26/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Taat Hakiki, Solusi Mengatasi Bencana Sistemik

Oleh : Ummu Mubarak
Ibu Rumah tangga

Bencana terus menimpa negeri ini. Kesedihan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, ketika menyaksikan dan mendengar berita-berita duka datangnya musibah. Tahun baru yang memilukan, di saat masyarakat berharap pergantian tahun ini akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Ternyata itu semua hanya harapan kosong.

Setidaknya, ada beberapa bencana besar yang mengguncang negeri ini, di samping bencana lainnya yang tak henti-hentinya datang silih berganti. Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182, longsor di Sumedang, banjir di Kalimantan Selatan, gempa Sulawesi, banjir di Menado, gunung meletus, pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Semuanya ini bukan hanya ditentukan oleh faktor alam yang merupakan sunatullah, tetapi diduga akibat dari tangan manusia yang ikut andil di dalamnya. Seperti banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan.

Dilansir oleh Suara.com,(15/1/2021). Direktur Ekselatif Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono, mengatakan bahwa banjir besar yang terjadi di Kalimantan Selatan yang terjadi bukan hanya sekedar cuaca ekstrem, melainkan akibat rusaknya ekologi di tanah Borneo.

“Banjir (2021) kali ini adalah bagian terparah dalam sejarah Kalimantan Selatan yang sebelumnya,” kata Kis saat dihubungi.

Bencana alam akibat kerusakan ekologi ini adalah buah busuk akibat pembangunan eksploitatif yang sekuler kapitalistik. Tahun 2020 saja tercatat ada 814 lubang tambang milik 157 perusahaan batu bara yang masih aktif bahkan ditinggal tanpa reklamasi. Ditambah perkebunan kelapa sawit yang mengurangi daya serap tanah.

Inilah, akibat diterapkannya sistem kapitalisme yang memiliki sipat bawaan merusak. Kebijakan penguasanya hanya menguntungkan korporasi dan memenuhi kepentingan mereka. Sebaliknya menimbulkan kerusakan dan kesengsaraan bagi alam, manusia, dan kehidupan. Rakyat menjadi korban dari kerakusan akibat abainya penguasa dalam mengurusi mereka.

Islam datang dari sisi Allah Swt. menjadi rahmat bagi seluruh alam. Sebagai sebuah ideologi dan solusi bagi seluruh permasalahan, Islam mengajarkan bagaimana menyikapi musibah dan jalan keluar untuk mengatasinya. Ada dua sikap yang harus kita pahami dalam memahami musibah yaitu:

Pertama, musibah yang disebabkan faktor alam yang merupakan bagian dari sunatullah atau yang merupakan ketetapan dari Allah Swt. yang tidak mungkin ditolak. Misalnya musibah gempa bumi, gunung meletus, tsunami, dan lain-lain. Sikap sabar dan rida harus dimunculkan. Selain sebagai ujian, bencana apa pun yang menimpa seorang Mukmin, sesungguhnya bisa menjadi wasilah bagi penghapusan dosa-dosanya.

“Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab (Louh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.” (TQS. Al-Hadid [57]: 22)

Kedua, musibah yang merupakan akibat dari berbagai kemaksiatan dan pelanggaran manusia. Karena mereka tidak menjalankan hukum Allah Swt. dalam mengatur kehidupannya di dunia. Terutama yang dilakukan oleh para penguasa dalam mengeluarkan kebijakannya yang zalim yang keluar dari ketentuan syariat.

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)

Umat harus memahami, bahwa sistem kapitalisme yang diterapkan adalah awal dari segala musibah yang menimpa kita. Saatnya kita mencampakkan sistem rusak ini sekarang juga. Tanpa nanti, tanpa tapi.

Ketaatan hakiki, dengan menerapkan hukum Islam kafah adalah solusi yang tepat. Agar kita terhindar dari musibah yang bersifat sistemik, yang menafikan hukum Allah Swt. dalam mengatur kehidupan baik secara individu, masyarakat, dan negara.

Oleh karena itu, berjuang untuk mengembalikan kembali hukum-hukum Allah Swt. adalah sebuah keniscayaan. Khilafah adalah institusi yang bisa mewujudkannya. Sehingga keberkahan akan melingkupi kita dari berbagai penjuru.

“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.”(TQS. Al-A’raf [7]: 96)

Wallahu a’lam bishshawab

About Post Author