20/05/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

MENGGAPAI LANGIT MELUPAKAN BUMI

Banyak ulama, kiai, dan ustadz berdakwah mengajak manusia menggapai surga di langit dengan mengajarkan tata cara sholat, dzikir, membaca sholawat, dan do’a2 tertentu dengan harapan dapat mencapai surga. Tetapi mereka lupa menjabarkan dan menerangkan apa yang dimaksud dengan firman Allah yang mengatakan : ” Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu sumber penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur ” ( QS. Al A’raaf : 10 ). Dan : ” Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu pula kamu akan dibangkitkan ” ( QS. Al A’raaf : 25 ). Serta perintah2 Allah agar manusia jangan berbuat kerusakan di muka bumi yang dikandung dalam surat Al Baqarah : 60, Al A’raaf : 56, 74, 85 & 142, Huud : 85, Asy Syu’araa : 151 – 152 & 183, Al Qashash : 77, dan Al Ankabut : 36 dengan ilmu pengetahuan yang jelas. Padahal dengan ilmu pengetahuan terutama ilmu2 ke-alaman, ke-bumian, dan lingkungan hidup dengan keseimbangan2nya. Amal perbuatan apa saja yang dapat menimbulkan kerusakan di muka bumi, dan apa saja yang dapat memperbaikinya dapat diterangkan dengan jelas.

Akibatnya karena kurangnya penerangan, banyak umat selepas sholat, dzikir, membaca sholawat, dan do'a2, kemudian beraktivitas hidup nabrak2 batas2 keseimbangan alam yang dapat menimbulkan kerusakan di muka bumi karena ketidaktahuannya. Dan lebih repotnya lagi ketika apa2 yang dilansir dalam surat Ar Ruum : 41 yang mengatakan : " Telah nampak kerusakan di darat dan di laut ( perairan ) disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari akibat perbuatan mereka,  agar mereka kembali ke jalan yang benar ". Betul2 terjadi, mereka tetap merasa berbuat benar karena telah melaksanakan sholat, dzikir, membaca sholawat, dan berdo'a, serta tidak mau mengubah amal perbuatannya terhadap alam. Karena mereka berpendapat bahwa kesemuanya itu sudah kehendak Allah, dan kerusakan2 di alam itu adalah tanda2 sudah dekatnya hari kiamat. Padahal jelas bahwa ilmu pengetahuan dan ayat2 Al Qur'an tersebut diatas menunjukkan; kerusakan2 itu semuanya terjadi karena perbuatan2 tangan manusia, yang apabila manusia tidak mau mengubah amal2 perbuatannya, kerusakan2 itu akan semakin men-jadi2. Dan seandainya pendapat mereka2 itu benar, bukankah ada Hadits yang intinya mengatakan : " Seandainya besok itu akan kiamat dan ditanganmu ada bibit pohon, cepat2 tanamkanlah bibit itu ". Yang kesemuanya itu menggambarkan betapa pentingnya amal baik terhadap bumi alam lingkungan hidup, walau besok bumi ini akan kiamat.

 Dari kesemua hal tersebut, nampak banyak orang berusaha menggapai surga di langit, tetapi melupakan bumi tempat ia hidup berpijak. Padahal jelas di bumi itu ia hidup dan dibumi itu ia mati, dan nasibnya setelah ia dibangkitkan juga tergantung amal2 perbuatannya di muka bumi.

Oleh : Pertapa Kota