19/05/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Menyoal Suntikan Dana Maskapai Garuda


Oleh : Ummu Najah

Lagi-lagi maskapai plat merah Garuda mendapat suntikan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 7,5 triliun yang berasal dari dari cadangan pembiayaan investasi APBN 2022. Pemberian suntikan dana ini disepakati dalam Panitia Kerja Penyelamatan Garuda Indonesia Komisi VI DPR RI. Anggaran ini akan diperoleh Garuda apabila maskapai penerbangan ini mencapai kesepakatan damai dengan kreditur dalam skema Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dengan kreditur. Saat ini PKPU sedang berlangsung. (ekonomy.okezone.com 22/04/22)

Sejak tahun 2021 kondisi PT Garuda sudah diambang kebangkrutan, kondisi keuangannya berdarah-darah karena lilitan hutang yang menggunung dan menderita kerugian cukup besar. Kartika Wirjoatmodjo, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II, menyatakan utang PT Garuda Indonesia tbk menembus US$ 9,8 triliun, setara dengan Rp 140 triliun (dengan asumsi kurs Rp 14.247). Wirjoatmodjo berujar utang sebesar itu berasal dari kewajiban pembayaran sewa pesawat kepada lessor atau pihak yang memberikan jasa leasing. Garuda Indonesia menyewa pesawat terlalu banyak namun tidak diimbangi okupansi penumpang yang memadai dan sewanya kemahalan. Ditambah kondisi pandemi Covid -19 pendapatan PT Garuda menurun drastis.

Anggota Komisi Keuangan DPR RI sekaligus politikus Partai Golkar Muhammad Misbakhun meminta pemerintah mencari solusi, jangan sampai negara terus menyuntik dana kepada maskapai kebangggaraan nasional tersebut, tetapi hasilnya nihil. Misbakhun menilai masalah Garuda tidak hanya sekedar suntikan dana saja, meski sudah disuntik triliunan rupiah melalui penyertaan modal negara (PMN)kondisi maskapai ini tidak membaik. (tempo.co 10/10/21)

Namun sebagaimana diketahui bahwa kerugian yang menimpa maskapai ternama di negeri ini juga berasal dari kasus korupsi besar-besaran di maskapai ini. Menurut Febri Ardiansyah, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) berdasarkan hasil perhitungan sementara untuk proses penyewaan pesawat yang diusut saja, negara merugi Rp. 3,6 triliun. Padahal uang untuk penyelamatan berasal dari dana APBN yang berarti adalah uang rakyat. Apakah rakyat yang akan menikmati hasilnya. Ternyata tidak, rakyat harus membayar sangat mahal untuk bisa menggunakan maskapai ini. Harga yang sama sekali tidak bersahabat dengan kantong rakyat kecil.

Ini adalah buah dari penerapan sistem kapitalis sekuler. Sistem yang menjauhkan agama dalam kehidupan. Sistem yang menempatkan manusia yang lemah sebagai pembuat aturan hidup. Sistem yang menjadikan negara hanya sebagai regulator. Rakyat diposisikan sebagai konsumen untuk meraup keuntungan yang besar. Karena itu berapapun dana penyelamatan yang dikucurkan tidak akan efektif menyelamatkan BUMN ini selama sistem kapitalis sekuler masih tetap dipertahankan.

Kondisi ini berbeda dengan negara yang menerapkan sistem Islam yakni Khilafah Islamiyah. Islam menjadikan Aqidah Islam sebagai asas kehidupan individu rakyat maupun negara. Negara menanamkan keimanan yang kuat terhadap seluruh rakyat apalagi para pejabat. Para Pejabat adalah orang-orang yang amanah dan profesional, sehingga menyadari perannya sebagai pelayan rakyat, yang akan dipertanggung jawabkan kepada Allah. Sehingga sangat kemungkinan untuk melakukan korupsi.

Dalam sistem Islam transportasi adalah salah satu marafiq ammah atau sarana umum yang dimanf aatkan oleh seluruh lapisan masyarakat yang harus disediakan negara. Negara akan mengadakan sarana prasarana ini sebaik-baiknya baik di pedesaan maupun di kota selama sarana membawa maslahat bagi masyarakat dan mempermudah rakyat untuk melakukan bepergian. Maskapai penerbangan adalah akan dikelola sesuai tuntunan syariat Islam. Pengadaan sarana prasarana transportasi merupakan kewajiban negara yang diposisikan sebagai pelayanan negara terhadap semua rakyat, tidak dibisniskan atas perhitungan untung rugi seperti saat ini. Semua rakyat akan mendapatkan kemudahan untuk memanfaatkan semua jenis transportasi yang berkualitas dengan harga yang terjangkau.
Dana untuk pembiayaan infrastruktur termasuk transportasi, seperti pengadaan pesawat, kereta api, pembangunan bandara, pelabuhan, dan lainnya akan diambilkan dari dana baitul mal. Adapun Baitul Mal memiliki sumber pemasukan yang berlimpah yaitu dari harta kepemilikan Negara seperti fai’, kharaj, jizyah, anfal dan sebagainya. Juga dari harta kepemilikan umum berupa sumber daya Alam yang jumlahnya tidak terbatas seperti minyak, gas dan aneka macam tambang.

Khalifah Abdul Hamid II dari kekhalifahan Utsmaniyah pada tahun 1900 pernah membangun jalur kereta api Hejaz dari Damaskus (Suriah), Amman (Yordania) hingga Madinah( Saudi Arabia) untuk mempermudah kaum muslimin yang hendak menunaikan ibadah haji ke Mekkah . Dengan dibangunnya jalur kereta Hejaz perjalanan ke Mekkah yang semula ditempuh selama 40 hari menjadi hanya 5 hari. Sehingga kaum Muslimin mudah melakukan rukun Islam yang ke lima.

Dengan menerapkan sistem Islam secara kaffah maka negara akan menyediakan transportasi yang berkualitas dengan harga terjangkau sebagai bentuk pelayanan negara terhadap seluruh individu masyarakat baik muslim maupun nonmuslim, kaya maupun miskin, pejabat atau rakyat, yang tinggal di desa maupun dikota.

Wallahu a’lam bi ash-shawab.