30/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Solusi Tepat Untuk Menjinakkan Corona Yang Kuat

Oleh: Indriani Mulyanti, Amd.Keb
(Member Akademi Menulis Kreatif dan Tenaga Kesehatan)

Organisme mikroskopis yang mengguncang dunia, ialah virus Corona. Mayoritas negara di dunia sedang berusaha mengendalikan pandemi Corona dengan vaksinasi, termasuk di Indonesia. Vaksinasi massal di Indonesia secara resmi dilakukan pada tanggal 13 Januari 2021. Vaksin sinovac diberikan secara bertahap kepada masyarakat dengan instruksi presiden bahwa vaksinasi harus selesai sebelum akhir tahun 2021.

Namun, Corona bukanlah virus yang bisa dengan mudah ditaklukan. Virus Corona termasuk golongan virus RNA, secara alamiah selalu mengalami mutasi atau perubahan informasi genetik. Artinya, saat virus corona menginfeksi tubuh inang, maka RNA-Nya melakukan replikasi atau berkembangbiak.

Ditemukan varian baru Corona di Inggris yang bermutasi yaitu B.1.1.7, lalu mutasi lagi menjadi E484K. Berdasarkan laporan Public Health England (PHE), E484K varian baru virus Corona yang lebih menular, beresiko menjadi agak kebal terhadap kekebalan vaksin sehingga bisa menginfeksi ulang orang yang sebelumnya terinfeksi Corona (Cnbcindonesia.com, 04/02/2021).

Varian baru mutasi corona ini sangat mungkin masuk ke Indonesia, jika pemerintah tidak siap tanggap mengambil keputusan yang tepat. Mirisnya, WNA (Warga Negara Asing) masih bisa masuk ke Indonesia saat pandemi. Sabtu (23/01/2021) 153 WNA dari China masuk ke Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Bulan Juni -juli tahun 2020, 500 WNA asal China masuk ke Indonesia melalui Bandara Haluoleo, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara
(kompas.com,25/01/2021).

Padahal masuknya WNA ke tanah air bisa menjadi salah satu penyebab penularan virus Corona varian baru. Hal ini pula sangat membahayakan jika terus dibiarkan.

Pengendalian pandemi Corona akan lebih mudah jika vaksinasi dilakukan diiringi kebijakan pemerintah untuk melarang total warga asing untuk masuk ke tanah air. Karena perlindungan negara kepada rakyat harus menjadi prioritas utama pemerintah dalam mengambil kebijakan.

Dalam Islam pemimpin negara memiliki dua fungsi utama, yaitu :

  1. Pengurus Rakyat (Raa’in).

Rasulullah Saw. bersabda:

الإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya” (HR al-Bukhari).

Pemimpin negara diberikan amanah untuk mengurus kemaslahatan rakyat. Mengayomi kebutuhan masyarakat, bukan sebaliknya ingin dilayani oleh rakyat. Rakyat tidak ditelantarkan, pemerintahan ada untuk memberikan solusi kebijakan terbaik untuk setiap permasalahan rakyat. Termasuk untuk mengatasi pandemi, meminimalisir penyebaran penyakit menular dengan lockdown terbukti kebijakan yang cepat dan tepat yang di contohkan oleh Khalifah Umar bin Khattab pada saat wabah thaun.

  1. Pelindung Rakyat (Junnah)
    Nabi Muhammad Saw bersabda:

إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ

”Sesungguhnya al-Imam (Khalifah) itu perisai, di mana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dll)

Maksud hadis di atas al imam sebagai perisai bukan hanya di medan perang. Tapi dalam kehidupan sehari-hari. Seorang Khalifah / pemimpin negara wajib melindungi harta, jiwa , dan kehormatan setiap warga negaranya, tanpa terkecuali.
Pemimpin harus mampu memberikan rasa aman dan kehidupan yang layak untuk rakyatnya. Khalifah menjadi garda terdepan pelindung rakyat dari semua ancaman musuh, rasa takut, kelaparan, dan kesengsaraan.

Kita rindu pemimpin yang mencintai dan dicintai rakyatnya, pemimpin amanah, yang taat menjalankan aturan dari Rabb-Nya.

Imam Abu Hamid al-Ghazali dalam kitabnya al-Iqtishâd fî al-I’tiqâd hlm. 128 mengumpamakan diin dan kekuasaan (kepemimpinan), sebagai saudara kembar (الدّين وَالسُّلْطَان توأمان). Beliau berkata :
“Al-Dîin itu asas dan penguasa itu penjaganya, maka apa-apa yang tidak ada asasnya maka ia akan roboh dan apa-apa yang tidak ada penjaganya maka ia akan hilang.”

Semoga pandemi ini segera berakhir.

Wallahu a’lam bish-shawab.

About Post Author