06/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Menyadarkan Umat Pentingnya Khilafah!

Oleh: Ummu Azka
Ummahat dan Member AMK

Islam berakar kata dari “aslama, yuslimu, Islaaman” yang berarti tunduk, patuh dan selamat. Islam berarti kepasrahan atau ketundukan secara total kepada Allah Swt. Orang yang beragama Islam berarti ia pasrah dan tunduk patuh terhadap ajaran-ajaran Islam. Seorang yang harus mampu menyelamatkan diri sendiri, juga menyelamatkan orang lain. Tidak cukup selamat tetapi juga menyelamatkan.

Namun, Menteri Agama baru Yaqut Cholil Qouman yang akrab disapa Gus Yakut, menegaskan bahwa agama harus dijadikan sebagai inspirasi bukan aspirasi. Yaqut juga menyebut jangan ada lagi pemanfaatan agama untuk membenturkan kelompok satu dengan yang lain. Jangan lagi ada agama untuk membenturkan kelompok satu dengan yang lain. jangan lagi ada agama sebagai kendaraan untuk pencapaian tujuan politik yang mengganggu situasi stabilitas negara.” Demikian pernyataannya di akun Facebook resminya. (viva.co.id 24/12/2020).

Pengamat politik Islam dari Universitas Indonesia Yon Mahcmudi menganalisis alasan mengapa Jokowi memilih Gus Yaqut sebagai menteri agama baru, ditengah banyaknya calon yang layak dari NU. Salah satunya adalah untuk mengurangi pengaruh kelompok Islam garis keras yang meningkat dalam beberapa tahun belakangan ini (viva.co.id 24/12/2020).

Kelompok Islam atau Organisasi masyarakat (ormas) yang berusaha menyebarkan amar makruf nahi mungkar dan berani mengungkap borok mereka. Maka Ormas-Ormas tersebutlah yang meraka anggap sebagai kelompok garis keras dan berbahaya. karena menurut penguasa ormas tersebut akan berpengaruh kepada kepentingannya. Sehingga mereka Sehingga mereka akan berusaha menyasar ormas tersebut untuk menutupi keserakahannya.

Pernyataan Gus Yakut untuk tidak menjadikan Islam sebagai kendaraan berpolitik itu jelas bertentangan dengan Islam sesungguhnya. karena sejatinya Islam tidak bisa dipisahkan dengan politik. Karena Islam adalah politik begitu juga sebaliknya.

Jelas dengan dipilihnya Gus Yaqut sebagai menteri agama baru adalah sebagai langkah utama untuk memuluskan kebijakan-kebijakan serta menjauhkan masyarakat dari pemahaman Islam. Sehingga dengan pemahaman yang terbatas mereka akan dengan mudah mengelabui masyarakat. Yang memang saat ini masyarakat tengah dibuat bingung dengan setiap kasus yang ada di negeri ini, antara harus percaya atau tidak dengan setiap kebijakan-kebijakan saat ini. Lalu langkah apa yang harus kita ambil sebagai pengemban dakwah?

Kini, saatnya kita memahamkan umat bagaimana berpikir secara jernih. Tugas kita sebagai pengemban dakwah adalah menyelamatkan umat dari cengkramam sistem demokrasi. Memikirkan bagaimana caranya agar umat menyadari bahwa sistem ini adalah sistem batil, yang mana di dalamnya penuh dengan kecurangan serta kebohongan yang akan mengantarkan umat pada ketidakadilan. Akhirnya umatlah yang akan menjadi korban keserakahan para penguasa. Seperti apa yang telah kita rasakan saat ini.

Dakwah adalah cara yang efektif untuk menyampaikan Islam kafah kepada umat. Salah satunya menyampaikan kepada umat, bahwa betapa pentingnya keberadaan khilafah yang dipimpin oleh seorang khalifah yang nantinya akan membawa kedamaian bagi seluruh umat. karena khilafah adalah sistem yang Haq. Sehingga ketika Khilafah tegak nanti, bukan hanya umat muslim yang akan merasakan kedamaiannya, tetapi akan dirasakan oleh seluruh umat tak terkecuali nonmuslim.

Islam adalah merupakan agama yang sempurna, yang mana didalamnya mampu mengatur segala hal persoalan termasuk dalam berpolitik. Maka siapapun orangnya yang menyatakan agama tidak bisa lagi digunakan menjadi alat politik maka orang tersebut keliru besar.

Allah swt berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud membeda-bedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan, “Kami beriman kepada sebagian dan kami mengingkari sebagian (yang lain),” serta bermaksud mengambil jalan tengah (iman atau kafir). Merekalah orang-orang yang kafir yang sebenarnya. Dan kami sediakan untuk orang-orang kafir itu azab yang menghinakan. (TQS. An- Nisa: 150-151). Wallahu a’lam bishshowaab.

About Post Author