06/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Syndrome Virus Merah Jambu jadi Pandemi

Oleh Luluk Kiftiyah, S.Kom
Akademi Menulis Kreatif dan Pebisnis Online

Cintaku sekonyong-konyong koder
Karo Kowe wong ayu sing bakul lemper
Lempermu pancen super resik tur anti laler
Yen ora pethuk sedhino neng sirah gliyer

Lagu campusari karya almarhum Didi Kempot tersebut sudah sangat terkenal. Lagu tersebut menggambarkan cintanya sekonyong-konyong pada kekasih. Seolah, tak bertemu sehari saja sudah merasakan rindu yang memuncak.

Bicara cinta, di bulan Februari ini semua mendadak serba pink. Kita lihat saja di mall, supermarket, rumah makan dan beberapa tempat umum lainnya didekorasi dengan suasana pink. Terutama penjual coklat dan bunga mendadak banjir orderan. Lantas ada apa di bulan Februari?

Tentunya kita tidak asing lagi dengan hari “Valentine’s Day”. Dimana sepasang kekasih merayakan valentine’s day dengan memberikan hadiah pada pasanngannya. Itulah cara mereka mengekspresikan yang katanya “Cinta”. Cinta tumbuh dari kebiasaan. Berawal dari sebuah chat singkat atau pertemuan singkat. Lalu dipupuk dengan saling memberikan perhatian, hingg tak jarang sampai ada yang rela mempersembahkan sesuatu yang paling berharga dalam diri mereka pada kekasihnya.

Inilah syndrome virus merah jambu yang berawal dari kebiasaan. Dia akan berkembang seperti virus yang menjangkiti hati dan mentupi mata hati. Kita lihat saja, tak jarang pelajar yang hamil di luar nikah, seperti kisah siswi SMP yang dihamili pacar temannya dan mau menggugurkan kandungannya. (detik.com, 17/12/2020)

Hal serupa juga terjadi di IGD RSUD Kota Mataram, bahwa seorang pasien yang datang bersama kekasihnya mengalami pendarahan karena berusaha menggugurkan janin 6 bulan yang dikandungnya. Pendarahan tersebut terjadi setelah pasien mengonsumsi obat penggugur kandungan. (kompas.com, 04/12/2020)

Mirisnya, hal seperti ini sudah menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat. Apalagi sejak masuknya budaya jahiliyah valentine’s day di negeri ini, angka hamil di luar nikah semakin tinggi.

Asal mula valentine’s day ini ada banyak sumber. Salah satunya adalah, valentine’s day merupakan budaya kaum pagan roman. Perayaan yang berlangsung pada tanggal 13 – 18 Februari ini adalah perayaan dimana seluruh pemuda dan perempuan pagan roma dibebaskan untuk melakukan apa saja. Kaum perempuan menuliskan nama mereka dan memasukkannya kedalam botol. Kemudian para lelaki mengundinya, lelaki yang mengambil salah satu nama perempuan tersebut akan berhak dengan perempuan itu.

Mereka dibebaskan untuk berzina, telanjang ditempat umum, dan melampiaskan syahwat dengan cara apapun. Hal ini mereka lakukan dalam rangka berdoa kepada dewa Lupercus (dewa kesuburan dan pertanian) agar dilindingi dari gangguan srigala dan roh jahat.

Dari asalnya saja sudah jelas, perayaan Lupercalia (festival ijin berhubungan seks) ini bukan berasal dari Islam dan penuh kemaksiatan. Namun sayangnya, masih banyak muslim yang ikut-ikuan merayakan valentine’s day. Lalu bagaimana hukum merayakan valentine’s day?

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ , قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ : فَمَنْ
“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669)

Oleh karena itu, mengikuti valentine’s day adalah bentuk kebodohan. Maka perlu di pahami, berpartisipasi dalam bentuk apapun seperti mengikuti budaya valentine’s day bahkan sekedar mengucapkannya adalah haram hukumnya. Hal tersebut sudah dijelaskan oleh Allah SWT,
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗاِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا
Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya. (T.Q.S Al Isra’: 36)

Agar tidak terjerembab dengan budaya jahiliyah seperti ini, setiap individu harus dibekali dengan ilmu Islam. Namun untuk memberantas budaya jahiliyah valentine’s day ini tidak bisa dilakukan oleh individu saja. Memberantas budaya jahiliyah mutlak butuh peran masyarakat dan negara. Negara harus mengambil bagiannya dalam membangun akidah umat muslim, agar umat tidak mudah tersusupi oleh pemikiran barat.

Ketika masyarakatnya sudah memiliki pemikiran, perasaan dan aturan yang sama (Islam), maka akan tercipta masyarakat yang islami. Sehingga masyarakatnya bisa menjaga suasana ketaqwaan dan terbiasa dalam menjalankan amar ma’ruf nahi mungkar.

Negara juga harus berperan aktif dalam menumpas segala budaya jahiliyah. Namun hal ini akan bisa terwujud ketika negara menerapkan syariat Islam secara kaffah dalam naungan khilafah. Sebab hanya dengan khilafah, masyarakat akan terjaga akidahnya. Negara akan benar-benar meriayah umat agar menjadi masyarakat yang berkaqwah.

Wallahu a’lam bishshawab.

About Post Author