30/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Tanpa Syariah Umat Sengsara Oleh Popo Pegiat Dakwah dan Ibu Rumah Tangga

Saat ini bulan Rajab 1442 Hijriyah, bulan yang penuh dengan sejarah penting bagi umat Islam, salah satunya yaitu penghapusan khilafah Utsmaniyah tepatnya tanggal 28 Rajab (3 maret 1924) oleh Mustafa Kemal Ataturk seorang dari etnis yahudi Dunama yang merupakan antek Inggris. Khilafah Utsmaniyah merupakan khilafah terakhir bagi umat Islam, penghapusan khilafah menandai awalnya sekularisme di Dunia Islam, penghapusan khilafah juga menandai penderitaan Umat Islam di seluruh Dunia.
Khilafah adalah salah satu sistem pemerintahan dalam Islam. Dalam sejarah, era khilafah dimulai sebagai kelanjutan dari Daulah Islamiyah yang didirikan oleh Rasulullah saw di Madinah, pasca beliau wafat. Para sahabat kemudian mengangkat khalifah dan menegakkan khilafah, yang dimulai Khulafaur Rasyidin, hingga khilafah terakhir (Khilafah Utsmaniyah) sekitar tahun 1517-1924.
Sejak itulah penderitaan silih berganti. Umat Islam hidup terpecah belah atas dasar nasionalisme lebih dari 50 negara. Akibatnya kaum muslim menjadi lemah padahal jumlah mereka lebih banyak, namun mereka menjadi santapan empuk negara-negara imperialisme Barat. Demikianlah yang menimpa saudara- saudara kita di Palestina, Kasmir, Afganistan, Irak, Uighur dan muslim Rohingnya.
Kekayaan kaum muslim yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) diambil alih oleh Barat, dan tidak bisa dinikmati oleh umat Islam. Kekayaan tersebut di ambil oleh perusahaan- perusahaan swasta baik di dalam maupun di luar negeri. Kafir Barat menjarah kekayaan alam di Negeri muslim atas nama Investasi, padahal kaum muslim adalah pemilik seluruh Sumber Daya Alam tersebut, Rasulullah saw. bersabda:
“kaum muslim bersekutu dalam tiga perkara, padang rumput, air dan api.” (HR. Abu Dawud dan Al Baihaqi)
Jika ada khilafah, pengelolaan Sumber Daya Alam tersebut hasilnya akan dikembalikan kepada rakyat, baik dalam bentuk pasilitas ataupun pelayanan berupa pendidikan dan kesehatan gratis serta yang lainnya yang menjadi kebutuhan pokok rakyat.
Tanpa khilafah umat Islam banyak kerugian diantaranya: Pertama, munculnya penguasa ruwaibidhah (orang bodoh yang mengurusi orang banyak) dan pemimpin sufaha (orang/dungu). Kedua, banyak tempat suci kaum muslim ternoda. Salah satunya AlQuds yang telah lama dinodai zionis Israel hingga hari ini. Ketiga, Umat Islam jadi terasing bahkan memusuhi Islam.
Tanpa khilafah yang menerapkan syariat Islam secara kaffah, kemudian digantikan dengan kehidupan yang diatur dengan nilai-nilai Barat sekuler, umat Islam makin terasing dengan agamanya sendiri, mereka menganggap syariat Islam sudah tidak sesuai dengan kondisi dan tuntutan zaman. Mereka sampai memusuhi ajaran sendiri.
Keempat, penghinaan yang dilakukan kafir Barat terhadap Al-Qur’an dan Rasulullah saw. sering terus berulang.
Dengan semua nestapa yang menimpa kaum muslim, saatnya kita sebagai umat muslim diseluruh dunia bergerak untuk mengembalikan khilafah “Ala Minhaj An-Nubuwwah” apalagi menegakkan khilafah adalah kewajiban syariah dan kewajiban terbesar. Kewajiban itu telah menjadi ijmak sahabat. Bahkan khilafah telah menjadi Ijmak Ahlus Sunnah Waljamaah khususnya empat Mazhab (Hanafi, Maliki, Syafii dan Hambali)
Hal senada ditegaskan oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani “para ulama telah sepakat bahwa wajib mengangkat seorang khalifah dan bahwa kewajiban itu berdasarkan syariah bukan berdasarkan akal ” oleh karena itu kita tentu sangat berharap khilafah ‘ala Minhaj an Nubuwwah’ ini segera bisa tegak kembali di tengah kaum muslim.
Wahai umat Islam, khilafah adalah kewajiban yang harus diwujudkan, khilafah merupakan mahkota dari semua kewajiban. Khilafah adalah janji Allah Swt. dan kabar gembira dari Rasulullah saw. maka yakinlah Allah Swt. akan memenuhi janjinya. Dibutuhkan kesungguhan dan keyakinan yang kokoh untuk mengembalikannya, tidak bisa diwujudkan dengan hanya menunggu, berpangku tangan, atau diam atas setiap kezaliman yang terjadi akibat penerapan sistem kapitalisme. Apakah kita meragukan janji Allah Swt. lewat kabar gembira yang disampaikan Rasulnya? Apakah seabad tidak menjadikan kita bersungguh-sungguh untuk memperoleh pertolongan Allah Swt. atasnya? Padahal kerugian terbesar bagi umat Islam jika terus hidup tanpa khilafah. Penderitaan kian bertambah, kesengsaraan terus-menerus, kemiskinan, kemaksiatan, kejahatan, tak akan berhenti selama jauh dari aturan sang pencipta.
Wallahu A’lam bish shawab.

About Post Author