25/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Ketika Sayang Sebatas Materi

Oleh Tri Sundari, A.KS
Member AMK dan Pendidik Generasi

“Kasih Ibu sepanjang masa kasih anak sepanjang galah,” sebuah pepatah yang menggambarkan betapa kasih seorang ibu tidak akan termakan waktu. Rasa cinta dan sayang dari seorang ibu tidak akan tergantikan dan terbalaskan sampai kapanpun. Seorang ibu akan selalu menyayangi anaknya, lain halnya dengan seorang anak terhadap ibunya.

Dilansir dari Detik.com, 9/01/2021
Di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, seorang anak telah melaporkan ibu kandungnya, yang berinisial S (36 tahun) ke polisi. Diduga S telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap anaknya. S telah melukai tanpa sengaja menggunakan kukunya, saat anaknya mendorong sang ibu hingga terjatuh.

Sang anak kemudian melakukan visum dan hasilnya muncul luka dua cm di pelipisnya. Kejadian tersebut berdampak penahanan sang ibu oleh polisi. Mirisnya, menurut kuasa hukum sang ibu, yakni Haryanto, sang anak telah membuat surat pernyataan bahwa dia tidak akan mencabut laporannya dan meminta ibunya tetap diproses hukum.

Peristiwa yang tidak kalah membuat miris juga terjadi di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Seorang anak mendatangi Mapolres Lombok Tengah hendak melaporkan ibu kandungnya K (60), ke polisi. M hendak melaporkan ibu kandungnya karena masalah motor. Tapi laporan M malah ditolak langsung oleh Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartono. (Tribunnews.com, 29/06/2020)

Jika kita melihat kejadian tersebut, pemicu masalah yang berbuntut pelaporan oleh anak kandung, berawal dari masalah sepele yang dibesar-besarkan. Dalam sistem sekuler, interaksi dalam keluarga seringkali terbatas bernilai materi saja. Hubungan ibu anak diukur dengan untung rugi.

Sistem sekuler telah gagal menghadirkan penghormatan seorang anak kepada orangtuanya, khususnya ibu. Sistem ini juga gagal menghasilkan ketenangan dalam keluarga, dan yang lebih parahnya lagi, telah menghasilkan generasi durhaka.

Hal tersebut tidak akan terjadi pada keluarga yang menjadikan Islam sebagai pedoman hidupnya. Dalam Islam, seorang anak akan dibekali pemahaman akidah Islam, disamping mendapatkan ilmu tentang pengetahuan umum. Sehingga akan melahirkan anak-anak yang berpengetahuan, bertingkah laku dan berkepribadian Islam.

Seorang anak yang dibekali pemahaman Islam, akan selalu hormat dan patuh pada kedua orangtuanya. Anak yang saleh akan memuliakan orangtuanya dan akan selalu meminta ridha dari kedua orangtuanya. Setiap perbuatannya akan selalu terkait dengan perintah dan larangan Allah Swt, sehingga dia tidak akan durhaka dengan memenjarakan ibu kandungnya.
Dari Abdullah bin ’Amru radhiallahu ‘anhuma, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua” (Hasan. at-Tirmidzi : 1899, HR. al-Hakim : 7249, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabiir : 14368, al-Bazzar : 2394).

Wallahu a’lam bishawwab

About Post Author