29/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Anak Penjarakan Ibu, Islam Solusinya!

Oleh : Neneng Sriwidianti
Pengasuh Majelis Taklim dan Member AMK

Tak percaya tetapi nyata. Masyarakat dikejutkan dengan kasus seorang anak yang mempidanakan ibu kandungnya sendiri. Ibu yang seharusnya dihormati, dan diperlakukan dengan baik. Kasus ini pun menuai kecaman dari berbagai pihak. Fakta ini, bukan hanya kali ini saja, sebelumnya di Lombok juga terjadi seorang anak yang tega melaporkan ibunya ke polisi, gara-gara sepeda motor.

Dilansir oleh detiknews.com, (9/1/2021). Seorang anak melaporkan ibunya ke polisi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah yang berinisial S (36). Kejadian ini berawal dari perebutan baju. Anaknya berinisial A (19), sempat mendorong ibunya hingga jatuh. Saat sang ibu akan kembali berdiri reflek menyentuh anaknya, dan kukunya mengenai pelipis anaknya. Dari hasil visum itulah, S dilaporkan sang anak kepada polisi dengan dugaan penganiayaan dan kekerasan dalam rumah tangga.

Fakta ini, sungguh membuat miris! Nilai liberal yang diadopsi dan diterapkan saat ini telah melahirkan generasi yang durhaka, tidak ada lagi rasa hormat terhadap ibu yang telah melahirkan dan membesarkannya. Aturan hidup yang diserahkan kepada manusia telah gagal menghasilkan ketenangan. Interaksi dalam keluarga hanya dinilai dari sisi materi, sehingga untung dan rugi menjadi pertimbangan dari setiap aktivitasnya.

Betapa sempurnanya Islam. Sebagai sebuah aturan hidup yang datang dari Allah Swt. Islam memerintahkan kepada setiap anak untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Kewajiban ini tidak gugur bila anak tersebut sudah berkeluarga. Namun sangat disayangkan, akhir-akhir ini banyak kasus yang mencederai wajibnya birrul walidain ini.

“Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, “Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar. Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.” (TQS. Luqman [31]:13-14)

Peran keluarga dalam Islam sangat penting untuk mencetak generasi yang saleh dan salehah. Menanamkan akidah yang kuat adalah tugas utama orang tua. Merekalah yang sangat mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya sendi-sendi agama dalam diri anak.

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Ibu dan Bapaknya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari)

Peran keluarga (orang tua) saja belum cukup untuk melahirkan generasi yang saleh. Lingkungan dan masyarakat pun memiliki peran penting dalam mewujudkannya. Masyarakat yang menganut nilai-nilai, aturan, dan pemikiran Islam, seperti yang dianut oleh sebuah keluarga Muslim, akan mampu mengantarkan generasi menjadi seorang Muslim sejati.

Masyarakat sekarang yang dipengaruhi oleh nilai dan pemikiran sekularisme, hedonisme, dan liberalisme menjadi tantangan berat bagi keluarga muslim. Hal ini yang menjadikan generasi terjerumus ke dalam tarikan lingkungan yang sarat dengan nilai yang bertentangan dengan Islam. Akhirnya, kasus anak penjarakan ibu, atau kasus pidana lainnya yang menyeret orang tua marak terjadi akhir-akhir ini.

Dakwah adalah aktivitas yang harus segera dilakukan. Mengubah sistem masyarakat yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam mutlak harus diupayakan. Masyarakat juga harus dipahamkan, bahwa Islam adalah satu-satunya solusi seluruh permasalahan yang terjadi. Hanya dengan menerapkan hukum Islam kafah, akan muncul generasi yang taat terhadap perintah Allah Swt. dan Rasul-Nya.

Wallahu a’lam bishshawab

About Post Author