30/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Investor Senang, Rakyat Semakin Malang


Oleh Ummu Abror
Pengajar


Kata investasi, seolah menjadi tidak asing lagi bagi semua lapisan masyarakat. Hal ini disebabkan kata itu sering sekali dijadikan sebagai senjata ampuh yang dimiliki pemerintah untuk menaikkan nilai perekonomian dalam negeri, sekalipun keadaan masyarakat tengah dilanda pandemi. Seperti dilansir dari Notif.id pada Rabu (10/02/2021) bahwa dua gedung yang merupakan ikon dan kebanggaan masyarakat Bandung yaitu Munara 99 dan Skywalk Sabilulungan telah selesai dibangun dan telah diresmikan oleh Bupati Bandung Dadang M Naser.
Dengan adanya pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) tersebut diharapkan akan mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan dari pemerintah, juga berdampak positif bagi investasi. Dengan proses perizinan yang dipermudah maka mereka akan senang untuk berinvestasi di Kabupaten Bandung.
Indonesia, khususnya Jawa Barat merupakan surga bagi para investor. Bagaimana tidak, Jabar dengan kekayaan SDM yang banyak juga merupakan provinsi dengan industri manufaktur terbesar telah menjadikan Jabar sebagai provinsi penopang investasi terbesar. Maka pemerintah dengan teori pembangunan dan pelayanan bagi fasilitas publik, terkesan menggenjot investasi di Jabar dengan nuansa liberal ala ideologi kapitalisme yang saat ini tengah diterapkan. Proyek ini terus berlangsung meskipun masyarakat sedang menderita akibat pandemi. Seolah menegaskan bahwa penguasa tak punya hati nurani dengan mengatasnamakan investasi dan pelayanan publik.
Kemudian apakah benar bahwa penggenjotan investasi itu dilakukan demi kemaslahatan masyarakat Jabar, atau ada pihak yang lain yang diuntungkan?
Jika melihat fakta yang ada, seluruh investasi pembangunan tersebut justru memperburuk keadaan masyarakat, pasalnya pembangunan-pembangunan yang ada justru tak memperbaiki keadaan masyarakat terlebih saat ini masyarakat masih di landa kesulitan-kesulitan hidup selama wabah berlangsung.
Karena terus berlangsungnya pembangunan tersebut, hal ini semakin menambah beban hidup bagi masyarakat diantaranya: Pertama, merusak mata pencaharian rakyat. Di mana alih fungsi lahan secara besar-besaran mengakibatkan lahan persawahan dan perkebunan menghilang, sehingga terjadi pengangguran massal sedangkan industri yang ada tak mampu menampungnya karena terganjal dengan ijazah dan modal.
Kedua, dari sisi multi proyek, adanya investasi pembangunan mengakibatkan adanya diskriminasi terhadap tenaga kerja dalam negeri karena para investor membawa tenaga kerja asing. Ketiga, pembangunan-pembangunan tersebut mengakibatkan bertambahnya utang luar negeri dengan bunga yang besar sehingga rakyat pula yang harus menanggungnya dengan pembayaran wajib pajak yang terus meningkat. Sebaliknya, kebijakan investasi ini justru menguntungkan bagi para kapital baik swasta maupun asing. Akibatnya, terjadi kesenjangan yang jelas di masyarakat. Para investor semakin kaya sedangkan rakyat semakin miskin, ditambah dengan kebijakan penguasa yang tidak memihak terhadap kepentingan rakyat semakin menambah deretan beban mereka.
Penerapan ekonomi kapitalis telah nyata melukai rakyat dan hanya berpihak kepada para investor semata. Tidak ada sedikit pun perhatian maksimal dalam mengurusi rakyatnya. Itulah corak dari sistem ekonomi liberal yang menjadikan negara hanya sebatas regulator dan fasilitator bagi para pemilik modal. Jadi mengharapkan kesejahteraan bagi rakyat dalam sistem ini adalah hal yang utopis.
Berbeda halnya dengan sistem Islam (khilafah) yang sangat mengutamakan kepentingan rakyatnya. Dalam sistem Islam maka para wali (gubernur) yang mengampu suatu wilayah akan berkhidmat kepada rakyat berdasarkan titah dari kepala negara (khalifah) untuk menangani wabah sebaik-baiknya.
Dalam sistem Islam, negara harus menjadi penanggung jawab atas keselamatan seluruh rakyat, melindungi dari segala kerusakan, Rasulullah bersabda:
“Imam/khalifah adalah pengurus rakyat dan dia dimintai pertangungjawaban atas pengurusan rakyatnya.” (HR. Al-Bukhari).
Sudah saatnya kita memperjuangkan kembalinya sistem Islam di tengah-tengah kita, agar terwujud kesejahteraan dan ridha Allah Swt.
Wallahu a’lam bi ash shawwab.

About Post Author