29/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

INTEGRITAS DAN DAYA JUAL KE-ISLAMAN UMAT


by: B.H. Saeful Anwar

Banyak opini masyarakat secara umum berbagai kalangan dalam menyikapi serta menilai pandangan politik kekinian pada 3 versi, adalah : 1). Sikap aktif, yaitu melibatkan diri atau berperan secara langsung dalam pergulatan politik tanpa keberpihakan, baik melalui media tulisan atau pergerakkan langsung, dengan pembekalan keselarasan berpikir secara Objektif Sistematis DAN Toleran, yang memiliki dasar dari sumber kebenaran yang bersandar pada 2 konstitusi yaitu Syari’at Islam SEBAGAI identitas muslim(Al-Qur’an & Sunah) DAN konstitusi negara SEBAGAI warga negara (Pancasila & UUD ’45), yang memiliki tujuan positif UNTUK kemajuan DAN perkembangan bangsa DAN negara. 2). Sikap Pasif, yaitu salasatu sikap acuh/tidak peduli dengan lebih memiliH jalan apa adanya dan menerima apa adanya. 3). Sikap Reaktif, yaitu salasatu Sikap reaksionis yang arogansi dalam keberpihakan juga SEBAGAI wujud loyalitas UNTUK kepentingan kelompok atau golongannya TANPA keselarasan berpikir secara Objektif Sistematis DAN Toleran. Ketiga hal tersebut merupakan hak preogratif masyarakat yang tidak harus dipaksakan muncul secara legalitas, namun secara alami akan ada karena itu merupakan bagian kebebasan masyarakat itu sendiri berpendapat dari hasil melihat, mendengar DAN mengalami. 3 versi opini tersebut dapat berkembang DAN merebak disalah gunakan pihak2 tertentu UNTUK pengangkatan Isyu KE tengah masyarakat lebih luas dalam upaya provokasi yang menginginkan perpecahan.
Ok disini saya tidak akan mengulas apa saja permasalahan atau Isyu yang tengah ada DAN tengah booming DI negara kita kini, namun disini saya ingin mengangkat satu permasalahan yang menurut saya SEBAGAI sumber dari Sikap yang sangat penting DAN wajib kita jalankan SEBAGAI UMAT Islam dalam urgensi pengambilan peran politik, karena jika tidak kita ambil peranan itu maka peranan akan diambil DAN dikuasai pihak2 lain yang tidak berharap bangsa DAN negara kita secara utuh menggapai kemerdekaan sebenarnya.
UMAT kini merindukan sosok SEBAGAI pemimpin UNTUK SEGALA permasalahan yang ada. Dimana sosok tersebut dijadikan ICON, syimbol untuk SEGALA harapan DAN keinginan UMAT, khususnya UMAT Islam SEBAGAI mayoritas UMAT yang ada DI negara kita. UMAT yang tengah kebingungan mencari, saat sudah merasa mendapatkan apa yang dicarinya, tiba2 harapannya terpangkas bahkan terbunuh oleh SEGALA peraturan rezim yang Sudah berhasil meng-obok2 kebenaran dengan diganti banyak kebohongan UNTUK membunuh karakter UMAT DAN pembodohan masa belaka.Walhasil dari dampak semua itu UMAT menjadi tambah geram DAN semakin berani untuk membangkang meskipun banyak aturan DAN Undang2 baru rezim yang mengikat SEGALA kebebasan berpendapat DAN pergerakkan UMAT beseta tokoh2 negarawan, ulama DAN sejumlah elemen mujahid DAN mujahidah dalam ormas2 Islam yang bertolak belakang pada Sikap rezim yang otoriter kini. Disini kegeraman dibalas kegeraman, hingga memuncak akhirnya pada perang pemikiran yang dapat berpeluang pada perang fisik dalam negara sendiri, hingga bangsa hancur karena kekuasaan menjadi kekuatan rezim UNTUK melumpuhkan kehidupan UMAT yang berharap UMAT dapat terpecah belah melalui adu domba Isyu permasalahan yang mereka jadikan peluru pengalihan Isyu central sebenarnya yang kini tengah berproses DI belakang panggung kekuasaan.
Integritas dalam diri UMAT Islam secara tidak langsung sebenarnya Sudah ada. Jiwa luhur SEBAGAI muslim yang memiliki kewajiban UNTUK dapat menempatkan diri SEBAGAI Juru Kampanye SEGALA bidang dalam Syari’at Islam yang kita emban. Oleh hal itu substansi dalam mengambil peran politik dalam Islam Sudah jelas wajib kita ambil posisi segera secara serentak oleh UMAT Islam DI seluruh pelosok tanah air khususnya DAN umumnya UMAT Islam DI penjuru dunia, karena menyangkut laju kembang kehidupan UMAT bangsa dan negara. Substansi politik tersebut ada 3, yaitu :
1). Islahul Tarbiyah. Adalah perbaikan pendidikan. Upaya UMAT menyikapi segala permasalahan disandarkan DAN bersumber pada Alqur’an sebgai pedoman kitab suci UMAT Islam dalam proses Tarbiyah mulianya adalah dimulainya pendidikan sejak dini hingga selama hidup DI dunia, yaitu pendidikan TK – Alqur’an, SD-Alqur’an, SMP-Alqur’an, SMA -Alqur’an. Tujuan tersebut SEBAGAI perbaikan dan sumber kekuatan pendidikan dasar, meskipun setelah SMA anak cucu kita mau melanjutkan sekolah bebas sesuai cita2 nya.
2). Islahul Ihtisom. Yaitu perbaikan ekonomi. Adalah gerakan belanja KE warung tetangga (muslim), Produk yang halal, SEBAGAI upaya membangkitkan ekonomi UMAT.
3). Islahul Syiasah. Yaitu perbaikan politik. Maksudnya kewajiban UMAT dalam memilih DAN memiliki pemimpin muslim yang peduli pada ajaran Islam, Anggota legislatif yang peduli pada PERDA Syari’at Islam serta menyuarakan keberpihakan pada Islam.
Demikian 3 substansi politik dalam Islam tersebut yang banyak belum difahami dan dijalankan semua elemen umat Islam yang kini seakan rancu kita simak dan banyak penyimpangan pendapat yang kian hari semakin membuat bodoh masyarakat khususnya umat Islam itu sendiri karena terombang ambing kondisi riil kekuasaan rezim yang kian memabukkan dan berupaya memecah belah persatuan umat. Namun saya berkeyakinan penuh pada hal yang saya sampaikan diatas dalam sumber pemikiran secara Objektif Sistematis Toleran (ESM Theory OST- JUBEDIL), semua akan indah pada waktunya, dimana semua umat dapat berlaku Jujur Benar dan Adil, bersatu memperjuangkan kemerdekaan sesungguhnya untuk keadilan bangsa dan negara kita agar tidak lepas pada tangan kekuasaan kelompok rezim yang dzolim dan ingkar pada kebenaran yang nisbi, dengan istiqomah pada identitas juang serta integritas keumatan sebenarnya sebagai sumber kekuatan bergerak.

Kota Tasikmalaya,
Senin 28 Desember 2020


SALAM OST- JUBEDIL
“FastabiqulKhoerot”

About Post Author