25/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Kewajiban Umat untuk Menegakkan Syariat


Oleh: Ummi Muthya
Pegiat Dakwah dan Ibu Rumah Tangga

Seratus tahun sudah umat Islam tidak menerapkan syariah Islam, setelah institusi khilafah diruntuhkan oleh tokoh sekuler Turki, antek Inggris keturunan Yahudi Mustafa Kemal Ataturk, kewjiban menegakkan khilafah seolah asing, bahkan dianggap tidak ada, padahal itu sudah kewajiban umat Islam.
Mirisnya setelah berpaling dari syariah dan khilafah, hari ini umat seolah lebih percaya diri dan bersemangat mempraktikkan ideologi dan sistem sekuler baik kapitalisme atau sosialisme, padahal kedua ideologi dan sistem selain Islam itu tidak pernah disinggung sedikitpun dalam pembahasan para ulama salaf. Hanya karena mendominasi pemikiran umat saat ini, keduanya dipandang agung bahkan dianggap lebih agung ketimbang ideologi dan sistem Islam, Nabi Saw. bersabda:
“Islam itu tinggi dan tidak ada yang setinggi Islam ” (HR al- Bukhari).
Ada beberapa alasan mengapa kewajiban menegakkan khilafah disebut sebagai taj al- furudh (mahkota kewajiban) atau kewajiban yang paling agung (a’zham al-farddh) dalam Islam. Umat Islam punya tanggung jawab besar untuk menegakkan kembali khilafah:
Pertama, Kaum Muslim telah diberi syariah Islam yang mulia dan sempurna untuk menata kehidupan mereka, syariah Islam telah dijamin oleh Allah Swt. akan memberikan ketenangan, ketertiban dan keberkahan. Sebaliknya aturan hidup yang dibuat manusia telah banyak menimbulkan mafsadat.
Kedua, umat membutuhkan perlindungan baik untuk menjamin kehidupan mereka maupun menjaga mereka dari serangan musuh-musuh Allah Swt. Hari ini umat seperti hewan yang disembelih tanpa ada perlindungan dan pembelaan. Penderitaan umat di Palestina, Suriah, Myanmar dan Uighur hanyalah sedikit contoh. Mereka tak memiliki pelindung dan penjagaan.
Ketiga, umat juga membutuhkan pembelaan dari para penista dan perusak agama. Saat ini beragam penistaan dan cacian begitu gencar ditujukan kepada ajaran Islam. Seperti menyebut Islam agama arogan, tak ada yang memperkarakan. Hukum buatan manusia bungkam ketika Islam dinista, bahkan dipandang sebagai bagian dari kebebasan berpendapat dan dijamin dalam demokrasi.
Keempat, Allah Swt. telah memberikan amanah pada umat untuk menerapkan ajaran Islam juga kewajiban menyebarkan Islam keseluruh dunia sampai mereka memeluk ajaran Islam dan tunduk di bawah kekuasaan Islam.
Dengan tidak adanya khilafah, menyebabkan terabaikannya hukum-hukum Islam, maraknya penista agama, kerusakan, kesengsaraan dan kezaliman yang terus-menerus ditimpakan pada umat.
Oleh karena itu yang bisa menyelamatkan umat dari semua permasalahan ini, yakni dengan penerapan syariat Islam yang diterapkan oleh institusi khilafah, bukan dengan aturan dan sistem kehidupan yang lain, yang bukan berasal dari Islam.
Wahai umat Islam, khilafah adalah kewajiban yang harus diwujudkan, khilafah merupakan mahkota dari semua kewajiban, khilafah adalah janji Allah Swt dan kabar gembira dari Rasulullah Saw, maka yakinlah Allah Swt akan memenuhi janjinya.
Itu semua dibutuhkan kesungguhan dan keyakinan yang kokoh untuk mengembalikannya, tidak bisa diwujudkan dengan hanya diam saja. Maka seluruh umat tak terkecuali muslimah, mari kita melibatkan diri berjuang untuk menegakkannya.
Wallahu a’lam bishawab.

About Post Author