20/05/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Peran Negara Dalam Mudik Lebaran

Oleh Ummu Junnah
Praktisi Kesehatan

Sudah bukan hal yang baru bila setiap tahunnya, kita melihat pemandangan rakyat Indonesia terutama kaum muslimin ketika mendekati hari Lebaran bisa dipastikan mudik tak terkecuali tahun ini.

Jasa Marga menerangkan 1,7 juta kendaraan yang meninggalkan Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabotabek) menuju tiga arah yaitu timur (Trans Jawa dan Bandung), barat (Merak) dan selatan (Puncak). Jasa Marga menyampaikan angka tersebut naik 9,5 persen dibandingkan jumlah kendaraan saat Lebaran 2019, atau sebelum pandemi Covid-19.
Sedangkan, jika dibandingkan dengan lalu lintas normal pada periode November 2021 yang merupakan lalu lintas tertinggi saat pandemi, 1,7 juta kendaraan yang melintas di periode mudik tahun ini naik 18,6%,” ujar Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Dwimawan Heru, dalam keterangan tertulis, Selasa (3/5/2022).

Sementara itu, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat ada 2.945 kecelakaan lalu lintas selama periode arus mudik Lebaran 2022 sejak Sabtu (23/4/2022) hingga Senin (2/5/2022). Dari jumlah tersebut, 51 kecelakaan terjadi di ruas jalan tol, sisanya sebanyak 2.894 kecelakaan terjadi di ruas jalan bukan tol.

Upaya pemerintah untuk mengurangi potensi kepadatan saat arus balik mudik, Korlantas telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yaitu skema one way (satu arah) dan contraflow (lawan arus) (Kompas, 3/5/2022).

Sepertinya negara tidak sungguh-sungguh dalam menyiapkan fasilitas publik seperti halnya lalu lintas. Padahal rakyat sudah merogoh kocek dalam-dalam demi lewat jalan tol, transportasi yang mahal, tapi fasilitas tidak sesuai yang diharapkan. Mudik seolah menjadi sarana eksploitasi kepentingan politik dan ekonomi, karena yang diuntungkan tetap segelintir orang saja, lagi-lagi pihak swasta bukan rakyat.

Negara sebagai pelayan umat (rakyat) wajib melayani semua kebutuhan rakyat, salah satunya transportasi.
Menurut Islam, negara dan pemerintah wajib melayani semua kebutuhan rakyat (termasuk infrastruktur), serta sarana dan prasarana yang layak untuk transportasi sehari-hari, tidak hanya saat momen mudik saja.

Dalam sistem Islam (khilafah), pembangunan sarana prasarana yang aman dan nyaman tidak khusus ketika arus besar seperti hari raya saja, tetapi kapan pun rakyat harus bisa merasakannya.

Negara akan menyediakan fasilitas transportasi yang memadai agar bisa meminimalisasi angka kecelakaan lalu lintas karena keamanan dan keselamatan rakyat adalah utama dan menjadi kebutuhan pokok rakyat.

Sabda Rasul, “Al-Imâm râ’in wa huwa mas’ûl[un] ‘an ra’iyyatihi (imam/khalifah/kepala negara adalah pengurus rakyat dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas pengurusan rakyatnya).” (HR Bukhari)

Semakin terlihat jelas bahwa sistem kapitalisme telah gagal dalam melayani seluruh urusan umat. Hanya sistem Islam (khilafah) satu-satunya yang layak diterapkan di muka bumi ini.

Wallahu a’lam bishshawab