20/05/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

JANGAN SAMPAI KITA MENYESAL KEHILANGAN KESEMPATAN UNTUK BERIBADAH

Oleh Gus Abbas Banyumas

Ketua Jaringan Silaturahmi Kyai Kampung Indonesia ( JSKKI ) & Pengasuh PP. Al Falah Tinggarjaya Jatilawang Banyumas Jawa Tengah

Hidup adalah untuk Ibadah. Ini orientasi hidup mukmin, dan inilah yang membedakan kita dengan orang kafir. Hidup bukan hanya sekedar mencari bekal di dunia, tetapi juga carilah bekal untuk Akhirat. Banyak ayat di dalam Al Qur’an yang menerangkan hal itu.

Jangan sampai seseorang mukmin itu kehilangan peluang beribadah. Bencana pada diri kita berawal saat kita kehilangan kesempatan beribadah dan disibukkan oleh urusan duniawi.

Orang lain bisa Sholat, kita tidak.
Orang lain bisa berjama’ah, kita tidak.
Orang lain bisa berpuasa, kita tidak.
Orang lain bisa wakaf, kita tidak.
Orang lain bisa Zakat, kita tidak.
Orang lain bisa Haji maupun Umrah, kita tidak.
Orang lain punya waktu baca Al Qur’an, kita tidak.
Orang lain punya waktu untuk berdzikir mengangungkan asma’ Allah, kita tidak.
Orang lain bisa ikut pengajian, kita tidak.
Orang lain bisa ikut berjuang membela Agama Allah dan Rasulullah SAW baik dengan hartanya, tenaganya, jiwanya & pikirannya, kita tidak.

رِجَالٌ لَّا تُلْهِيْهِمْ تِجَارَةٌ وَّلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ وَاِقَامِ الصَّلٰوةِ وَاِيْتَاۤءِ الزَّكٰوةِ ۙيَخَافُوْنَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيْهِ الْقُلُوْبُ وَالْاَبْصَارُ ۙ

“Orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah, melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiamat)”.

( QS. An Nur [ 24 ] ; 37 )

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ – ٩

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman . Apabila telah diseru bagi kalian untuk melaksanakan sholat pada hari Jumat, maka segeralah kalian mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui.
( QS . Al Jum’ah ; 9 )

وَالْعَصْرِ . إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ . إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

( QS. Al ‘Ashr ; 1 – 3 )

Biasanya , seseorang awalnya akan merasa sulit mengerjakan perintah Allah dan Rasul-Nya dengan berbagai alasan ini dan itu , alasan yang tidak ada habis-habisnya. Ujung-ujungnya nanti tidak melakukan apapun yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Saat itu dia telah kehilangan kesempatan untuk beribadah.

Waspadalah situasi seperti ini, karena saat hal itu terjadi firman Allah berikut ini akan berlaku ;

وَالَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُوْنَ

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.

( QS . Al A’raf ; 182 )

” Berangsur-angsur ke arah kebinasaan ” itu disebut Istidraj, yaitu orang yang diberi ni’mat terus menerus tapi lupa pada yang memberi ni’mat , membangkang dan bahkan mendustakan-Nya.

” Dengan cara yang mereka tidak ketahui” maksudnya kita tidak menyadarinya, tiba tiba semuanya sudah terlambat, terlambat untuk kembali ke jalan yang benar, terlambat bertaubat, terlambat untuk berubah. Saat peluang ibadah itu sering tidak bisa kita raih, tahu tahu kematian sudah di depan mata.

اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ – ١

Bermegah-megahan telah melalaikan kalian,

حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗ – ٢

sampai kalian masuk ke dalam kubur.

كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ – ٣

Sekali-kali tidak! Kelak kalian akan mengetahui (akibat perbuatan kalian itu),

ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ – ٤

kemudian sekali-kali tidak! Kelak kalian akan mengetahui.

كَلَّا لَوْ تَعْلَمُوْنَ عِلْمَ الْيَقِيْنِۗ – ٥

Sekali-kali tidak! Sekiranya kalian mengetahui dengan pasti,

لَتَرَوُنَّ الْجَحِيْمَۙ – ٦

niscaya kalian benar-benar akan melihat neraka Jahim,

ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِيْنِۙ – ٧

kemudian kalian benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri,

ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَىِٕذٍ عَنِ النَّعِيْمِ ࣖ – ٨

kemudian kalian benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu).

( QS. At Takaatsur ; 1 – 8 )

Mari, Jangan terlambat, raihlah setiap peluang ibadah dengan sepenuh jiwa raga nan tulus ikhlas.