25/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Prostitusi Memangsa Generasi, Islam sebagai Solusi


Oleh : Binti Masruroh

Lagi-lagi terjadi prostitusi online yang melibatkan anak-anak. Sebagaimana dilansir cnnindonesia.com, (19/3/2021) polisi mengamankan 15 anak di bawah umur (rata-rata 14-16 tahun) saat menggerebek hotel milik Cynthiara Alona yang dijadikan lokasi prostitusi online.

Saat ini, belasan anak itu telah dititipkan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Handayani di bawah naungan Kemensos. Khusus (BRSAMPK) Handayani di bawah naungan Kementerian Sosial.

Dalam keterangannya, Alona mengaku prostitusi online yang dijalankannya ini untuk menutupi biaya operasional hotel selama masa pandemi. Hotel bintang 2 miliknya itu dulunya merupakan tempat kos, karena di Covid-19, penghuni cukup sepi sehingga ada peluang agar operasional (hotel tetap) berjalan, ini yang terjadi, dengan menerima kasus-kasus perbuatan cabul di hotelnya, sehingga biaya operasional hotel bisa berjalan, kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jumat (19/3).

Pemilik hotel, muncikari, dan pengelola hotel, ketiganya dijerat dengan 4 pasal. UU No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan Anak dan atau Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara.

Kasus prostitusi anak tidak hanya kali ini saja, pada awal Pebruari 2021 lalu Polda Jatim juga mengungkap kasus prostitusi anak yang memakan korban 36 anak yang masih berusia 14 hingga 16 tahun yang rata-rata masih duduk di bangku SMP dan SMA (CNNIndonesia.com, 6 Februari 2021)

Maraknya kasus prostitusi anak maupun prostitusi yang dilakukan orang dewasa adalah buah dari penerapan sistem kapitalis sekuler. Paham kapitalisme mengajarkan makna kebahagiaan adalah terpenuhinya kebutuhan jasadiah. Atau terpenuhinya kebutuhan jasmani maupun naluri. Bisnis apapun akan dilakukan asal bisa meraup pundi-pundi yang banyak. Tanpa memandang apakah cara yang dilakukan halal atau haram, merugikan orang lain, merusak masa depan generasi atau bahkan merusak masa depan negeri.

Tidak heran kalau produksi video porno, game online porno, dan dunia hiburan malam semakin banyak. Semua itu dipandang sebagai kebutuhan yang bisa membahagiakan. Sistem kapitalis sekuler telah sukses menjauhkan generasi muda Islam dari nilai-nilai Islam, generasi cenderung memiliki gaya hidup hedonistik, demi untuk mendapatkan gaya hidup yang mewah segala cara dilakukan.

Hal ini berbeda dengan sistem Islam. Dalam sistem Islam negara menerapkan sistem Islam secara menyeluruh. Penerapan sistem Islam secara menyeluruh akan mewujudkan masyarakat mulia jauh dari perbuatan tercela.

Di bidang pendidikan, sistem pendidikan Islam selain mencetak generasi yang memiliki keahlian di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi juga membentuk generasi yang memiliki kepribadian Islam. Sehingga terbentuklah individu-individu yang memiliki keimanan yang kuat, taat kepada Allah , sehingga setiap perbuatannya akan distandarkan dengan syariat Islam, dia tidak akan melakukan kemaksiatan. Islam juga mengajarkan makna kebahagiaan adalah merah ridho Allah swt.

Dalam sistem Islam , masyarakat juga memiliki fungsi sebagai kontrol sosial, masyarakat dididik memiliki kepedulian dan tanggung jawab melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda “Barang siapa dari kalian melihat kemungkaran maka hendaklah dia merubah kemungkaran tersebut dengan tangannya, apabila tidak sanggup, (rubahlah) dengan lisannya, apabila tidak sanggup, (rubahlah) dengan hatinya, yang demikian adalah selemah-lemah keimanan “. (H.R. Muslim dan lainnya dari Abi Said Al Khudri.)
Sementara negara tidak akan membenarkan semua bentuk aktifitas yang mengarah pada perbuatan zina, sebagiaman firman Allah swt dalam Al Qur’an Surat Al Isro’ ayat 32 :

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”(TQS. Al Isro’32)

Negara juga akan menerapkan sanksi yang tegas terhadap pelaku zina, berupa hukuman cambuk 100 kali bagi pezina ghoirumuhson (pelaku zina yang belum menikah) dan hukuman rajam bagi pelaku zina muhson (yang sudah menikah). Allah SWT berfirman :

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ ۖ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.(TQS An Nur : 2)

Sanksi yang tegas ini menjadi langkah preventif mencegah terjadinya kasus perzinaan sehingga bisa melahirkan efek jera, tidak hanya bagi pelaku tapi juga bagi masyarakat secara luas, karena hukuman tersebut disaksikan dihadapan orang-orang yang beriman.

Hal ini sangat berbeda dengan saat ini, terhadap pelaku zina tidak ada sanksi, polisi baru mengannggap itu pelanggaran hukum apabila ada yang merasa dirugikan dan melaporkan ke polisi, ketika tidak ada yang melaporkan , atau perbuatan itu dilakukan suka sama suka bukan dianggap sebagai tindakan pelanggaran, Bahkan ketika terjadi kehamilan justru segera dinikahkan. Sehingga terjadilah kerusakan tatanan sosial kehidupan masyarakat.

Dalam sistem ekonomi, negara mengharamkan semua jenis usaha yang melanggar hukum syara’ Semua jenis hiburan, media akan terjaga dari konten-konten yang melanggar hukum Islam. Sebaliknya hiburan akan diisi dengan konten-konten yang membangun semangat generasi untuk taat kepada Allah dan semangat untuk menuntut ilmu.

Inilah keunggulan sistem Islam apabila diterapkan secara kaffah, akan memberantas tuntas semua bentuk prostitusi dari akar-akarnya. Sistem Islam akan melahirkan generasi Cemerlang yang memiliki kepribadian Islam.

Wallahu A’lam bi showab

About Post Author