25/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Dengan Isra’ Mi’raj Tingkatkan Keimanan


Oleh Ummi Muthya
Pegiat Dakwah dan Ibu Rumah Tangga

Dalam Islam ada empat bulan haram (suci) yang telah Allah Swt. tetapkan (Qs at-Taubah [9]: 36), Rajab sekaligus merupakan bulan istimewa, banyak peristiwa penting yang terjadi pada bulan ini, salah satunya yaitu Isra’ Mi’raj Rasulullah saw. pada tahun ke sepuluh kenabian. Peristiwa agung ini diabadikan oleh Allah Swt. dalam al-Qur’an (Qs al-Isra [17]: 1).
Isra’ Mi’raj menjadi salah satu pembuktian iman bagi kaum muslim saat itu, rangkaian peristiwa Isra’ Mi’raj memang di luar jangkauan akal manusia, orang yang lemah iman berbalik murtad karena peristiwa ini. Keadaan ini dimanfaatkan kaum musyrik Quraisy untuk menghasut kaum muslim yang masih bertahan dengan keimanan mereka.
Saat itu kaum musyrik memprovokasi kaum muslim soal Isra’ Mi’raj, Abu Bakar ra. mempertanyakan mengapa kaum musyrik masih tetap mengingkari kebenaran yang di bawa Rasulullah Saw. Ĺalu Abu Bakar ra mendatangi Rasulullah saw. lalu ia meminta beliau untuk menjelaskan ciri-ciri Baitul Maqdis, setelah Nabi Saw. menjelaskan dengan lengkap, Abu Bakar berkata “Engkau berkata benar. Aku bersaksi, Engkau adalah utusan Allah” Rasulullah saw. menjawab “Engkau, Abu Bakar adalah ash-Shiddiq (yang selalu membenarkan).”
Peristiwa Isra’ Mi’raj yang telah membuat kegoncangan hebat masyarakat makkah, peristiwa ini terjadi setahun sebelum hijrah, tepatnya setahun sebelum proklamasi Daulah Islam di Madinah al-Munawarah. Peristiwa Isra’ Mi’raj memudahkan Rasulullah Saw. untuk memilih siapa saja yang pantas menjadi penopang bagi pendirian Daulah Islam, yakni kalangan kaum Anshar dan Muhajirin.
Dua masjid disinggahi dalam peristiwa Isra’ Mi’raj Rasuluĺlah saw. yakni masjid al-Haram di Makkah dan al-Aqsa di Palestina, sebelum ke langit menghadap Allah Swt. Makkah tempat ka’bah berada merupakan tanah suci. Palestina tempat Baitul Maqdis berada merupakan bagian dari negeri Syam yang Allah berkahi. Allah Swt. berfirman:
“Kami menyelamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang telah kami berkahi untuk sekalian manusia (TQS al-Anbiya [21]: 71).
Allah Swt. memberkahi Syam karena kebanyakan nabi dilahirkan di negri ini, tanahnya pun subur. Dalam pandangan Islam tanah Syam (Palestina) adalah tanah milik kaum muslim. Di tanah ini berdiri al-Quds, merupakan lambang kebesaran umat. Al-Quds menempati posisi yang sangat mulia. Terkait posisi Palestina, Khalifah terakhir Turki Ustmani Sultan Abdul Hamid II mengatakan, “Sungguh aku tidak akan melepaskan Bumi Palestina meskipun hanya sejengkal. Tanah Palestina bukanlah milikku, tetapi milik kaum muslim. Rakyatku telah berjihad untuk menyelamatkan bumi ini dan mengalirkan darah demi tanah ini. Hendaknya kaum Yahudi yang berambisi memberi Tanah Palestina, Jika suatu hari nanti khilafah terkoyak-koyak, saat itulah mereka akan sanggup merampas Palestina tanpa harus mengeluarkan uang sedikitpun. Namun, selagi saya masih hidup goresan pisau di tubuhku terasa lebih ringan bagi diriku daripada aku menyaksikan Palestina terlepas dari Khilafah. Ini adalah perkara yang tidak boleh terjadi (Dr. Muhammad Harb, catatan Harian Sultan Abdul Hamid II pustaka Thariqul Izzah, 2004).
Pernyataan dan sikap Sultan Hamid II kini terbukti. Tanah Palestina lepas begitu saja dan jatuh ke tangan Yahudi secara cuma-cuma, tanpa mengeluarkan uang sepeserpun. Itu terjadi setelah khilafah Turki Utsmani, penjaga dan pelindung Bumi Palestina yang di bubarkan oleh Mustafa Kemal Attaturk dengan dukungan inggris. Sejak itu hingga kini Palestina, tanah yang diberkahi sekaligus tempat Masjid al-Aqso berada terus di duduki kaum Yahudi .
Dengan demikian peristiwa Isra’ Mi’raj seharusnya menjadi spirit yang bisa menjadi pijakan dakwah dan perjuangan umat hari ini. Setelah Isra’ Mi’rajlah terjadi perubahan kepemimpinan di tangan Rasulullah saw. Perubahan tersebut ditandai dengan tegaknya Daulah Islamiyah di Madinah. Setelah Rasulullah saw. wafat, eksistensi Daulah Islamiyah kemudian dilanjutkan oleh keberadaan khilafah ‘ala minhaj an nubuwwah yang pertama yang dipimpin oleh khulafaur Rasyidin. Lalu dilanjutkan secara berkesinambungan oleh khilafah Umayah, khilafah Abasiyah dan khilafah Utsmaniyah selama kurang lebih 14 abad lamanya .
Sejak keruntuhan tahun 1924 M /1342 H, umat Islam tak lagi memiliki kekuatan dan pelindung, sejak itu juga umat Islam di berbagai belahan dunia selalu dirundung nestapa. Tak terkecuali Bumi Palestina, negeri yang Allah Swt. berkahi, sejak lama berada dalam cengkraman Zionis Israel.
Selama seabad umat hanya diam dan berpangkutangan dalam upaya menegakkan kembali khilafah Islamiyah untuk melanjutkan kehidupan Islam, dengan idzin Allah Swt. perjuangan dakwah tak terbendung, semakin luas, namun pertolongan belum datang. Allah Swt. menghendaki khilafah tegak melalui tangan-tangan kaum mukminin bukan tangan para malaikat sebab khilafah negara manusia (Daulah Basyariah). Melalui perenungan peristiwa Isra Mi’raj 1442 H ini, saatnya umat Islam menemukan urgensitasnya yang penting yakni semakin menguatkan keimanan kepada Allah Swt. dan semakin meningkatkan perjuangan untuk menerapkan syariat Islam secara kaffah melalui tegaknya khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah yang kedua, dengan izin dan pertolongan Allah Swt. Hanya dengan khilafahlah negeri-negeri muslim akan kembali bersatu dan terbebas dari penderitaan akibat penjajahan.
Allah Swt. telah memastikan tegaknya khilafah kembali sebagai mana Allah Swt. Telah kehendaki, tegaknya Daulah Islamiyah pertama melalui tangan Rasulullah Saw. bersama para sahabat.
Wallahu a’lam bi ash-shawab

About Post Author