20/05/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Cegah Pencabulan, Orang Tua Bimbing Anak Mengaji?


Oleh Nina Marlina, A.Md
Ibu Rumah Tangga

Kasus pencabulan tentu amat mengerikan. Terlebih bagi para orang tua, mereka khawatir anaknya menjadi korban. Kekhawatiran ini memang beralasan karena semakin meningkatnya kasus pencabulan. Hal ini amat menghantui pasalnya kasusnya bisa terjadi di pesantren atau tempat mengaji sekalipun. Pelakunya pun tidak jarang merupakan orang dekat korban. Untuk mencegah kasus ini, Pemerintah mendorong para orang tua untuk membimbing anaknya mengaji.

Dikutip dari Jabarnews.id, 22/04/2022 Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Sugianto mengatakan peran orang tua sangat dibutuhkan dengan adanya kasus pencabulan murid ngaji di Pangalengan. Sehingga, orang tua bisa melakukan kontrol dan mengevaluasi lembaga pengajar tersebut. Sugianto mengimbau para orang tua untuk bisa mengetahui rekam jejak lembaga pendidikan tempat di mana anaknya mengenyam pendidikan. Dengan itu, kata dia, bisa meminimalisir kejadian tersebut.

Sebagaimana diketahui Polresta Bandung mengamankan pelaku pencabulan di Pangalengan, Kabupaten Bandung. Pelaku berinisial S alias Ustad SS (39) saat ini telah ditetapkan tersangka. Kapolresta Bandung Kombes Kusworo Wibowo mengatakan pengungkapan kasus itu bermula dari laporan korban. Setelah dilakukan penyelidikan, Polresta Bandung meringkus tersangka S. Kusworo menjelaskan tersangka melakukan aksinya sejak lima tahun silam. Namun, sebelumnya tak ada yang melapor. Dia menjelaskan, korban dari tersangka S tersebut berjumlah 12 orang. Bahkan rata-rata korban berada di bawah umur. Dia menuturkan modus yang dilakukan tersangka demi mengelabui korbannya sangat beragam. Sehingga, korban berhasil dikelabui tersangka dan melampiaskan nafsu bejatnya. (Detikjabar, 18/04/2022)

Banyak faktor yang menjadi penyebab pencabulan ini, diantaranya pertama maraknya konten porno di media sosial sehingga menimbulkan rangsangan berlebih dan ingin segera dipenuhi. Kedua, bebasnya pergaulan antar lawan jenis karena sistem sekuler liberal mengatur kehidupan masyarakat. Ketiga, tidak ada sanksi tegas untuk para pelaku yang dapat menimbulkan efek jera.

Islam agama yang sempurna. Aturannya mampu menyelesaikan berbagai problematika manusia dan mencegah kerusakan. Untuk menyelesaikan permasalahan kasus ini, perlu sinergitas 3 pilar yaitu pertama ketakwaan individu. Individu yang sholih dan bertakwa akan mampu mencegah dirinya dari perbuatan dosa dan mengumbar hawa nafsu. Kedua, kontrol masyarakat yang melakukan amar makruf nahi mungkar akan menjaga individu untuk menjauhi kemaksiatan. Ketiga, aturan tegas yang diterapkan negara akan memberikan efek jera bagi pelaku kemaksiatan khususnya pelaku kejahatan seksual.

Dalam hal ini, negara memiliki peran tertinggi untuk mewujudkan atmosfer yang mendukung sinergisitas antara orang tua dan lembaga pendidikan dalam pendidikan anak. Negara bertanggung jawab memberikan pembekalan kepada para orang tua bagaimana seharusnya mendidik anak-anak mereka. Selain itu, negara melakukan pengawasan ketat kepada lembaga-lembaga pendidikan. Jangan sampai terjadi praktek-praktek penyimpangan dalam penyelenggaraan pendidikan sehingga mengancam generasi. Alhasil, tidak akan muncul sikap saling mengandalkan atau menyalahkan ketika muncul persoalan.

Wallahu a’lam bishshawab.