04/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Demokrasi Mati, Saatnya Islam Kafah Tegak

Oleh : Ummu Mubarak
Ibu Rumah Tangga dan Member AMK

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (TQS. Ar-Ruum [30]: 41)

Sebentar lagi tahun 2020 akan berlalu, tahun 2021 akan segera kita songsong. Jika mencermati lintasan peristiwa sepanjang tahun 2020, tidak ada perubahan signifikan yang dirasakan oleh rakyat. Krisis ekonomi, kejahatan semakin merajalela, harga-harga melambung tak terkendali, korupsi merebak di mana-mana, begitu juga prostitusi bak jamur di musim hujan. Pembunuhan tanpa hak, menjadi pemandangan yang menyayat hati. Kerusakan yang digambarkan pada ayat di atas benar adanya terjadi saat ini.

Demokrasi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat hanya kebohongan belaka. Tidak seindah jargonnya. Kegagalan demokrasi adalah fakta yang bisa diindera dan dirasakan saat ini. Kerusakan demi kerusakan terus terjadi hampir di seluruh sendi kehidupan. Kematian demokrasi tinggal menunggu waktu. Sikap otoriter yang melekat pada rezim yang berkuasa adalah indikator kematiannya.

Kondisi ini seharusnya menyadarkan umat, bahwa aturan yang dipakai dalam demokrasi berasal dari manusia yang mempunyai sifat lemah dan terbatas. Kita tidak bisa berharap akan terwujud perubahan hakiki kepada demokrasi. Saatnya umat mencampakkan demokrasi dan beralih kepada Islam kafah yang datang dari sisi Allah Swt. Sang Mudabbir.

Umat jangan lagi berpikir, bahwa hukum Islam bisa dikompromikan dengan demokrasi. Demokrasi adalah sistem kufur. Kebatilan sampai kapan pun tidak bisa disatukan dengan kebenaran yang datang dari sisi Allah Swt.

“Dan janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebatilan dan janganlah kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya.” (TQS. Al-Baqarah [2]: 42)

Penerapan Islam secara kafah, itulah satu-satunya yang bisa menyelamatkan umat ini dari keterpurukkan yang terjadi. Harapan masa depan yang lebih baik dan keberkahan hidup bagi bangsa ini hanya bisa kita gantungkan kepada khilafah. Sebuah institusi yang bisa menerapkan hukum-hukum Allah Swt. secara menyeluruh. Sehingga tatanan hidup manusia akan berjalan sesuai fitrahnya sebagai hamba.

Khilafah adalah penjaga syariah, maka khilafah tidak akan pernah melakukan kezaliman terhadap rakyat. Sebaliknya, khilafah akan mewujudkan kesejahteraan sepanjang mata memandang. Terbukti 13 abad, khilafah telah berhasil menjadi sebuah peradaban agung yang layak memimpin dunia. Oleh karena itu, menegakkan kembali khilafah adalah sesuatu yang mendesak. Khilafah Islamiyah yang akan menjadi jawaban dan solusi satu-satunya atas karut marutnya politik yang mendera Indonesia.

“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan. (TQS. Al-A’raf [7]: 96)

Wallahu a’lam bishshawwab

About Post Author