23/04/2021

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Kasih Sayang Bunda Berbuah Derita

Oleh: Bunda Ilman
Praktisi Pendidikan

Inilah negeri sejuta cerita yang menguras air mata,tak pernah berhenti dari masalah karena hukum yang digunakan berasal dari manusia. Durhaka pada orang tua di negeri ini terus terjadi seolah penguasa menganggap hal yang biasa dan tak pernah mau mencari kan solusi.

Seperti yang terjadi dengan kisah yang terjadi di Jawa , akibat durhaka pada ibunya hingga banyaknya tekanan dari masyarakat yang mendesak A (19) untuk menarik tuntutan terhadap ibunya S (36) tidak menggoyahkan hati A . Menurutnya hal ini akan terus dilakukan untuk mencari keadilan. Sungguh miris.
(detiknews, 09/01/2021)

Peristiwa anak yang ingin memenjarakan orang tuanya, sudah berulang kali terjadi di negri tercinta ini, setelah sebelumnya kasus anak di NTB yang bermasalah dengan ibunya terkait sepeda motor.

Kasus yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya dibenak kita, nyata terjadi di tengah masyarakat kita. Ada dengan keluarga muslim saat ini?

Kurangnya fokus pendidikan yang dilakukan oleh orang tua saat ini adalah satu penyebabnya. Munculnya karakter – karakter anak yang membangkang menjadi permasalahan yang tidak berhenti di sitem sekarang, ulah para remaja banyak yang membuat pusing tujuh keliling para guru dan orang tua.

Orang tua dalam sistem sekularisme sekarang, seolah hanya sebagai penyedia berbagai kebutuhan untuk anak, tanpa mendidik dan mengasuh lebih intens dan serius membentuk menjadi hamba Allah yang sesungguhnya. Setelah kebutuhan materi telah selesai mereka berikan, maka kewajiban pun selesai. Di sisi lain, para anak menjadi anak yang menuhankan kemewahan dan kesenangan hidup, terus merongrong kepada orang tua untuk dipenuhi. Dan muncullah anak – anak yang manja, tidak bertanggung jawab dan kurang ajar. Gaya hidup liberalis dan hedonislah yang menjadi penyebab kerusakan moral saat ini.

Sedangkan Islam dengan aturannya akan memastikan kemurnian fitrah manusia berupa berbagai naluri yang ada pada diri manusia. Sehingga tetap menjadi manusia yang seutuhnya, mempunyai hati dan menjaga hubungan antara orang tua dan anak, juga interaksi yang ada didalamnya sehingga berjalan dengan harmonis. Islam menetapkan kewajiban orang tua untuk mengarahkan anak – anaknya, menjadi manusia sesungguhnya yaitu hamba Allah.

Dengan mentalitas seorang ibu sebagai ummu warabatul bait akhirnya anak tidak keluar jalur dari pengasuhan dan mendapatkan kasih sayang secara utuh. Ibu pun ikhlas mengharap ridha Allah dalam mendampingi anak – anaknya. Anak adalah aset akhirat, bukan dipandang sebagai aset materi seperti ajaran sekuler kapitalisme.

Disamping peran orang tua, tentu saja peran masyarakat sangat penting dalam keharmonisan keluarga dan perkembangan anak. Kondisi masyarakat yang individualis akhirnya mengindahkan konsep amar ma’ruf nahi mungkar yang merupakan pondasi menyebarnya kebaikan. “Yang penting urus urusan sendiri” menjadi jargon tak terlihat saat ini. Orang sudah jengah untuk mengingatkan. Akhirnya kemungkaran semakin semarak dan keluarga muslim pun menjadi sasarannya.

Terakhir, kokoh tidaknya keluarga muslim tentu di dukung oleh negara. Dengan penerapan syariat Islam secara total akan mencegah setiap kemungkaran di masyarakat. Kemungkaran akan dicegah dengan sanksi yang tegas. Dengan dukungan media massa yang dipegang oleh negara umtuk menyebarkan tsaqafah Islam akan meguatkan akidah keluarga muslim dan ketakwaan individunya. Bukan malah menjadi kontraproduktif terhadap akidah umat.

Nilai – nilai liberalisme yang disebarkan saat ini jelas – jelas tidak mampu memberikan ketenangan dalam hidup berkeluarga dan bermasyarakat. Munculnya generasi yang berani terhadap guru dan orang tua malah akan menjadikan negara hancur. Sebab kesuksesan akan hadir dari keluarga yang harmonis bukan dari keluarga yang terpecah belah. Karena mental anak akan terbentuk dari situ.

Fungsi keluarga akan berjalan dengan baik dengan sokongan penuh dari supra sistem yaitu sistem Islam yang berasal dari Sang Pencipta.

Bagaimana tsaqafah Islam yang akan dapat menyelesaikan segala masalah umat dari mulai masalah ekonomi, politik, sampai keluarga. Tsaqafah Islam melalui negara akan dapat menyebar ke seluruh individu sehingga memahami Islam kafah sampai ke titik keluarga. Akhirnya seluruh anggota keluarga akan ikhlas menjadi hamba Allah, dan hanya mau di atur oleh Allah Swt.

Melalui pendidikan Islam pun akan berperan membantuk anak yang berkepribadian Islam dan menjadi ahli – ahli yang paham terhadap sains dan teknologi. Sehingga ibu tidak akan was-was seperti saat ini. Kewajiban ibu akan terbantu oleh adanya negara dan masyarakat yang paham islam. Sehingga beban ibu tidak akan terlalu berat. Dengan adanya perekonomian yang disokong oleh negara yang baik berdasarkan syariat Islam, beban ibu pun tidak akan terlau berat. Dan ibu bisa fokus dengan tugasnya sebagai ummu warabatul bait.

Wallahu a’lam bishshawab.