25/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Penerapan Islam Kafah, Solusi Judi Togel

Oleh : Ummu Junnah

Berbagai permasalahan negeri ini tak kunjung usai, bahkan semakin menjadi-jadi. Persoalan yang terjadi, hampir di seluruh aspek kehidupan mulai dari politik-pemerintahan, ekonomi, hukum, perundang-undangan, pendidikan, dan layanan kesehatan. Lebih miris lagi, karena alasan ekonomi, judi online menjadi pilihan yang banyak dilirik saat pandemi. Seperti yang terjadi di Batununggal, Bandung.

Judi togel mulai marak dilakukan para pedagang kaki lima (PKL) di Kota Bandung. Hal itu diduga akibat penurunan penjualan yang dialami para PKL semenjak pandemi melanda.

Rudi (24), seorang penjaga kedai kopi di komplek Margahayu, mengaku pernah diajak rekan pedagang sekitar untuk mengikuti judi togel.

“Penjual bakso yang di sebelah pernah ngajak saya, tapi saya nggak berani. Takut kecanduan,” ujar Rudi kepada Ayobandung.com, Rabu (31/3/2021).

“Waktu itu pernah lagi makan ketoprak di Telkom, terus melihat pedagangnya sedang menghitung nomor (togel). Dan untuk judi togel sendiri ternyata memang ramai di kalangan pedagang-pedagang kaki lima. Banyak yang bilang, alasan ikut togel karena omzet penjualan menurun selama pandemi,” ujar Tutun kepada Ayobandung.com.

Menurut pengamatan Tutun minat terhadap judi togel justru meningkat saat menjelang Ramadan. Belum diketahui alasan pastinya.

Problem ekonomi di Indonesia hari ini dapat dilihat dari mahalnya harga kebutuhan bahan pokok, tingginya biaya pendidikan, kesehatan, kenaikan TDL, mahalnya tarif tol, dan harga BBM yang makin memperparah kondisi ekonomi rakyat. Persoalan lain adalah utang Pemerintah yang terus membengkak, tingginya kejahatan ekonomi seperti korupsi, kolusi, suap, dan lain sebagainya. Yang paling parah adalah rusaknya pengelolaan SDA dan energi yang membuat rakyat makin menderita.

Kondisi ini terjadi karena Indonesia dan dunia umumnya menerapkan sistem ekonomi kapitalisme. Dalam sistem ekonomi kapitalisme yang paling menonjol justru kepemilikan individu. Bahkan kepemilikan negara dapat diubah menjadi kepemilikan individu dengan cara privatisasi. Inilah yang menjadi sebab utama mengapa peraturan tentang SDA dan energi, semua mengarah pada privatisasi yang berakibat pada penguasaan SDA dan energi oleh swasta bahkan pihak swasta asing.

Selain itu, ketidakstabilan moneter yang berdampak pada munculnya berbagai persoalan ekonomi terjadi karena adanya faktor pemicu terjadinya krisis keuangan dan berdampak pada krisis ekonomi, yakni persoalan mata uang dan sistem keuangan (moneter) yang sangat spekulatif dan penuh dengan rente.

Yang menambah karut-marut ekonomi Indonesia saat ini adalah ketidakberpihakan pemerintah dan legislatif kepada rakyat. Hal ini tercermin dalam pembuatan peraturan dan perundangan. Lihatlah UU Minerba, UU PMA, UU Migas, UU SDA dan UU lainnya yang jelas-jelas tidak berpihak pada kepentingan rakyat. Semuanya berpihak pada kepentingan pihak swasta pemilik modal bahkan pihak asing. Kondisi ini diperparah dengan tingginya kejahatan ekonomi seperti korupsi, kolusi, suap, dan kejahatan lainnya. Semua ini menambah derita rakyat dan makin membuat karut marut ekonomi Indonesia.

Lalu apa solusinya? Ini hanya dapat dilakukan dengan penerapan sistem ekonomi Islam. Dalam sistem ekonomi Islam kepemilikan umum seperti tambang, listrik, laut, dan hutan wajib dikelola oleh negara dan tidak boleh diserahkan kepada privat apalagi asing. Islam juga melarang berbagai kegiatan ribawi dan spekulatif di sektor keuangan.

Jika semua kepemilikan umum dikelola oleh negara, maka akan tersedia dana yang mencukupi untuk memenuhi seluruh kebutuhan rakyat. Dengan ketersediaan dana tersebut maka dapat dilakukan:

Pertama, penyediaan infrastruktur seperti jalan, jembatan, pelabuhan, pasar, dan sarana lainnya yang dapat menggerakkan roda perekonomian.

Kedua, pemberian gaji dan tunjangan yang layak dan mencukupi bagi pejabat dan pegawai negara.

Ketiga, mendanai pembangunan tanpa harus berhutang.

Keempat, pelayanan yang murah bahkan gratis atas kebutuhan jasa pokok rakyat seperti pendidikan, kesehatan, transportasi.

Kelima, karena kebutuhan pokok rakyat sudah terpenuhi, maka sebagian besar kekayaan yang mereka miliki dapat digunakan untuk kepentingan mereka yang lain serta meningkatkan kesejahteraan mereka.

Jelas solusi satu-satunya untuk keluar dari permasalahan judi togel ini harus mengganti sistem kapitalis, dengan sistem Islam yang telah terbukti selama 13 abad mampu menyelesaikan segala permasalahan.

Wallahu a’lam bishshawab.

About Post Author