27/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Merindukan Pendidikan Berkualitas bagi Generasi


Oleh Salma Rufaidah, Sos.
Sabda Rasulullah SAW: “Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian”.
Hadist diatas menjelaskan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini serba berubah. Sesuatu yang hari ini luar biasa, tapi 10 tahun mendatang bisa jadi hanya hal yang biasa. Sesuatu yang hari ini tidak mungkin, bisa jadi 10 tahun mendatang adalah hal mudah direalisasikan.
Pentingnya pendidikan anak sebagai generasi ke depan memang bukan sesuatu yang instan. Pendidikan merupakan proses panjang yang membutuhkan dukungan dalam segala hal baik dana, sarana prasarana. Upaya mewujudkan hal tersebut, seperti yang dilansir portalbandungtimur, dilakukan dengan pemberian beasiswa sebanyak 100 orang dari keluarga penerima manfaat di Desa Sukamaju Kecamatan Majalaya berupa perlengkapan sekolah. . Penyerahan Bantuan yang berasal dari alokasi dana desa tahun anggaran 2020 itu langsung diserahkan Kepala Desa Sukamaju Acep Handana, disaksikan Sekdes Heri Supriatna serta perangkat desa lainnya, Jumat 11 Desember 2020 di Aula Desa.
Namun bantuan tersebut hanya mencukupi sekian persen saja dari total kebutuhan beasiswa yang dibutuhkan. Apalagi kebutuhan tersebut tidak hanya perlengkapan sekolah , tapi sarana prasarana yang menunjang. Ditambah tingkat kemiskinan terlebih sejak pandemi ini mengalami peningkatan . Bila melihat kebutuhan saat ini, media pendidikan sangat dibutuhkan. Media pendidikan adalah segala sarana dan prasarana yang digunakan untuk melaksanakan program dan kegiatan pendidikan. Setiap kegiatan pendidikan harus dilengkapi dengan sarana-sarana fisik yang mendorong terlaksananya program dan kegiatan tersebut sesuai dengan kreativitas, daya cipta, dan kebutuhan. Sarana itu dapat berupa buku-buku pelajaran, sekolah/kampus, asrama siswa, perpustakaan, laboratorium, toko-toko buku, ruang seminar -audiotorium tempat dilakukan aktivitas diskusi, majalah, surat kabar, radio, televisi, kaset, komputer, internet, dan lain sebagainya. Mengenai pengembangan teknologi dan sains, seakan menjadi hal yang sangat penting pada generasi hari ini sedang tumbuh di masa teknologi canggih, agar bertambah wawasan dan ilmunya. “Ajarilah anakmu sesuai dengan zamannya,” begitu sabda Nabi. Sehingga mereka bisa berlaku bijaksana dalam memanfaatkan teknologi.. Masalah karakter dan moral masih menjadi PR besar. Sistem sekuler menafikan peran Tuhan dalam kehidupan. Generasi semakin jauh dari nilai Islam. Mereka justru lebih dekat dengan nilai liberal dan kental dengan nilai-nilai Barat. Buah dari kehidupan sekuler liberal yang dijalankan. Generasi kehilangan jati diri hakikinya sebagai hamba. Mereka tak lagi memiliki visi misi mulia di dunia. Kesenangan dunia seolah menjadi prioritas kehidupan.Harus diakui bahwa bermunculan masalah pendidikan yang terus saja terjadi dilatarbelakangi dari akar masalah yang mengelilinginya. Maka dari itu, untuk mewujudkan kembali output yang luar biasa sangat berkualitas kejayaannya di masa keemasan Islam, maka haruslah mengambil semua aspek dalam hal yang berkaitan dengan pendidikan masa itu. Mengapa demikian? karena sistem pendidikan Islam telah terbukti banyak melahirkan generasi emas yang lahir dari sistem yang berlandaskan akidah Islam bukan sekularisme, yang memisahkan agama dari kehidupan. Juga tidak di dukung demokrasi yang sudah sangat terasa kecacatan dan kelemahan sampai detik ini. Di masa Khilafah Islam telah banyak lahir generasi cemerlang yang unggul. Keunggulan yang sudah satu paket, yaitu selain dalam ilmu saintek, mereka pun sukses menjadi ulama yang  faqih fiddin. Keseimbangan ilmu ini terjadi karena Islam dijadikan asas dan sistem yang mengatur dunia pendidikan. Pendidikan Islam terlahir dari sebuah paradigma Islam berupa pemikiran menyeluruh tentang alam semesta, manusia, dan kehidupan dunia; sebelum dunia dan kehidupan setelahnya; serta kaitan antara kehidupan dunia dengan kehidupan sebelum dan sesudahnya. Paradigma pendidikan Islam tidak bisa dilepaskan dari paradigma Islam. Pendidikan dalam Islam merupakan upaya sadar dan terstruktur serta sistematis untuk menyukseskan misi penciptaan manusia sebagai abdullah dan khalifah Allah di muka bumi. Itulah tujuan pendidikan Islam. Asasnya akidah Islam. Di dalam Islam, negara berkewajiban memenuhi kebutuhan yang dibutuhkan manusia dalam kehidupannya. Semua ini harus terpenuhi bagi setiap individu, baik laki-laki maupun perempuan pada tingkat pendidikan dasar dan menengah. . Negara dalam Islam benar-benar menyadari bahwa pendidikan adalah sebuah investasi masa depan. Negara wajib menyediakannya untuk seluruh warga dengan cuma-cuma. Memberikan kesempatan pendidikan tinggi secara cuma-cuma dibuka seluas mungkin dengan fasilitas sebaik mungkin. Mengapa demikian? Ketika ditelaah lebih mendalam bahwa Islam menjadikan pendidikan sebagai salah satu kebutuhan primer bagi masyarakat. Bila kesadaran tersebut telah ada, maka pada masa sekarang jika kekayaan sumberdaya alam dikelola Negara (Khilafah) dengan benar maka bukan tidak mungkin sistem Pendidikan Khilafah dapat diterapkan menggantikan sistem pendidikan sekuler saat ini.

About Post Author