06/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Prostitusi Anak Marak Negara Wajib Bertindak

Oleh Ummu Mubarak
Ibu Rumah Tangga

Masyarakat dikejutkan dengan terbongkarnya prostitusi anak di Hotel Alona. Hotel ini menjadi sarang prostitusi online anak-anak usia sekolah. Miris, di negeri yang mayoritas muslim, prostitusi seakan tak kunjung selesai. Negeri ini telah mengundang azab Allah Swt. atas aktivitas yang dilakukannya.

Polisi telah mengamankan 15 anak di bawah umur (rata-rata 14-16 tahun) saat menggerebek hotel milik Cynthiara Alona yang dijadikan lokasi prostitusi online. Saat ini, belasan Anak itu telah dititipkan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Handayani di bawah naungan Kemensos. (cnnindonesia.com, 18/3/2021)

Fakta di atas, menambah deret panjang kasus prostitusi di negeri ini. Penerapan sekularisme telah melahirkan generasi yang hedonis, dan gaya hidup hasil dari invasi budaya barat dan timur yang telah menggerus preferensi makna kebahagiaan mereka. Akhirnya, perempuan yang seharusnya melindungi kehormatannya, justru menjajakannya kepada para hidung belang.

Selain itu, demokrasi yang mengagungkan ke bebasan berperilaku menjadikan manusia bebas melakukan perbuatan apapun yang dia sukai tanpa memikirkan dampak baik buruknya, apalagi halal dan haram. Termasuk dalam hal perzinahan (prostitusi). Asal itu suka sama suka maka menurut mereka aktivitas menjual diri sah-sah saja, apalagi jika mendapat bayaran fantastis. Naudzubillah!

Prostitusi yang terjadi di negeri ini, tidak bisa diselesaikan dengan rasa geram dan kemarahan masyarakat. Negara wajib bertindak tegas yaitu dengan segera mencampakkan kapitalisme demokrasi yang saat ini diterapkan. Sebagai penggantinya, terapkan aturan Islam kafah dalam bingkai khilafah, agar prostitusi hilang sampai ke akar-akarnya.

Islam sebagai agama sempurna, yang datang dari Zat Yang Maha Sempurna, memiliki seperangkat aturan untuk menyelesaikan permasalahan manusia. Dalam Islam, ada lima jalur yang harus ditempuh untuk menyelesaikan maraknya prostitusi, di antaranya :

Pertama, penegakan hukum/sanksi tegas kepada semua pelaku prostitusi/zina. Tidak hanya mucikari atau germonya. PSK dan pemakai jasanya juga harus dikasih sanksi yang tegas. Agar ada efek jera bagi semua pihak yang terlibat.

Kedua, negara harus menyediakan lapangan kerja yang memadai bagi warga negaranya. Jika lapangan kerja tersedia terutama bagi kaum laki-laki, perempuan semestinya tidak menjadi pencari nafkah utama bagi keluarganya. Karena faktor kemiskinan seringkali menjadi alasan utama PSK turun ke lembah prostitusi.

Ketiga, pendidikan/edukasi yang sejalan. Pendidikan bermutu dan bebas biaya, serta harus memberikan bekal ketakwaan, kepandaian, dan keahlian, agar setiap orang mampu bekerja dan berkarya dengan cara yang baik dan halal.

Keempat, sosial. Pembinaan untuk membentuk keluarga harmonis merupakan jalur sosial yang harus menjadi perhatian pemerintah.

Kelima, politik. Prostitusi yang marak saat ini bersifat sistemik yang lahir dari penerapan sistem yang rusak. Penyelesaiannya membutuhkan sebuah negara yang menerapkan hukum Islam secara kafah. Khilafah, adalah satu-satunya yang bisa menyelesaikan masalah prostitusi yang marak saat ini.

“Imam (khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR. al-Bukhari)

Wallahu a’lam bishshawab

About Post Author