06/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Judi Togel di Kota Agamis, Miris!

Oleh Neneng Sriwidianti
Pengasuh Majelis Taklim

Kota Bandung yang mendapat julukan “Kota Agamis,” ternyata tak seindah slogan yang terdapat pada kota ini. Masyarakat kota Bandung dikejutkan oleh kasus maraknya judi togel yang dilakukan para pedagang kaki lima (PKL). Diduga, hal itu dilakukan akibat penurunan penjualan yang dialaminya, semenjak pandemi melanda kota ini.

Dikutip oleh Ayobandung.com, (31/3/2021). Rudi (24), seorang penjaga kedai kopi di komplek Margahayu, mengaku pernah diajak rekan pedagang sekitar untuk mengikuti judi togel. Rudi mengatakan, tidak berani ikut karena kenal dengan seorang teman yang terjerumus dalam kecanduan judi sampai akhirnya nekat melakukan kriminal untuk menutupi utang modal. Dia juga bercerita, ada seorang pelaku judi togel sering mengunjungi makam-makam tertentu untuk meminta ilham atas nomor yang akan keluar di hari tertentu. Para peminta wangsit itu biasanya akan tidur selama semalam di makam.

Hal serupa diungkapkan oleh Jaja (48), seorang buruh bangunan yang pernah aktif bermain judi togel. Ia membenarkan soal kebiasaan para pemain judi togel yang meminta wangsit di makam.

“Jawabannya nanti muncul lewat mimpi, misalnya mimpi ketemu burung, ular, macam-macam,” ujarnya saat ditemui di sebuah kios rokok di Antapani. (31/3/2021)

Miris sekali. Di kota dengan 10 program Bandung Agamis, aktivitas judi togel seperti jamur di musim hujan. Program ini tidak membawa pengaruh signifikan terhadap kehidupan masyarakatnya. Maraknya judi togel menjadi tamparan keras bagi kota Bandung. Lemahnya pemahaman masyarakat terhadap ajaran Islam kafah menjadi faktor utama kenapa kasus ini terjadi. Islam terlanjur dipahami sebatas ibadah ritual saja, hingga tidak mampu berpengaruh dalam perilaku keseharian, baik dalam konteks individu, keluarga, maupun dalam interaksi masyarakat dan negara.

Sistem kapitalisme sekuler yang diterapkan saat ini, telah menjadikan manfaat sebagai asas dalam kehidupan dan menjadikan kebebasan di atas segalanya. Inilah, yang menjadi biang keladi munculnya berbagai tingkah laku yang menyimpang. Mereka bebas berbuat sekehendak hati selama tidak mengganggu orang lain. Selain itu, ekonomi menjadi alasan kuat mereka melakukan judi togel. Naudzubillahi min dzalika.

Berbeda dengan kapitalisme yang hanya menimbulkan kerusakan, Islam memuaskan akal dan sesuai fitrah manusia. Sehingga memberikan ketenteraman bagi manusia, karena Islam berasal dari Allah Swt. Pencipta manusia, yang Maha Mengetahui apa yang tepat untuk hambanya. Semestinya, seorang hamba memahami bahwa Islam adalah panduan bagi aturan hidup di dunia, bukan hanya aturan ibadah saja tetapi mencakup seluruh aspek kehidupan.

Mencintai harta merupakan fitrah manusia. Sebagian orang berusaha meraihnya dengan segala cara, tanpa peduli halal maupun haram. Di antara cara meraih harta yang disukai banyak orang adalah berjudi. Karena jika beruntung, pelakunya akan bisa meraup harta dalam jumlah fantastis tanpa bersusah payah.

Padahal, Islam telah melarang tegas perjudian ini, karena akan mendatangkan kerusakan dan menghancurkan agama pelakunya.
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan anak panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”(TQS. Al-Maidah [5]: 90)

Dosa judi tidak hanya didapatkan oleh orang yang melakukannya, bahkan sekedar ucapan mengajak berjudi sudah terkena dosa dan diperintahkan untuk membayar denda (penebus dosa) dengan bersedekah. “Barangsiapa berkata kepada kawannya, ‘Mari aku ajak kamu berjudi’, hendaklah dia bersedekah!” (HR. Bukhari, no. 4860 ; Muslim, no. 1647)

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata : “Sesungguhnya kerusakan maisir (judi) lebih besar daripada kerusakan riba. Karena kerusakan maisir mencakup dua : Kerusakan karena memakan harta dengan cara haram dan kerusakan karena permainan yang haram. Karena perjudian itu menghalangi seseorang dari mengingat Allah dan dari salat, serta menimbulkan permusuhan dan kebencian.” (Majmu ‘al-Fatawa, 32/337)

Oleh karena itu, penerapan ajaran Islam kafah adalah solusi hakiki agar permasalahan judi ini bisa diselesaikan secara tuntas. Seorang pemimpin dalam sistem pemerintahan Islam (khilafah) akan memberikan sanksi tegas bagi orang yang melakukannya. Seorang khalifah akan memberikan sanksi ta’zir bagi penjudi, yang jenis dan kadarnya diserahkan kepada khalifah atau qadhi. Sehingga ada efek jera bagi pelanggarnya dan pencegah bagi orang-orang di sekitarnya.

Di samping itu, khalifah juga akan menyediakan lapangan pekerjaan yang memadai bagi setiap warga negaranya, khususnya bagi setiap rakyat yang wajib bekerja dan menafkahi keluarganya (laki-laki). Sehingga, tidak ada celah bagi mereka, untuk mendapatkan uang dengan cara judi, terlebih di masa pandemi seperti saat ini.

Saatnya, segera berjuang untuk mewujudkan penerapan Islam kafah dalam naungan khilafah Islam, agar barakah dari langit dan bumi akan kita dapatkan. Segera tenggelamkan hukum kapitalisme sekuler yang nyata-nyata telah menyengsarakan manusia.

Wallahu a’lam bishshawab.

About Post Author