04/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Solusi Tuntas Bencana Banjir


Oleh : Umum Abror
Pengajar

Bencana banjir di daerah Bandung bukanlah suatu hal yang baru. Pasalnya, setiap musim penghujan tiba beberapa daerah di Kabupaten Bandung selalu menjadi daerah langganan banjir. Padahal berbagai upaya telah ditempuh oleh Pemkab Bandung guna mengatasi musibah ini. Salah satunya dibangunnya kolam retensi dan rumah pompa untuk menangani banjir di Kompleks Bumi Harapan, Desa Cibiru Hilir, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Dilansir oleh Tribunjabar.Id pada Kamis (26/11/2020) Bupati Bandung, Dadang M Naser mengatakan bahwa kolam retensi dan rumah pompa di Bumi Harapan atas kesepahaman fasilitas sosial dan umum yang sudah diserahkan ke Pemda Bandung. Menurutnya, di Bumi Harapan ada fasos (fasilitas sosial) dan fasum (fasilitas umum) sekitar 11 hektar.

Jika bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Bandung selalu saja berulang meskipun pemerintah telah berupaya memberikan solusi untuk menanggulanginya, tetapi belum ada yang mampu menyelesaikan permasalahan banjir ini bahkan banjir semakin meluas dari tahun ke tahun.

Lantas apakah yang menjadi akar dari permasalahan banjir di Kabupaten Bandung ini? Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka harus dilihat faktor-faktor yang melatarbelakanginya.

Jika banjir itu terjadi hanya insidental, maka itu hanya dari faktor teknis saja. Seperti rusak atau buruknya drainase, jumlahnya tidak memadai. Maka solusinya bisa dengan perawatan dan penambahan sarana drainase. Tetapi jika persoalan banjir ini terus saja terjadi dari tahun ke tahun maka pasti ada faktor non teknis yang bersifat sistemis dan itu sangat berkaitan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah. Pengelolaan tata ruang yang tidak dipatuhi, kemiskinan yang mendorong orang untuk menempati hunian dipinggir sungai keserakahan investor yang membuat daerah hulu menjadi gundul, sistem anggaran pemerintah yang tidak sesuai untuk mengatasi bencana, serta adanya pejabat yang tidak kompeten dalam membangun infrastruktur dan sebagainya.

Dan faktanya sekarang, bencana banjir terus saja terjadi bahkan semakin meluas, hal ini menandakan bahwa faktor yang melatar belakanginya adalah faktor sistemik Kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada pencegahan bencana banjir terkesan abai akan dampak yang ditimbulkan pada lingkungan seperti perijinan pembangunan yang tidak memperhatikan dampak lingkungan.

Hal ini bermuara saat negara menerapkan sistem kapitalis sekuler yang mempunyai paradigma berpikir menyerahkan pembangunan kepada mekanisme pasar dan bukan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Dengan anggapan bahwa memenuhi kebutuhan masyarakat bukanlah tanggung jawab dari negara dan bisa diserahkan kepada swasta maupun asing dengan orientasi keuntungan bagi pemodal.

Berbeda dengan Islam. Sebagai agama sekaligus ideologi yang sempurna, Islam mempunyai seperangkat aturan yang mampu mengatur dan sekaligus menjadi solusi bagi permasalahan kehidupan, baik yang bersifat teknis maupun sistemik. Dalam kepemimpinan Islam seorang Khalifah (kepala negara) wajib mengurusi rakyat sesuai dengan tuntunan syariah Islam secara kaffah (sempurna) Rasulullah bersabda:

“Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR al-Bukhari)
Dari sisi sistem perekonomian, Islam mengatur dengan rinci terkait masalah kepemilikan. Mana yang menjadi milik individu dan mana yang merupakan milik negara. Islam tidak akan membiarkan para kapitalis dan penguasa rakus untuk merusak lahan milik umum demi keuntungan sesaat.

Dalam implementasinya negara khilafah akan merancang strategi pembangunan dengan paradigma yang sahih dan komprehensif Semata-mata bertujuan mewujudkan kemaslahatan umat dan pelestarian alam dan lingkungan. Sungguh hanya Islam yang memberi aturan sempurna hingga kberkahan Allah limpahkan dari langit dan bumi. Sebagaimana yang dijajakan Allah dalam firman-Nya:

“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”(TQS. Al-A’raaf: 96)

Sudah saatnya kembali segera kepada penerapan syariat Islam secara kaffah dalam naungan khilafah. Agar permasalahan banjir dapat teratasi secara sempurna dan keberkahan menaungi kita.
Wallahu a’lam bishawwab

About Post Author