30/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Moderasi Agama Mengancam Generasi


Oleh : Ummu Abror
Pengajar


Radikalisme lagi-lagi menjadi topik yang diangkat oleh pemerintah pada akhir tahun 2020 ini. Pasca kembalinya HRS ke Indonesia dan terbunuhnya 6 laskar FPI yang usia mereka masih muda menjadi salah satu alasan penting adanya moderasi agama. Dilansir dari Galajabar.com pada Kamis 24/12/202, sebanyak 15 kyai muda yang tergabung dalam Forum Kyai Muda se-Kabupaten Bandung menyatakan sikap mendukung pemerintah dalam menegakkan hukum dan pembubaran ormas radikal.
Pernyataan ini dideklarasikan secara bersama-sama dalam kegiatan mudzakaroh kyai muda se-Kabupaten Bandung di Pondok Pesantren Baitul Arqom Al Islami Jalan Raya Pacet Desa Mariyung Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung.
Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Fachrul Razi yang saat itu masih menjabat sebagai Menteri agama, ia menyatakan bahwa dalam moderasi agama pelibatan generasi kyai muda merupakan hal yang strategis, mereka bisa dibidik sebagai corong dan merupakan penentu bagi keberhasilan moderasi agama ini.
Pertanyaannya adalah mengapa moderasi agama ini diaruskan? Jika dilihat narasi itu dilancarkan seiring dengan derasnya arus Islam politik dengan gagasan Khilafah sebagai solusi atas berbagai problem negeri ini. Dakwah Islam telah berhasil membuka mata umat bahwa krisis yang terjadi akibat dari sistem rusak yang diterapkan. Yaitu sistem Kapitalis sekuler yang mengagung-agungkan kebebasan, sehingga melahirkan berbagai krisis dalam kehidupan.
Dan jika kita perhatikan narasi moderasi Islam bagi kaum milenial ini sangat berbahaya, diantaranya: Pertama mencetak generasi yang sekuler, menolak pemberlakuan syariat secara totalitas, membiarkan penyimpangan akidah maupun syariat, dan menganggap Islam sama dengan aturan lain. Kedua, menyesatkan generasi muda, sehingga menganggap moderasi agama adalah bagian dari Islam, sehingga mengkompromikan syariat Islam berdasarkan asas manfaat. Padahal Allah berfirman dalam QS Al Baqarah : 42 yang artinya:
“Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan jangan kamu sembunyikan yang hak itu, sedangkan kamu mengetahui.”
Ketiga, mencetak generasi muda yang berkarakter Barat pemuja kebebasan. Keempat, menjadikan para pemuda sebagai pejuang dan pembela pemikiran-pemikiran kufur produk Barat.
Dengan keempat hal tersebut, Barat melalui tangan pemuda muslim mencoba menghadang kebangkitan Islam dan tegaknya Khilafah. Moderasi agama, pada realitanya adalah ajaran agama Islam yang menyimpang dan justru diaruskan untuk dipropagandakan sebagai Islam yang terbaik bagi umat. Dan lebih parahnya lagi, pelaku yang dibidik adalah dari kalangan kyai muda.
Kyai adalah sebutan untuk orang yang memiliki pemahaman agama yang mendalam. Dukungan mereka terhadap pembubaran ormas radikal justru tidak sejalan dengan gelar yang disandangnya. Karena yang di maksud ormas radikal adalah yang bertentangan dengan kepentingan penguasa. Artinya, para kyai ini justru terperangkap dalam jebakan moderasi Islam yang dilancarkan oleh barat.
Seharusnya para kyai muda merupakan harta berharga umat, sebagai mesin penggerak bagi kebangkitan umat. Oleh karena itu generasi muda seharusnya tidak cukup dengan mewaspadai moderasi agama, bahkan sudah saatnya mereka sadar bahwa di pundak mereka kelak akan diletakkan amanah memimpin umat, sehingga mereka memiliki sikap berpihak pada Islam ideologis, bukan bersikap netral bahkan oportunis demi mencari keuntungan duniawi.
Wallahu a’lam bishawwab.

About Post Author