06/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

EGGI SUDJANA DAN KONSISTENSI PERJUANGAN MENEGAKKAN SYARIAT ISLAM Oleh : Ahmad Khozinudin (Sastrawan Politik)

Prof Dr. Eggi Sudjana, S.H, M.Si atau saya lebih karib memanggilnya dengan sebutan ‘Bang Eggi’. Seorang hamba Allah SWT yang lahir di Jakarta, pada 3 Desember 1959. Saat ini, bang Eggi telah berusia 61 tahun.

Sebulan yang lalu, pada miladnya saya sempat menggubah satu puisi untuk Bang Eggi. Puisi, yang substansinya memberikan semangat untuk tetap berjuang di jalan Allah SWT, menegakkan syariat Islam, terlepas apapun omongan orang.

Beberapa hari ini, Bang Eggi rutin mengirimkan beberapa link YouTube tentang sejumlah diskusi yang disampaikannya. Narasi perjuangan, tetap menjadi menu utama dalam sejumlah video yang diunggahnya.

Misalnya saja hal itu dapat dilihat dalam video berjudul : Uswah Nabi Muhammad dan Islam Rahmatan Lil Alamien. Kesesatan Demokrasi dan HAM dalam perspektif logika Al Qur’an. Ulasan Alasan Yuridis & Filosofis Tolak UU Cipta Kerja Dalam Perspektif Logika Al Qur’an. Dll.

Bang Eggi juga sering berbagi baik video maupun tulisan, tentang teori ESM OST JUBEDIL (Eggi Sudjana Mastal, Objektif Sistematis, Toleran, Jujur, Benar dan Adil). Satu tinjauan logika Al Qur’an yang dijadikan perspektif dalam membedah dan memberikan solusi terhadap berbagai problem kehidupan.

Pada bulan Mei 2020 yang lalu, Bang Eggi mengalami kecelakaan di Cibinong. Saat saya berkunjung kerumahnya, Bang Eggi mengungkapkan seperti mendapat kesempatan hidup dan tambahan usia. Mengingat, jika melihat kondisi kerusakan mobil dan TKP kecelakaan, rasanya hanya keajaiban saja yang bisa menyelamatkannya.

Bang Eggi merasa dapat tambahan usia dari Allah SWT. Karena itu, bang Eggi berazam akan terus berjuang, tanpa mengenal lelah dan tanpa merasa telah cukup dengan amal perjuangan. Terus berjuang, hingga saatnya Allah SWT menetapkan waktu, dimana seorang hamba akan dipensiunkan dari perjuangan oleh Allah SWT.

Islam dan atau syariat Islam adalah perjuangan yang dilakukan Bang Eggi sejak muda. Bahkan, resiko penjara karena perjuangan, adalah kudapan kehidupan yang biasa dilaluinya.

Pada pilpres 2019, Bang Eggi sempat di penjara secara zalim hingga dua bulan, untuk suatu kasus yang sangat dipaksakan. Hanya saja patut disayangkan, Prabowo yang dibela Umat termasuk Bang Eggi yang hingga di penjara karena seruan “PEOPLE POWER”, malah merapat ke kubu rezim. Terakhir, Sandi mengikuti jejak Prabowo menjadi Menparekraf Jokowi.

Apapun resikonya, Bang Eggi tetap konsisten berjuang. Khususnya memperjuangkan syariah Islam. Sia-sia, menurut Bang Eggi, seorang muslim yang diberi amanah kekuasaan jika tidak digunakan untuk memperjuangkan syari’at Islam.

Bang Eggi sejak di HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) konsisten mempertahankan asas Islam, dan memilih jalan ‘melawan rezim’, ketimbang berkompromi dan menanggalkan asas Islam. Karakter pejuang Islam, telah ada pada Eggi Sudjana muda, hingga saat ini yang telah memasuki usia senja.

Teruslah berjuang Bang Eggi Sudjana, berjuang untuk Islam. Jangan rehat, jangan menepi, hingga Allah SWT menangkan agama ini, atau kita binasa karenanya.

Sesungguhnya pertolongan dan kemenangan itu dekat. Sesungguhnya, hari dimana Allah SWT akan memuliakan orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, mengokohkan kedudukan mereka sebagai penguasa di bumi, dan menukar keadaan mereka dari ketakutan menjadi aman sentosa, waktunya akan segera tiba. Mereka, tidak menyembah selain kepada Allah SWT, dan tiada menyekutukan Allah SWT dengan sesuatu apapun.

About Post Author