04/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

100 tahun Hilangnya Perisai umat

Oleh Ummu Qutuz
(Ummahat dan Member AMK)

Bulan Rajab 1442 Hijrah kembali menyapa kita. Banyak peristiwa sejarah penting yang terjadi di Bulan ini. Satu di antaranya adalah Tragedi Penghapusan Khilafah Utsmaniyah pada tanggal 28 Rajab 1342 H atau bertepatan dengan tanggal 3 Maret 1924 M oleh Mustafa Kemal Ataturk, seorang dari etnis Yahudi Dunama yang juga merupakan antek Inggris.

Rajab 1442 H, tepat 100 tahun yang lalu, sebuah malapetaka besar menimpa kaum muslimin. Mimpi buruk yang mengerikan dalam catatan sejarah Islam adalah saat terjadi penghapusan khilafah. Hal ini pun menjadi sebab terhapusnya hukum-hukum syari’at, kepemimpinan Islam, dan tercerai-berainya umat menjadi lebih dari 50 negara.

Bencana datang silih berganti menyapa umat. Umat sudah tidak memiliki lagi kewibawaan, harga diri, dan kebesarannya. Sehingga kaum kafir penjajah dengan mudahnya menduduki wilayah negeri Islam. Mereka melakukan tindakan-tindakan yang keji terhadap kaum muslimin, tak memandang anak kecil ataupun orang dewasa. Mereka, kafir penjajah menjadikan kaum muslimin sebagai santapan empuknya. Konflik Palestina, Suriah, Yaman, Afghanistan, Irak, Rohingya, dan wilayah lainnya merupakan bukti ketamakan dan kekejian Imperialis Barat atas umat dan negeri Islam.

Seolah tak pernah kering airmata umat islam. Mereka terus disuguhi tontonan mengerikan atas kekejian yang menimpa saudara mereka. Bagaimana kekejian yang dialami olek kaum muslim Uighur oleh rezim komunis China dan pemerkosaan secara sistematis terhadap para muslimahnya. Di Rohingya kaum muslimin terus diburu bagaikan binatang.

Di Suriah pun saat ini masih berlangsung penindasan terhadap kaum muslimin. Ribuan nyawa umat melayang begitu saja, kota-kotanya hancur lebur. Kaum muslim di Yaman pun tak luput dari penderitaan akibat krisis kemanusiaan yang mengerikan karena perang brutal yang digerakkan AS. Mal nutrisi akut di antara anak dan ibu-ibu di Yaman meningkat setiap tahunnya akibat konflik. Entah kapan semua bencana ini berakhir.

Kekayaan alam negeri-negeri muslim pun tak luput dari incaran kafir penjajah. Mereka mengeruk sumber daya alam yang melimpah lewat korporasi-korporasi raksasa atas nama investasi, baik oleh asing maupun aseng. Sehingga menyisakan kemiskinan terhadap umat Islam. Begitulah kondisi umat Islam ketika tidak ada khilafah sebagai perisai yang melindunginya.

Akibat tidak adanya khilafah menjadikan umat Islam dipimpin oleh penguasa bodoh dan tidak amanah. Sebagaimana sabda Rasulullah saw., “Akan tiba pada manusia tahun-tahun penuh kebohongan. Saat itu para pendusta dianggap jujur, orang jujur dianggap pendusta, penghianat dianggap amanah, orang amanah dianggap penghianat, ketika itu yang banyak bicara adalah ruwaibidhoh. Ada yang bertanya, “Siapa ruwaibidhoh itu?” Nabi saw. menjawab, “Orang bodoh yang mengurusi orang banyak.” (HR Al Hakim)

Para penguasa Ruwaibidhoh ini mencampakkan aturan Allah dan menerapkan aturan kufur di tengah umat. Jadilah umat Islam semakin terasing dengan ajaran agamanya sendiri. Syari’at Islam dianggap kuno dan tidak sesuai dengan zaman. Bahkan umat Islam memusuhi ajaran agamanya sendiri seperti khilafah. Hal ini terjadi akibat proses sekularisasi yang meracuni pemikiran kaum Muslimin .

Khilafah adalah mahkota kewajiban. Berbagai kehilangan dirasakan oleh kaum muslimin akibat ketiadaan khilafah. Hilangnya Imam atau Khalifah, ketika bai’at kepadanya merupakan hal yang urgen bagi kaum Muslimin, hilangnya rasa aman dan jaminan keamanan yang menyebabkan ketakutan di tengah umat. Hilangnya ilmu pengetahuan, pendidikan, dan kepedulian yang lahir dari kepribadian Islam.

Hilangnya kekuatan dan jihad akibat kelemahan dan kekalahan umat Islam atas umat yang lain. Hilangnya kedaulatan dan ketergantungan dalam membuat keputusan politik akibat ketundukannya pada negara-negara kafir penjajah. Hilangnya keadilan yang diakibatkan penindasan. Terakhir hilangnya keimanan dan keikhlasan sikap dan moral terpuji yang menjadi penyebab merajalelanya kejahatan.

Sungguh tegaknya khilafah adalah kebaikan dan kemuliaan yang akan membebaskan negeri-negeri Islam yang diduduki. Khilafah akan menyatukan kembali kekuatan Islam yang terkoyak dan mengembalikan hak-hak kaum muslimin yang hilang dan menjaga nyawa setiap orang yang ada dalam naungannya.

Khilafah akan tegak kembali atas izin Allah. Namun, tentu butuh perjuangan dalam upaya penegakannya. Khilafah adalah mahkota kewajiban dan merupakan janji Allah dan kabar gembira dari Rasulullah saw. Khilafah bukanlah khayalan kaum Muslimin, namun tegaknya khilafah adalah keniscayaan.

Mengupayakan tegaknya khilafah butuh kesungguhan dan keyakinan yang kuat. Khilafah tidak akan terwujud hanya dengan menunggu dan berpangku tangan atau diam atas kezaliman yang terjadi akibat penerapan sistem kufur kapitalisme. Mari kita raih pertolongan Allah dengan menjadi bagian orang-orang yang berjuang menegakkan syariah dan khilafah.

Wallahu a’lam bishshawab

About Post Author