27/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Bencana Alam yang datang bertubi – tubi, Hukuman dari ALLAH SWT ataukah Sudah Tanda Akhir Zaman..??

Hanya dalam 23 hari pada Januari 2021, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mencatat telah terjadi 197 bencana di seluruh Indonesia.Hal itu disampaikan BNPB melalui akun Twitter resminya, Sabtu (23/1/2021).

Mayoritas bencana tersebut merupakan bencana hidrometeorologi atau bencana yang terjadi sebagai dampak dari fenomena meteorologi/alam.Di posisi teratas, banjir menjadi yang paling banyak terjadi dengan 134 kejadian. Disusul tanah longsor dengan 31 kejadian dan angin puting beliung dengan 24 kejadian. Sementara gempa bumi serta gelombang pasang dan abrasi masing-masing 3 dan 5 kejadian. Dari serentetan bencana itu, korban meninggal dunia tercatat mencapai 184 orang dan 9 orang hilang serta 2.777 orang terluka. Sementara, jumlah pengungsi dicatat mencapai 1.907.543 jiwa.

Yang cukup mengejutkan, jumlah tersebut lebih banyak dibanding periode Januari 2020.
Tahun lalu, di bulan yang sama, BNPB mencatat 297 bencana. Termasuk di antaranya kala itu adalah banjir DKI Jakarta dan sekitarnya. Untuk sebaran bencana di Januari 2021, terbanyak terjadi di Jawa Timur dengan 32 kejadian. Disusul Jawa Tengah (31), Aceh (26), Jawa Barat (25), Kalimantan Selatan (13), NTB (12), dan Sulawesi Utara (10).

Sementara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan skenario terburuk. Selain lantaran saat ini merupakan puncak musim hujan, juga terjadiya fenomena iklim secara bersamaan. Dampaknya, tidak lain adalah cuaca di Indonesia, sehingga patut diwasdai peningkatan bencana hidrometeorologi. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menyatakan, pihaknya sudah memberikan peringatan dini potensi terjadinya kondisi ekstrim akibat cuaca sejak Oktober 2020 lalu.

“Akibat berbagai fenomena yang dikhawatirkan akan terjadi bersamaan dengan musim hujan,” kata Dwikorita. BMKG juga memperkirakan, sejumlah daerah perlu mewaspadai potensi cuaca ekstrim. “Dan adanya potensi banjir dalam beberapa hari ke depan,” ungkapnya.

Hujan ekstrim tersebut sangat berpotensi menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi. Seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor yang dapat membahayakan bagi publik, serta hujan lebat disertai kilat/petir dan gelombang tinggi yang membahayakan pelayaran dan penerbangan.

Ditempat terpisah Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Selatan Kisworo Dwi Cahyono meminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak menyalahkan curah hujan sebagai penyebab banjir Kalsel.
“Kalau hanya menyalahkan hujan mending enggak usah ke sini,” kata Kisworo kepada Tempo, Senin, 18 Januari 2021.
Kisworo menilai kedatangan Jokowi ke lokasi banjir Kalsel semestinya menjadi momen untuk berani memanggil pemilik perusahaan tambang, sawit, hutan tanaman industri (HTI), dan hak pengusahaan hutan (HPH). “Dan kita dialog terbuka di hadapan rakyat dan organisasi masyarakat sipil,” ujarnya.

SALAH satu tanda kiamat dan akhir zaman adalah banyaknya fenomena alam gempa bumi. Hal ini dijelaskan langsung oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda :
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَكْثُرَ الزَّلاَزِلُ
‘Tidak akan tiba hari Kiamat hingga banyak terjadi gempa bumi.” (HR. Bukhari).
Dalam riwayat yang lain disebutkan gempa bumi terjadi dalam waktu yang cukup lama selama beberapa tahun. Dari sahabat Salamah bin Nufail as-Sakuni radhiallahu ‘anhu, beliau berkata :
كُنَّا جُلُوسًا عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. (وَذَكَرَ الْحَدِيْثَ وَفِيْهِ) وَبَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ مُوتَانٌ شَدِيدٌ وَبَعْدَهُ سَنَوَاتُ الزَّلاَزِلِ
“Kami pernah duduk-duduk bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam… (lalu beliau menuturkan haditsnya) dan sebelum Kiamat ada dua kematian yang sangat dahsyat, dan setelahnya terjadi tahun-tahun yang dipenuhi dengan gempa bumi.” (HR. Ibnu Majah, shahih).
Gempa terjadi karena manusia tidak lagi memperhatikan keberadaan alam dengan baik. Di mana, lahan-lahan bagi tempat tinggal alam, kini dijadikan bangunan-bangunan besar yang megah nan indah. Alhasil, penghijauan semakin menipis dan dunia semakin terkikis, akibat kerusakan yang banyak terjadi.Salah satu bentuk kerusakan ialah adanya bencana alam. Ini memang sesuatu yang ilmiah. Hadir bukan atas dasar keinginan manusia. Melainkan sudah menjadi kehendak Allah SWT. Salah satu bentuknya ialah gempa bumi. Dan biasanya kita bisa mengatasi masalah ini. Tapi, apa jadinya jika gempa bumi terjadi secara terus menerus?.

Hal inilah yang akan terjadi sebelum kiamat. Gempa bumi terjadi di mana-mana. Dan berlangsung secara terus menerus. Gempa bumi ini bisa merupakan rahmat dari Allah SWT kepada umat ini dan penghapus dosa-dosanya. Seperti dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy’ari, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Umatku adalah umat yang dirahmati Allah. Mereka tidak akan mendapat azab di akhirat. Allah menjadikan azab mereka di dunia, dengan peperangan, gempa bumi dan fitnah (musibah),” (HR. Ahmad dan Hakim. Imam Hakim menilai hadis ini berkualitas shahih).
Gempa bumi itu juga bisa merupakan hukuman untuk manusia akibat merebaknya kerusakan. Sehingga, gempa bumi itu menjadi azab dan hukuman bagi penduduk pada satu masa, Jika bencana dikaitkan dengan dosa-dosa bangsa ini bisa saja benar, sebab kemaksiatan sudah menjadi kebanggaan baik di tingkat pemimpin (struktural maupun kultural) maupun sebagian rakyatnya, perintah atau ajaran agama banyak yang tidak diindahkan, orang-orang miskin diterlantarkan. Maka ingatlah firman Allah:
“Jika Kami menghendaki menghancurkan suatu negeri, Kami perintahkan orang-orang yang hidup mewah (berkedudukan untuk taat kepada Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan daiam negeri tersebut, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya,” (Al-Isra'[17]: 16).

Apabila dikaitkan dengan ujian, bisa jadi sebagai ujian kepada bangsa ini, khususnya kaum Muslimin agar semakin kuat dan teguh keimanannya dan berani untuk menampakkan identitasnya. Sebagaimana firman Allah:
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja mengatakan: Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diujilagi?”( Al-Ankabut [29:2).

Akan tetapi, jika dikaitkan dengan gejala alam pun besar kemungkinannya, karena bumi Nusantara memang berada di bagian bumi yang rawan bencana seperti gempa, tsunami dan letusan gunung. Bahkan, secara keseluruhan bumi yang ditempati manusia ini rawan akan terjadinya bencana, sebab hukum alam yang telah ditetapkan Allah SwT atas bumi ini dengan ber bagai hikmah yang terkandung di dalamnya. Seperti pergerakan gunung dengan berbagai konsekuensinya.
“Dan kamu lihat gunung-gunung itu kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal gunung-gunung itu bergerak sebagaimana awanbergerak.(Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh segala sesuatu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.( QS. Al-Naml [27]: 88).

Di samping harus tetap bersikap optimis dan berupaya mengenali hukum-hukum Allah yang telah ditetapkan atas alam ini, adalah bijak untuk terus melakukan introspeksi terhadap keseriusan kita dalam menaati perintah-perintah Allah SwT dan menghitung-hitung kedurhakaan kita kepada-Nya.Sabda Rasulullah saw di atas patut menjadi renungan bagi bangsa ini atas berbagai bencana yang menimpa secara bertubi tubi. Allahu Akbar .. !! Wallahua’lam bisshowab

About Post Author