25/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

“MENYIMAK TANGGAPAN OPINI INTERNAL KAHMI SEBAGAI RILEKSASI SEMANGAT JUANG KADER HMI PADA TULISAN INI “

FAKTA MENUNJUKKAN BAHWA HMI MENCETAK ORANG2 OPPORTUNIST (MELIHAT REALITA KINI)
Terlalu banyak alumni HMI yg ternyata tak lebih dari opportunist, mencari posisi dan keuntungan pribadi atau kelompok. Saya tidak tahu yang dulu, tapi terus terang, menjadi ragu juga, khawatir hanya menang di pembentukan opini seolah2 dulu pejuang? Kecuali mereka yang dekat dengan para ulama.
Kalau para ulama yang lurus dari dulu pejuang, saya sangat yakin ini. Alumni HMI yang konsisten, adalah mereka yang rajin interaksi dengan kalangan ulama, atau yg terus menerus berupaya menjaga dan meningkatkan pemahaman agama.

INI CONTOH REKOMENDASI YANG ABU2, TIDAK TAJAM DAN TERKESAN ADA YANG BERLINDUNG CARI SELAMAT, PADAHAL SGT JELAS SDH BERLANGSUNG PROSES KETIDAKADILAN

Salah satu poin rekomendasi Rakernas, KAHMI mendukung penyelesaian kasus pelanggaran HAM KM . 50 secara tuntas melalui proses penegakan hukum di pengadilan yg adil, profesional dan transparan.

Rekomendasi ini terlalu umum, tidak akan ada manfaat pada eksekusi, selain menjaga wibawa seolah2 pro kebenaran, tapi sekaligus melindungi oknum2 HMI yang terlibat dalam ketidakadilan di dalamnya, contohnya Mahfud MD.

Saya sepakat memang seperti itulah kenyataannya, Sebagai realita yang harus kita akui.
Hal tsb penyebab salasatunya menurut opini Saya adalah karena adanya kesalahan dalam proses pengkaderan yang tanpa disadari dalam pola berpikir fungsi, tugas, tujuan dan tanggungjawab yg menyebabkan salah kaprah kemudian. Contoh kecil banyak terjadi adanya ketidak sinergisan dalam persepsi pembentukkan kader dlm internal pengurus, yg menyebabkan kader kebingungan dan terpecah belah pada dualisme kepemimpinan. Itulah budaya turunan dlm menguasai jabatan/posisi yg akhirnya tdk sedikit yg lahir seorg opportunis bahkan menjadi seorg kapitalis. Tidak sedikit KAHMI yg berhasil terbawa arus kesesatan rezim, yg menggila utk kepentingan pribadi dan kelompok, bukan kepentingan umat sejatinya Ghiroh yg harus mrk miliki sebagai identitas juang yg nyata mereka sering dengungkan dalam jubah kebesaran “Hijau Hitam” nya darah juang jiwa mereka. Sang Hijau Hitam pun gagal menjaga Marwah Sakti nya..dan lebih terlena dalam genggaman abadi kekuasaan duniawi semata tanpa mau siap bertarung keras mempertahankan makna Tauhid dalam keimanan yang berlanjut PADA implementasi ketaqwaan, melalui sikap terpuji Sabar, Syukur, Do’a, Ikhlas, Tawaqal dan Istiqomah, Sebagai upaya menata serta membangun karakter lebih baik dan benar berdasar Syari’at Islam. Dan Itulah sebagai salasatu bukti Menuju Kematian HMI…

🟩⬛ SEBAGAI CATATAN :
TULISAN INI di sadur ulang dari sebuah tulisan yang dikiriman kanda Eggi Sudjana kepada Saya, yang Saya tanggapi secara langsung dan terbuka untuk umum, baik yg masih berada pada posisi adik2 kader, dinda2 pengurus komisariat dan cabang juga alumni senior/KAHMI Dimanapun berada dengan tidak sedikitpun bermaksud adanya diskriminasi atau provokasi dri penyampaian tulisan atau tanggapan diatas, namun sebagai rasa peduli, kecintaan, serta hormat dan sayang sy pada organisasi juga dinda2 semua, dan sebagai salasatu upaya menghimpun kekuatan dalam reaktualisasi pengkaderan yang memiliki tujuan besar untuk masa depan Agama, bangsa dan negara kita, dan masa depan dinda2 semua yang sy yakini usaha akan sampai pada tujuan perjuangan sebenarnya pada waktunya sesuai proses perjalanan kedepan dan prosedural atau sesuai konstitusi yg ada, dan sebagai upaya building caracter individu kita semua, karena di tangan dinda2 sebagai generasi yg berkekuatan dan sebgai tonggak PADA perjuangan bangsa negara dan lebih utama agama ALLOH. Tanpa bermaksud menggurui semua senior saya di KAHMI yang mungkin sudah menjadi pejabat atau berposisi penting negara/kepemerintahan KINI berada.🙏🏻

“Semoga menjadi bagian motivasi terindah, Salam Hijau Hitam, Yakin Usaha Sampai dan Jayalah selalu HMI”

(by:Ibet)

About Post Author