04/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Pernikahan Dini Digugat, Moderasi Islam Semakin Menguat

Oleh Ummu Mubarak
Ibu Rumah Tangga dan Aktivis Dakwah

Akhir-akhir ini, masyarakat dikejutkan oleh viralnya spanduk Aisha Wedding yang menawarkan nikah dini, nikah siri, dan poligami. Isu ini pun menuai pro dan kontra di berbagai kalangan. Sebenarnya, kemunculan berita-berita yang mengarah pada opini stigmatisasi negatif syariat Islam sudah banyak bermunculan. Sebelumnya viral video siswi nonmuslim di SMKN 2 Padang yang menolak menggunakan seragam jilbab. Hebohnya guru Kristen yang mengajar di Madrasah. Serta masih banyak lagi kasus-kasus lain yang sangat menyakiti perasaan umat Islam. Ajaran Islam yang mulia terus dihujat oleh orang-orang yang membencinya. Moderasi Islam semakin menguat.

Dilansir oleh Merdeka.com, (11/2/2021). Gusti Ayu Bintang Darmawati, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mencegah pernikahan dini. Bintang yakin, dengan adanya dukungan penuh dari masyarakat dan kementerian lainnya, serta bersinergi bersama, maka permasalahan perempuan dan anak, termasuk pernikahan dini bisa ditekan jumlahnya. Tentunya tidak terlepas dari dukungan media.

Viralnya wacana pernikahan dini, dijadikan oleh musuh-musuh Islam untuk menyerang kembali syariat Islam. Kebolehan menikahkan anak yang belum balig di dalam syariat Islam, dituduh melanggar hak anak, trafficking, fedofilia, dan lain-lain. Pernikahan yang cukup dengan akad syar’i tanpa diwajibkan terdaftar di KUA, dihujat untuk melegalkan perzinahan dan perselingkuhan. Begitu juga dengan poligami, diklaim merendahkan dan menyakiti wanita.

Kasus ini dijadikan jalan masuk oleh orang-orang sekuler, untuk mengaruskan moderasi Islam, yang akhirnya memunculkan Islamifobia dalam diri penganutnya. Di sisi lain, negara membiarkan perzinahan merajalela tanpa batas. Inilah akibat diterapkannya sistem kapitalisme sekuler. Selama akar masalahnya tidak dicampakkan, maka apa pun upaya yang dilakukan, tidak akan pernah menuntaskan problematika yang bersifat sistemik ini. Maka Kasus-kasus pelecehan terhadap hukum-hukum Islam akan terus bermunculan, bak jamur di musim hujan.

Moderasi Islam adalah bagian dari rangkaian proses sekularisme pemikiran Islam ke tengah-tengah umat, yang diberi warna baru agar tampak cantik. Ide ini menyerukan untuk membangun Islam inklusif yang bersifat terbuka dan toleran terhadap agama-agama lain dan budaya. Di samping itu, nampak jelas bahwa gagasan Islam moderat ini melecehkan sebagian dari ajaran Islam yang sumbernya pasti, yang datang dari Allah Swt. Sang pembuat hukum.

“Dan hendaklah engkau memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka. Dan waspadalah terhadap mereka, jangan sampai mereka memperdayakan engkau terhadap sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berkehendak menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sungguh, kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)? (TQS. Al-Baqarah [2]: 49-50)

Umat semestinya menyadari, masifnya pengarusan moderasi Islam adalah upaya menyerang agama dan para pejuangnya yang selama ini konsisten memperjuangkan tegaknya Islam kafah demi membela kemuliaan agama dan umat yang sudah terpenjara selama 100 tahun dalam kubangan lumpur kapitalisme yang rusak. Barat sadar, peradaban kapitalisme diambang kehancuran, sehingga mereka berusaha keras untuk menghadang peradaban Islam bangkit kembali.

Umat Islam, membutuhkan sebuah institusi yang bisa menegakkan Islam kafah. Institusi inilah yang akan mengedukasi masyarakat agar memahami hukum-hukum Islam secara keseluruhan, termasuk syariat pernikahan. Sehingga umat Islam tidak terprovokasi oleh orang-orang sekuler yang bertujuan untuk meragukan dan memalingkan umat dari ajaran Islamnya.

Khilafah satu-satunya sistem harapan umat, karena sebagai janji Allah Swt. dan bisyarahnya Rasulullah saw. khilafah terbukti selama 13 abad mampu menjaga Islam dari segala gangguan. Seorang khalifah yang akan mengakhiri serangan terhadap ajaran Islam termasuk syariat pernikahan.

“Sungguh imam (khalifah) itu laksana perisai, orang-orang akan berperang di belakang dia dan berlindung dari musuh dengan kekuasaannya.” (HR. Bukhari, Muslim, An-Nasa’i, Abu Dawud dan Ahmad)

Wallahu a’lam bishshawab

About Post Author