04/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Potensi Umat Islam yang Menggiurkan Barat

Oleh Imas Sunengsih, S.E
Aktivis Muslimah Ideologis

Umat Islam memiliki potensi yang sangat besar, tidak hanya dari sisi kuantitas tapi juga kualitas. INDUSTRY.co.id, Jakarta-Berdasarkan data World Population Review, jumlah penduduk muslim di Tanah Air saat ini (2020) mencapai 229 juta jiwa atau 87,2% dari total penduduk 273,5 juta jiwa,(5 Mei 2020). Di Negeri-negeri muslim saat ini Allah SWT anugerahkan kekayaan yang melimpah ruah, termasuk negeri yang kita tinggali ini yakni Indonesia. Kekayaan SDA, laut, hutan, emas tambang, dan lainnya yang melimpah ruah. Untuk Hutannya saja di wilayah Indonesia adalah hutan terluas ketiga di dunia. Luas hutan Indonesia sekitar 99 juta hektar yang membentang dari Indonesia bagian barat sampai bagian timur.

Pada faktanya kekayaan yang dimiliki di Indonesia ini tidak dinikmati oleh rakyatnya. Justru kesenjangan sangat menjulang tinggi antara si kaya dan si miskin. Angka pengangguran dan kemiskinan terus meningkat setiap tahunnya. Ini disebabkan karena Indonesia mengadopsi sistem Kapitalis liberal yang aturannya bersumber dari manusia. Salah satu pasal yang menguntungkan Kapitalis yaitu pada
Pasal 83 ayat (2) UU Minerba lama mengatur batasan luas WIUPK untuk produksi pertambangan mineral logam paling banyak 25 ribu hektare. Adapun Pasal 83 (4) UU lama menyebut batasan luas WIUPK untuk produksi pertambangan batu bara paling banyak 15 ribu hektare. Dan masih banyak lagi aturan yang merugikan rakyat.
Jadi Aturan manusia tidak layak untuk mengatur kehidupan apalagi mengelola SDA, karena manusia itu lemah, terbatas, serba kurang, membutuhkan kepada yang melebihi dirinya.

Di sistem Kapitalis hanya para kapital yang memiliki modal saja yang bisa menguasai kekayaan dan tidak ada pengaturan kekayaan secara benar, sehingga kekayaan yang dimiliki Indonesia pun mereka kuasai yang harusnya kekayaan itu dinikamati oleh rakyat. Jelas sistem kapitalis merupakan sistem yang rusak dan merusak, tidak layak dijadikan aturan dalam mengatur kehidupan ataupun pengelolaan negara.

Potensi umat Islam yang besar ini seharusnya menjadi umat terbaik, sebagaimana firman Allah SWT: ” Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia”, (Ali-Imran{3}:110).

Namun hari ini umat Islam seperti buih ditengah lautan yang tidak mempunyai pengaruh, karena saat ini umat Islam tidak menerapkan syariah Islam secara kaffah oleh khilafah. Sebagaimana Rasulullah bersabda, “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian, seperti halnya orang-orang yang menyerbu makanan di atas piring.” Seseorang berkata, “Apakah karena sedikitnya kami waktu itu?” Beliau bersabda, “Bahkan kalian waktu itu banyak sekali, tetapi kamu seperti buih di atas air. Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn.” Seseorang bertanya, “Apakah wahn itu?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati,” (HR. Ahmad, Al-Baihaqi, Abu Dawud).

Dalam Islam sangat jelas pengelolaan SDA, dimana pemerintah berfungsi sebagai regulator (pengelola) dan hasilnya dinikmati oleh rakyat. Dari Ibnu Abbas RA berkata sesungguhnya Nabi saw bersabda: orang muslim berserikat dalam tiga hal yaitu; air, rumput (pohon), api ( bahan bakar), dan harganya haram. Abu Said berkata: maksudnya: air yang mengalir (HR Ibnu Majah).

Umat Islam sudah saatnya meninggalkan sistem kuffur dan kembali kepada syariah Islam sebagai aturan hidupnya dan solusi problematika umat. Syariah Islam wajib diperjuangkan oleh seluruh komponen umat Islam hingga terwujud dan tegak khilafah ala minhaj nubuwwah.

Wallahu a’lam bish-shawwab.

About Post Author