29/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Organisasi Buruh Di Indonesia Seperti Kerakap Diatas Batu

Masalah kaum buruh adalah enggan menjadi anggota serikat buruh. Keengganan buruh menjadi anggota serikat buruh, karena kurangnya pengetahuan buruh tentang perlunya kaum buruh itu sendiri untuk berserikat.

Adapun kelemahan serikat buruh, lantaran lemahnya pemahaman para aktivis atau fungsionaris organisasi buruh untuk membangun kesadaran kaum buruh itu untuk serius berserikat. Dan lemahnya dalam upaya membangun organisasi yang sehat dan kuat, karena sumber daya (kemampuan aktivis dan fungsionaris organisasi serta keuangan) tidak cukup tersedia. Namun begitu, kelemahan dari organisasi buruh atau serikat buruh sendiri pada umumnya karena kurang piawainya pengurus organisasi dalam mengelola manajemen organisasi, sehingga cara kerja yang profesional kurang mampu dipadukan dengan cara kerja yang bersifat sosial.

Upaya untuk mengedepankan cara kerja profesional dengan tetap sadar serta memahami sifat-sifat dasar dari aktivitas sosial, sudah banyak buktinya dari sejumlah organisasi buruh atau serikat buruh yang ada di Indonesia yang terkesan hanya terus berjalan ditempat.

Ibarat kerakap, hidup segan mati pun tak mau. Karena itu, jika dikata organisasi buruh di Indonesia seperti kerakap diatas batu, memang perlu dipahami agar dapat lebih memacu organisasi buruh yang ada di Indonesia supaya dapat lebih berperan dalam berkiprah untuk membangun kesadaran masyarakat buruh yang cuma mau enaknya saja saat merasa perlu terhadap organisasi buruh, untuk kemudian setelah masalah yang dihadapinya selesai, maka selesai pula ikatannya pada organisasi buruh tersebut.

Karena itu tak mengherankan, gairah buruh di Indobesia pun yang mendekat atau bahkan mau masuk menjadi anggota serikat buruh pada umumnya karena sedang terhimpit oleh masalah. Beda dengan gairah dan semangat kaum buruh di negara – negara maju. Namun aktivis buruh atau fungsionaris organisasi buruh di Ibdonesia acap terjebak pada jalan yang sama, lantaran mengira buruh tersebut di Indonesia berdatangan ke organisasi buruh lantaran sungguh ingin berserikat, jadi anggota atau bahkan hendak jadi pengurus organisasi buruh yang sesungguhnya tidak gampang untuk dilakukan.

Itulah alasan utama, mengapa untuk masuk menjadi anggota organisasi serikat buruh apalagi kemudian berhasrat menjadi pengurus organisasi buruh, tidak boleh dilakukan dengan cara serampangan, karena yang bersangkutan justru akan merusak konstruksi dari bangunan organisasi buruh yang sesungguhnya harus sehat dan harus kuat.

Sebab hanya dengan begitu bargaining power dari organisasi buruh menghadapi semua pihak yang hendak menghadang tujuan dari organisasi buruh bisa dihadapi, setidak dapat diimbangi dominasi atau hambatan serta rintangan yang dilakukan oleh pihak manapun termasuk rezim yang sedang berkuasa dengan sagala cara mereka yang culas.

Karena hanya dalam tubuh organisasi yang sehat maka akan terbangun organisasi buruh yang kuat. Lantaran prasyarat untuk menjadikan organisasi buruh yang sehat dan kuat itu minimal harus diikuti oleh kader dan aktivis buruh yang terlatih dan mumpuni pendidikannya yang dilakukan oleh organisasi buruh secara berjenjang dan berkelanjutan tanpa lelah.

Masalah biasa yang selalu muncul pada tahapan untuk pelatihan dan pendidikan biasanya adalah upaya untuk memenuhi kriteria dari pengurus organisasi buruh yang sehat dan kuat itu dihadang atau terhalang oleh masalah dana. Karena itulah dalam organisasi buruh yang kuat dan sehat, indikatornya harus ditandai pula oleh kemampuan fungsionaris organisasi atau serikat butuh yang mumpuni menggali sumber dana dan mampu menghimpun sebanyak mungkin untuk terus menerus melaksanakan pelatihan dan pendidikan tentang seluk beluk buruh dan organisasi buruh. Jika tidak, lantas apa bedanya dengan partai yang enggan melakukan pendidikan dan pelatihan kader untuk terus melanjutkan estafet perjuangan yang harus dilakukan secara profesional namun imbalan yang didapat dominan lebih bersifat sosal.

Banten, 13 Februari 2021
Jacob Ereste
Catatan : Paparan sekedar untuk referensi bagi forum diskusi terbatas yang diselenggarakan okeh KBI (Komunitas Buruh Indonesia) di Tangerang Banten pada Hari Minggu, 14 Februari 2021.

About Post Author