29/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Peran Penting Pemuda dalam Arah Perubahan Politik


Oleh Ummi Nissa
Penulis dan Komunitas Muslimah Rindu Surga

Seribu orang tua bisa bermimpi, satu orang pemuda bisa mengubah dunia. Inilah kata mutiara yang disampaikan oleh Ir. Soekarno. Ungkapan ini menggambarkan betapa besar peran pemuda dalam membawa arah perubahan. Namun kondisi anak muda saat ini gamang terhadap arah perubahan yang diharapkan.
Sebagaimana hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan, sebanyak 64,7 persen anak muda menilai partai politik atau politisi di Indonesia tidak terlalu baik dalam mewakili aspirasi masyarakat. Hanya sebanyak 25,7 persen saja anak muda yang menilai para politisi sudah cukup baik mendengarkan aspirasi.
Hasil survei juga menunjukkan hanya 3 persen anak muda yang sangat percaya pada partai politik. Sebanyak 7 persen sama sekali tidak percaya. Sebanyak 54 persen anak muda masih percaya pada partai politik. (Merdeka.com, 21/3/2021)
Dari survei tersebut dapat dibaca bahwa anak muda masih galau melihat perlunya perubahan politik. Meski mereka menganggap politisi dan partai tidak mampu mengatasi persoalan dan tidak mampu mewakili aspirasi masyarakat.
Mereka masih percaya terhadap sistem yang diterapkan saat ini. Padahal fakta sudah membuktikan bahwa sistem demokrasi tidak mampu menuntaskan berbagai permasalahan. Mulai dari masalah ekonomi, pendidikan, sosial, kesehatan, keamanan, dan masih banyak lagi permasalahan lain terus membelit negeri ini. Apalagi di tengah kondisi pandemi seperti saat ini. Sehingga butuh sistem alternatif yang mampu menyelesaikan berbagai problem kehidupan manusia.
Ironisnya, anak muda saat ini banyak yang tidak paham sistem politik alternatif yang mampu menyelesaikan berbagai permasalahan masyarakat saat ini. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya internal pemuda itu sendiri. Adanya ketidakpahaman terhadap perannya sebagai agen perubahan, menjadikannya sibuk mengejar ambisi pribadi dan abai terhadap kepentingan masyarakat.
Ditambah lagi berbagai kebijakan dalam pendidikan saat ini, mendorong kaum pelajar dan mahasiswa sibuk dengan studi (pelajaran) dan berbagai program ekstrakurikuler Sehingga tidak punya kesempatan banyak untuk beraktivitas di luar kegiatan sekolah/kampus. Akibatnya sikap kritis anak muda terhadap peristiwa politik seolah terbungkam.
Selain itu yang menjadikan para pemuda galau terhadap perubahan politik adalah penerapan sistem kehidupan demokrasi sekuler yang dianggap sebagai sistem politik yang paling cocok untuk masyarakat saat ini. Slogan “demokrasi harga mati” menjadi hal yang menghentikan arah perubahan hakiki.
Begitu pula pengaruh dari eksternal tidak kalah besar dalam memalingkan pemuda dari peran pentingnya. Kaum penjajah Barat tidak akan pernah memberikan kesempatan kepada wilayah jajahannya untuk melakukan perubahan sehingga berbagai cara dilakukan untuk menghentikan langkah-langkah yang mengarah pada kebangkitan.
Kaum penjajah membuai para pemuda agar menghabiskan masa mudanya hanya dengan bersenang-senang. Menggiring mereka menjadi generasi bucin (budak cinta) dan micin yang identik dengan tingkah polah yang negatif. Mereka dilenakan dengan kesenangan dunia yang sesaat. Life style (gaya hidup) yang menjadi role model para pemuda saat ini, dijajakan penjajah melalui fun (hiburan), food (kuliner), juga fashion (mode). Semua hal tersebut menjadikan mereka terbius hingga tidak sadar dari peran pentingnya sebagai penerus masa depan.
Lantas apa yang semestinya dilakukan agar kaum pemuda ini melek politik dan mampu menjalankan perannya sebagai agen perubahan?
Islam sesungguhnya memiliki panduan terkait bagaimana peran pemuda dalam arah kebangkitan politik yang hakiki. Islam sebagai way of life memiliki aturan yang komprehensif terkait spiritual dan politik.
Islam memandang kaum muslimin adalah umat terbaik yang diciptakan di antara umat-umat yang lain, sebagaimana firman Allah Swt.:
“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.” (TQS. Ali Imran: 110)
Gambaran sebagai umat terbaik tampak manakala Islam dimuliakan. Aturannya dijadikan sebagai pandangan hidup dan solusi terhadap seluruh permasalahan. Kaum muslimin pun memiliki kekuatan politik sehingga punya haibah (wibawa) di hadapan umat yang lain.
Realitas yang ada justru sebaliknya, umat Islam saat ini ada dalam kondisi terpuruk. Selain aturan-aturannya diabaikan, kaum muslimin pun banyak yang mendapat perlakuan tidak adil. Kezaliman terjadi di berbagai tempat, apalagi di wilayah yang kaum musliminnya minoritas.
Sehingga dibutuhkan adanya upaya yang akan mengarahkan umat khususnya kaum mudanya pada perubahan hakiki. Dengan terwujudnya institusi politik global yang kuat dan mampu menyelesaikan berbagai masalah. Perubahan ini diarahkan kepada penerapkan aturan Islam secara kaffah (menyeluruh). Sehingga umat Islam mendapat predikat umat terbaik sebagaimana yang digambarkan dalam ayat di atas.
Upaya perubahan ini tidak bisa dilakukan kecuali dengan adanya aktivitas politik. Untuk itu dibutuhkan peran dari kaum muslimin untuk melakukan aktivitas politik menuju peradaban Islam yang gemilang. Pemuda merupakan agen perubahan, di pundak merekalah masa depan umat digantungkan.
Telah terukir dalam sejarah bagaimana perubahan umat banyak dimotori oleh kaum pemuda. Peristiwa politik yang fenomenal terjadi pada saat penaklukan kota Konstantinopel di masa kekhilafahan Ustmani. Peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa semangat generasi muda mampu menjadi pemimpin dalam menegakkan kalimat Allah di muka bumi. Pasukan penakluk tersebut dipimpin oleh pemuda yang dikenal dengan nama Muhammad al-Fatih pada usianya yang baru menginjak 24 tahun.
Oleh karenanya generasi Islam harus mengenal dan melek politik agar benar-benar mendapat gambaran arah perubahan hakiki. Politik yang dimaksud bukan hanya sekadar hal-hal yang berkaitan dengan kekuasaan semata. Akan tetapi pemahaman yang benar tentang politik sesuai dengan tuntunan ajaran Islam. Bahwa politik adalah mengurusi seluruh urusan umat dengan arah pandang Islam.
Wajib bagi pemuda muslim paham politik Islam. Agar mereka bisa menghadapi tantangan zaman, yang dapat memalingkan mereka dari perubahan hakiki. Sehingga kaum pemuda ini mampu menjadi pemimpin di garda terdepan menuju terwujudnya peradaban Islam yang gemilang. Digawangi dengan terciptanya sebuah sistem pemerintahan Islam yang menerapkan seluruh aturan Islam secara kaffah. Mengurusi seluruh urusan umat sesuai aturan Islam.
Wallahu a‘lam bish shawab.

About Post Author