25/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Sistem Islam Wujudkan Masyarakat Cerdas, Kritis dan Peduli

Oleh: Wida Ummu Azzam
Ibu Pemerhati Umat

Tahun 2021 pemerintah akan mengaktifkan kepolisian siber.
Menurut Menko Polhukam Mahfud MD polisi siber akan diaktifkan secara sungguh-sungguh karena terlalu toleran juga akan berbahaya. Adapun polisi siber yang dimaksud Mahfud berupa kontra narasi.

Pengamat media sosial Enda Nasution mengatakan, negara memang perlu hadir di ruang ruang digital, termasuk di media sosial.
Menurutnya ruang digital juga merupakan ruang publik yang membawa dampak signifikan pada beberapa aspek.
(KOMPAS.com 26/12/2020)

Tetapi adanya program ini tentu menimbulkan pro dan kontra,bahkan banyak pihak yang menyayangkan keputusan pemerintah ini.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera sangat menyesalkan keputusan pemerintah tersebut. Apalagi, saat ini Indonesia tengah dalam kondisi demokrasi yang sangat memprihatinkan.
Menurutnya, dengan diaktifkannya polisi siber, dikhawatirkan kebebasan sipil dalam berdemokrasi akan dibungkam.

Dia juga mengatakan, seharusnya polisi siber dikerahkan untuk persoalan yang lebih genting, seperti kejahatan siber yang di antaranya cracking, peretasan data, dan online money laundering.

Mardani Ali Sera menjelaskan, menurut laporan Financial Service Information Sharing and Analysis Center (FS-ISAC), Indonesia termasuk dalam daftar 10 negara di dunia yang rentan akibat kejahatan siber.(AKURAT.CO 29/12/2020)

Adanya pengaktifan polisi siber menunjukkan bahwa demokrasi semakin menunjukan sifat asli sesungguhnya.
Pemerintah seakan-akan tidak ingin dikritik sekalipun berbuat semena-mena terhadap rakyat.

Demokrasi yang diagung-agungkan, mampu membungkam rakyat dengan jeratan undang-undang yang mereka buat, padahal katanya arti demokrasi sendiri kebebasan berpendapat. Namun mengapa faktanya justru terhadap rakyat yang kritis mereka membungkam bahkan dijerat dengan pasal-pasal yang akhirnya masuk kedalam bui.

Wajah buruk demokrasi kini kian terlihat di depan mata, dengan demokrasi rakyat ditakut-takuti dengan berbagai macam UU yang menjerat jika mengatakan kebenaran yang tak sesuai dengan jalan pemerintah dan penguasa. Namun sebaliknya ketika pendapat itu sesuai dengan keinginan penguasa walau menyakiti rakyat, negara tak akan mengambil tindakan apa pun seakan menutup mata dengan apa yang terjadi.

Padahal sudah sepantasnya seorang pemimpin mendengarkan aspirasi rakyatnya baik lisan maupun tulisan, bukan malah membungkamnya dengan berbagai macam ancaman yang membuat mereka takut, hingga pasrah dan tunduk pada kezaliman.

Padahal di dalam Islam menyeru kepada yang baik dan mencegah dari hal yang buruk itu adalah kewajiban.

Allah ﷻ. Berfirman “Hendaklah ada diantara kalian ‘umat’ yang menyeru kepada Islam dan memerintahkan pada kemakrufan serta mencegah dari kemungkaran. Mereka itulah, orang-orang yang beruntung.” (Q.s Ali Imran : 104).

Jadi jelas kita tidak boleh diam ketika melihat kezaliman.

Pemimpin wajib untuk dikritik ketika berbuat salah, bahkan dikatakan sebaik-baik jihad bagi yang melakukan kritik tersebut.

Rasulullah ﷺ . bersabda “Sebaik-baik jihad adalah kata-kata yang haq (yang dinyatakan) kepada penguasa zalim. (H.R. Ahmad, Ibn Majah, at-Thabrani, al Bayhaqi dan an- Nasa’i).

Kedudukkan amar ma’ruf dan nahi mungkar kepada penguasa merupakan perbuatan yang terpuji bagi orang-orang yang melakukan aktivitas tersebut.

Memberikan nasehat kepada penguasa merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan umat muslim sebagai tanda rasa sayang dan cintanya rakyat kepada pemimpin,agar bangsa dan negaranya selamat dari kehancuran,baik pada diri sang pemimpin maupun bangsa dan negaranya.

Islam melahirkan pemimpin tidak anti kritik,berbeda hal nya dengan demokrasi yang melahirkan pemimpin anti kritik.

Sudah saatnya buang demokrasi ke tempat sampah peradaban yang sudah semakin terlihat kebobrokannya. Sudah saatnya pula terapkan Islam kafah dalam bermasyarakat dan bernegara karena sudah terbukti 13 abad lamanya mampu menyejahterakan manusia baik muslim maupun
nonmuslim.

Wallahu a’lam bishshawab.

About Post Author