadari oleh umat, dan segera bangkit untuk merubah keadaan ini. Jangan sampai murka Allah Swt. menghampiri kita.

Bagi orang-orang yang yakin, kondisi ini adalah fase yang pasti dilalui. Karena, fase inilah yang akan menghantarkan kita pada sebuah kemenangan yang sudah dijanjikan Allah Swt. kepada kita.

“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barangsiapa (tetap) tetap kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (TQS. An-Nur [24]: 55)

Masa itu akan segera tiba. Namun Allah Swt. telah berjanji bahwa kemenangan itu, tidak diberikan kepada sembarang orang muslimin. Ia hanya diberikan kepada kelompok tertentu yang memiliki sifat-sifat khusus. Kelompok ini langsung disiapkan, dibentuk, dan dibina oleh Allah Swt. sendiri agar layak menang dan berkuasa di bumi. Mereka akan mengemban amanah untuk untuk mengembalikan hukum-hukum Allah Swt. tegak kembali di muka bumi. Ath-Thaifah al-Manshurah (Kelompok Pemenang). Kelompok inilah yang dimaksud oleh Rasulullah saw. dalam sabdanya:

“Di antara umatku senantiasa ada orang-orang yang menang karena berpegang erat dengan kebenaran. Siapapun yang berusaha mencampakkan mereka tidak bisa membahayakan mereka hingga datang Hari Kiamat, mereka tetap seperti itu.” (HR. al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Kelompok pemenang yang berpegang teguh pada kebenaran ini tidak mengandalkan jumlahnya yang banyak. Mereka selalu menjadi kelompok minoritas. Orang-orang yang beriman dan meraih kemenangan atas musuh-musuh mereka bukan dengan jumlah yang besar dan senjata mereka. Namun, mereka meraih kemenangannya karena mereka berpegang teguh pada agama ini.

Fakta ini bisa kita temukan, ketika peperangan yang dilakukan oleh Rasulullah saw. bersama para sahabat. Mereka menang bukan karena jumlahnya yang besar dan senjatanya yang canggih. Mereka menang karena berpegang teguh kepada akidahnya. Kekuatan ruhiyah yang mereka miliki, menakutkan pasukan musuh di medan peperangan.

Hal ini sebagaimana pernah dikatakan oleh Abdullah bin Rawahah ra. saat terjadi perang Mu’tah, “Kita tidak memerangi musuh dengan senjata, kekuatan dan pasukan besar. Kita tidak memerangi mereka kecuali dengan agama ini, yang dengan itulah Allah memuliakan kita.” (Ibnu Hisyam, Sirah Ibnu Hisyam, II/735)

Oleh karena itu, marilah kita menjadi bagian dari kelompok pemenang, yang akan menyambut kemenangan yang sudah dijanjikan Allah Swt. Jumlahnya kecil, tetapi ruh keimanan yang tinggi yang membuat mereka layak menjadi pemenang. Orang yang paling taat kepada Allah Swt. adalah orang yang paling membenci kepada kemaksiatan, termasuk kemaksiatan yang saat ini ada di hadapan kita.

Sesungguhnya ketentuan-ketentuan Allah Swt. (sunatullah) itu tidak dikhususkan kepada sembarang orang. Kemenangan ada sebab-sebabnya, kekalahan pun demikian. Siapa saja yang dikehendaki Allah Swt. memiliki sebab-sebab pembawa kemenangan, Allah Swt. pasti akan menolongnya. Sebaliknya, siapa saja yang tidak Allah Swt. kehendaki memiliki sebab-sebab pembawa kemenangan, maka silahkan untuk menyalahkan dirinya sendiri.

“Pahala dari Allah itu bukanlah menurut angan-angan kosong kalian dan tidak menurut angan-angan Ahlu kitab. Siapa saja yang mengerjakan kejahatan, niscaya ia dibalas karena kejahatan itu.” (TQS. An-Nisa [4]: 123)

Marilah, kita melayakkan diri untuk berada di kelompok pemenang. Kita sambut kemenangan yang sudah dijanjikan Allah Swt. kepada orang-orang yang yakin. Aktivitas menegakkan khilafah Islam adalah satu-satunya kewajiban yang harus segera kita lakukan untuk menyambut janji Allah Swt. dan bisyarahnya Rasulullah saw.

Wallahu a’lam bishshawaab

About Post Author