20/05/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

SIARAN PERS DPP PPMI MEMPERINGATI HARI BURUH INTERNASIONAL 1 MEI 2022, “DIAM TERTINDAS KEMUDIAN MATI SIA-SIA ATAU BANGKIT MELAWAN”

Bismillahirrahmaniirrahiim…. Assalamu Alaikum Wr. Wb…

Hari buruh Internasional yang setiap tahun diperingati oleh Kaum Buruh di seluruh dunia, tak terkecuali kaum buruh Indonesia pun ikut memperingati hari bersejarah ini yang diperingati setiap Tanggal 1 Bulan Mei Setiap Tahun.

Adalah suatu fakta bahwa 76 tahun Kemerdekaan Bangsa Indonesia sudah merasakan TIDAK DIJAJAH LAGI oleh BANGSA LAIN namun kaum buruh Indonesia sampai saat ini nasib hidup dan keluarganya makin terpuruk sejak kebijakan tidak populer rezim JOKOWI MAKRUF yang mengesahkan UU No. 11 Tahun 2020 Cipta Kerja yang lebih dikenal dengan istilah UU Omnibuslaw, yang proses pembuatannya dibuat secara ugal-ugalan dan amburadul oleh Legislatif dan Eksekutif plus dengan dukungan Yudikatif dalam hal ini Mahkamah Konstitusi yang memutuskan UU Tersebut “INKONSTITUSIONAL BERSYARAT”, tentunya makin membuat nasib hidup buruh dan keluarganya makin merana, meradang dan tidak mendapatkan kepastian nasib hidupnya oleh Negara, Kaum Buruh makin termarginalkan.. Kaum Buruh makin terpinggirkan, Kaum buruh makin tertindas…!!! akibat diskriminasi hak-hak dasar hidupnya dikebiri oleh regulasi hasil daripada kebijakan politik yang bersifat Feodal, Oligarki dan Transaksional.

Bahwa Kewajiban Pemerintah menurut UUD 1945 berkewajiban :

  1. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia;
  2. Memajukan kesejahteraan umum;
  3. Mencerdaskan kehidupan bangsa;
  4. Mewujudkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Namun pada kenyataannya hari ini, tidak dapat dipungkiri harapan yang begitu besar dari segenap rakyat Indonesia terhadap kesaktian konstitusi UUD 1945, sampai saat ini ternyata hanya pepesan kosong diatas kertas belaka, Nasib Kaum buruh makin tertatih – tatih meraih kesejahteraan dan kedaulatan sebagai anak bangsa yang sudah merdeka di negeri sendiri.

Penderitaan kaum buruh seakan tiada akhir, lahirnya UU Omnibuslaw Cipta Kerja dan turunannya, naiknya harga kebutuhan pokok, Gas LPG, Listrik dan BBM tidak sebanding dengan rendahnya kenaikan upah setiap tahun bahkan masih banyak kaum buruh yang tidak mengalami kenaikan upah dan dibayar dibawah UMP/UMK, yang semakin menghancurkan harapan hidup kaum buruh dan keluarganya. Terbukti jutaan buruh mengalami PHK sepihak, Jutaan Kaum buruh tidak mendapatkan kepastian status hubungan kerja, Jutaan anak-anak Kaum buruh tidak sekolah, Jutaan Keluarga Kaum buruh tidak merasakan tempat tinggal dan hidup layak, Jutaan kaum buruh hidup dibawah garis kemiskinan.

Perilaku Pemerintahan Rezim Jokowi Makruf kepada Jutaan Kaum buruh semakin beringas dan biadab, Jutaan Kaum buruh harus mengalami diskriminasi, Intimidasi, pelanggaran hak dan pelanggaran norma yang seharusnya tidak terjadi di negeri yang sudah mengenyam kemerdekaan 76 Tahun yang sebentar lagi akan merayakan hari kemerdekaannya yang ke 77 Bulan Agustus yang akan datang.

Bagi sebagian besar rakyat Indonesia, kemerdekaan yang mereka rasakan berangsur menjadi “KEMERDEKAAN SEMU”, jauh dari harapan Perjuangan masyarakat sebagai bangsa Indonesia yang bercita-cita menciptakan ketentraman/perdamaian, kesuburan, keadilan, kemakmuran, tata raharja serta mulia abadi (semboyan Gemah Ripah Loh Jinawi), di tengah negeri yang mereka pahami sebagai negeri kaya raya dengan sumber daya alam yang melimpah dengan keragaman budaya dari sabang sampai marauke.

Kenyataan pahit hari ini, RASA NIKMAT KEMERDEKAAN YANG HAKIKI hanya dirasakan segelintir kaum pemodal dan pejabat yang ada di pusat – pusat kekuasaan yang bertameng Oligarki Politik dan Dinasty Politik yang Feodal Transaksional, mereka berpesta diatas penderitaan rakyat bersama para Kaum Kapitalis atau Pemilik Modal baik itu para Aseng dan Asing, sehingga tega mengkerdilkan Kaum buruh dan kedaulatan rakyat bahkan menindas sekaligus mengkhianati rakyatnya sendiri.

Hari ini BURUH PPMI, bertepatan tanggal 1 Mei 2022, pada hari Minggu, menyampaikan sikap keprihatinan bangsa dengan mengajak seluruh Rakyat Indonesia dimana pun berada untuk TURUN KEJALAN MELAWAN OLIGARKI & REZIM PENGUASA SAMPAI BURUH & RAKYAT MERAIH KEMENANGAN DAN KEMERDEKAANNYA, sebagai wujud perlawanan dan keprihatinan kaum buruh dan seluruh rakyat Indonesia atas :

  1. Gugurnya ratusan ribu rakyat Indonesia sebagai syuhada oleh wabah Pandemic Covid 19, yang sejak bulan maret tahun 2020 sampai hari ini pemerintah gagal mengatasinya bahkan menjadikan wabah ini sebagai ajang bisnis dan korupsi tanpa tindakan tegas dari aparat.
  2. Pemberlakuan Undang – undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan turunannya telah menghancurkan sendi – sendi perekonomi bangsa dan prikehidupan rakyat, karena JUTAN BURUH dan RAKYAT Kehilangan Lapangan Pekerjaan dan Usaha yang dapat menimbulkan krisis Ekonomi, Krisis Politik dan Krisis Sosial serta melunturkan Nilai – nilai Budaya dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  3. Pemberlakuan UU Omnibuslaw Cipta Kerja No. 11 Tahun 2020 dan turunannya yang sangat merugikan kaum pekerja dan rakyat Indonesia yang seharusnya dibatalkan tanpa syarat oleh Mahkamah Konstitusi karena proses pembuatannya tidak sesuai dengan kaidah dan Pembentukan Peraturan Perundang – undangan, malah dikebut penyelesaiannya dengan berbagai macam dalih dan dalil seperti tidak terjadi apa-apa oleh rezim JOKOWI MAKRUF.
  4. Seluruh Rakyat Indonesia sekarang dicemaskan dan diperhadapkan dengan ancaman krisis moneter, krisis politik dan krisis sosial yang luar biasa. Pemberangusan dan Penghadangan Hak – Hak Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat Di muka Umum terhadap lawan politik dan kaum oposisi masih terus berlangsung.
  5. Bebasnya Tenaga Kerja Asing masuk indonesia di tengah Pandemic COVID 19 dan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat dan atau PPKM Level 4 sampai saat ini masih terus berlangsung, Janji 10 Juta lapangan kerja sebenarnya milik siapa..??
  6. Carut marut tata kelola kebutuhan pokok rakyat dan semakin maraknya Perilaku Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) oleh Para Pejabat dan Perampok berkedok Pengusaha di masa Rezim Jokowi Makruf saat ini, serta didukung lemahnya penegakan/penindakan hukum, semakin membawa Bangsa dan Negara kita ke Jurang Kehancuran, “MALING – MALING KECIL DIHAKIMI.. MALING – MALING BESAR DILINDUNGI”..!!

Berdasarkan hal tersebut diatas kami DPP PPMI mengajak kepada seluruh kaum buruh Indonesia turun ke jalan, menjadikan 1 Mei 2022 sebagai momentum bangkitnya perlawanan kaum buruh yang dilakukan secara Terstruktur, Sistematis dan Massif di semua sektor untuk merebut kedaulatan kita sebagai rakyat berdaulat, yang memiliki hak untuk hidup bahagia dan sejahtera di Indonesia, Pilihan Kaum Buruh saat ini adalah DIAM TERTINDAS KEMUDIAN MATI SIA-SIA ATAU BANGKIT MELAWAN MEREBUT HAK-HAK KITA YANG TELAH LAMA DIRAMPAS OLEH REZIM PENGUASA DAN OLIGARKI KEKUASAAN.

Akhirnya mari kita berdoa untuk keselamatan diri dan keluarga kita serta seluruh rakyat Indonesia dan semoga negeri Indonesia yang kita cintai ini masih bisa diselamatkan sebagai bangsa indonesia yang benar-benar merdeka, berdaulat, adil dan makmur menuju keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. AL FATIHAH .. Aamiinn.. !

SELAMAT HARI BURUH INTERNASIONAL, JAYALAH KAUM BURUH INDONESIA..!!
HIDUP BURUH..!! HIDUP PPMI..!! MANDIRI, MAJU, SEJAHTERA, ALLOH RIDHO..!!

Demikianlah Siaran Pers DPP PPMI…. TERIMA KASIH.

JAKARTA – 1 MEI 2022

DEWAN PENGURUS PUSAT PERSAUDARAAN PEKERJA MUSLIM INDONESIA
(DPP PPMI) PERIODE 2022 – 2027 M

DAENG WAHIDIN (PRESIDEN PPMI)

Drs. ZULKHAIR, MM (SEKRETARIS JENDERAL)

Mengetahui :

  1. Prof. Dr. H. Eggi Sudjana, SH. MS.i (Ketua Dewan Pendiri PPMI)

2.H. Tamsil Linrung (Ketua Dewan Pertimbangan Nasional DPP PPMI)

  1. M. Nur Lapong, SH (Ketua Mahkamah Organisasi DPP PPMI)
  2. KH. Dr. Bukhori Abdul Shomad, MA (Ketua Dewan Penasehat DPP PPMI)