06/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Saatnya Generasi Muda Pilih Islam


Oleh Ariefdhianty V. H. (Muslimah Cinta Islam)

Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan, sebanyak 64,7 persen anak muda menilai partai politik atau politisi di Indonesia tidak terlalu baik dalam mewakili aspirasi masyarakat. Sebanyak 25,7 persen anak muda yang menilai para politisi sudah cukup baik mendengarkan aspirasi.

Dari faktor pilihan partai, sebanyak 42,8 persen anak muda tidak punya pilihan partai. “42,8 persen anak muda tidak punya pilihan. Bisa jadi mereka tidak mau nyoblos, bisa jadi mereka belum tahu betul mereka akan memilih siapa,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam rilis survei secara daring, Minggu (21/3). Hasil survei tersebut juga menunjukkan, 40 persen anak muda menilai Indonesia menjadi kurang demokratis. Sementara terdapat 35,7 persen menilai keadaannya tetap sama (merdeka.com, 21/3).

Indikator Politik Indonesia melakukan survei ini pada 4-10 Maret 2021 kepada 1.200 responden berusia 17-21 tahun. Dengan situasi pandemi Covid-19, survei tersebut dilakukan melalui wawancara telepon.

Responden berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional. Indikator Politik Indonesia menggunakan metode simple random sampling dengan toleransi kesalahan sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (republika.co.id, 21/3).

Dari survey milik Indikator Politik Indonesia tersebut apakah generasi muda yang didominasi oleh generasi Z tersebut mengalami krisis kepercayaan kepada para pemangku kebijakan di negeri ini? Atau justru mereka juga meragukan demokrasi yang menjadi sistem perpolitikan di Indonesia?
Sebanyak 42,8 persen anak muda tidak memiliki pilihan dalam menentukan partai politik mana yang kira-kira bisa membawa perubahan baik pada negeri ini. Ini menunjukkan bahwa identitas partai politik Indonesia belum sepenuhnya mewakili aspirasi rakyat, atau yang menjadi keluhan rakyat selama ini. Parpol selalu identik dekat dengan penguasa, para kapitalis, atau lebih mengutamakan kepentingan kelompok bahkan individunya sendiri. Generasi muda melihat dan memperhatikan hal itu. Jika dalam 5 tahun ke depan Indonesia masih dalam suasana demokrasi dan perpolitikan yang sama, dilihat dari survey tersebut, mereka pesimis Indonesia akan bisa melakukan perubahan.

Alam demokrasi memang membuat masyarakat dilematis. Di satu sisi mereka mengharapkan perubahan dengan pergantian pemimpin dan orang-orang di tataran pemerintahan, di sisi lain juga seolah mereka harus siap kembali dikecewakan dengan kebijakan penguasa, yang kebanyakan membuat masyarakat tercekik dan menderita. Benar-benar sebuah dilema. Padahal di luar sana masih ada alternatif untuk melakukan perubahan.
Kesadaran politik generasi muda memang harus dibentuk sedini mungkin. Berpikir kritis dan solutif terhadap permasalahan yang terjadi, harus dimiliki oleh setiap individu. Mengapa? Karena mereka adalah generasi penerus bangsa. Namun, kesadaran politik yang harus dimiliki ini bukan sekadar kesadaran politik biasa, melainkan kesadaran yang dibentuk oleh akidah dan keimanan kepada Allah Swt. terutama untuk generasi muda muslim.

Kesadaran politik semacam ini mengantarkan individu muslim pada kerangka berpikir yang benar dan utuh. Menyadari bahwasanya manusia diturunkan ke dunia dalam rangka ibadah, berarti sudah seharusnya menggunakan aturan Islam sebagai satu-satunya sistem dalam kehidupan. Artinya, Islam adalah sebagai aturan juga solusi bagi setiap permasalahan yang terjadi, termasuk dalam ranah politik dan pemerintahan. Mengapa harus Islam? Karena Rasulullah saw. juga menerapkan Islam dalam semua aspek kehidupan. Rasulullah adalah tauladan, dengan begitu sebagai umat Muhammad saw., kita pun harus meneladani dan mengikuti jejaknya demi kebaikan dunia dan akhirat.

Islam diturunkan oleh Allah, sementara dunia ini milik Allah. Jadi, tidak ada alasan untuk menolak sistem Islam, jika ingin mengundang rahmat-Nya. Berbeda dengan demokrasi, yang merupakan produk pemikiran manusia yang lemah dan terbatas.

Begitulah kesadaran politik yang akan mengantarkan pada perubahan yang baik, yang sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya. Dengan Islam, Indonesia akan bisa bangkit dari segala keterpurukannya. Oleh karena itu, generasi muda yang kesadaran politiknya dibentuk oleh akidah dan keimanan yang benar, mereka akan menjadikan dakwah Islam sebagai poros hidup juga ideologinya, semata-mata demi rida Allah Swt.

Wallahu a’lam bishshawab.

About Post Author