30/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Sistem Sekular Mencetak Generasi Frustasi Hingga Bunuh Diri

Oleh : Aina Shalihah S.Pd

Pendidikan adalah hal yang sangat penting bagi setiap orang. Apalagi jika seseorang melanjutkan pendidikannya ke tempat yang di mana menjadi impiannya. Pahit manis pun pasti dialami seseorang dalam dunia pendidikan, terutama di dunia perkuliahan.

Apalagi jika seseorang sudah semester akhir. Banyak mahasiswa tidak tahan dengan proses yang tidak kunjung menuaikan hasil. Ada yang diuji di kala akhir semester dan ada juga yang diuji dengan gagal masuk perguruan tinggi impiannya. Sehingga ketika tidak tahan dengan berbagai bentuk ujian hidup, mereka akan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Seperti yang di lansir dari KOMPAS.com – Sebelum ditemukan tewas gantung diri, mahasiswa berinisial BH sempat berkeluh kesah soal kuliahnya selama 7 tahun yang tak kunjung selesai. (15/07/2022)

Keterangan itu didapat setelah polisi mendalami keterangan dari kakak angkat korban, RD.

“Dia diajak ngomong baru nyambung. Katanya kuliah 7 tahun enggak lulus-lulus. Ngajukan skripsi ditolak terus sama dosennya. Sehingga dia diduga stres akhirnya bunuh diri,” tutur Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang, Iptu Fahrudi.

Berbeda lagi dengan kasus kedua yaitu dia bunuh diri karena tidak diterima di perguruan tinggi impiannya. Sebagaimana yang di lansir dari Hops.ID – Berawal dari kiriman di akun Twitter @utbkfess, sender atau pengirim menyampaikan bahwa adiknya yang saat itu sedang menunggu pengumuman kelulusan masuk perguruan tinggi, memiliki nazar jika ia benar diterima di PTN impiannya ia akan memberi santunan untuk anak yatim. Rabu, (13/07/2022)

“Jadi gini, adik gue kemarin ngide, Jika dia keterima di UGM, dia bernazar akan memberikan bantuan santunan kepada anak yatim, sedagkan jika tidak diterima, ia akan suicide (bunuh diri).”

Seringnya terjadi kasus bunuh diri adalah bukti bahwa sistem pendidikan sekular saat ini gagal dalam membangun keperibadian kuat pada pelajar. Kasus seperti saat ini sering kali terjadi. Pendidikan sekular saat ini sangat jauh dari ajaran Islam sehingga banyak anak muda yang bingung dengan tujuan hidupnya. Bahkan walaupun dijelaskan bahwa bunuh diri sangat dilarang dalam Islam, mereka tidak akan peduli karena umat sudah jauh dari pemahaman Islam.

Para pelajar banyak yang mengaku frustasi karena kurikulum pendidikan sering diganti. Kemudian frustasi dengan banyaknya tugas. Lain lagi frustasi karena biaya pendidikan malah. Sama juga nasibnya dengan mahasiswa yang bunuh diri karena dipersulit oleh dosen pembimbingnya. Sementara mereka yang telat wisuda akan terus mengeluarkan biaya. Sehingga banyak orang yang melakukan berbagai cara agar wisuda tepat waktu. Bahkan ada kasus mahasiswi yang menukar harga dirinya demi nilai. Betapa mirisnya pendidikan di sistem sekularisme sekarang.

Bagaimana mungkin generasi bangsa akan menjadi generasi hebat? Di saat masyarakat penuh dengan tekanan, mulai dari masalah kebutuhan hidup yang sangat sulit hingga ke biaya pendidikan tinggi. Kini, pendidikan di negeri ini lebih banyak menyusahkan pelajar dan mahasiswa. Mereka disibukkan dengan banyak teori namun minim skil. Bahkan karena terlalu sibuk dengan tugas laporan, banyak mahasiswa melalaikan ibadahnya dan lupa makan, hingga mengancam keselamatannya. Biaya kuliah mahal, kuliah dipersibuk, lulus dipersulit, setelah lulus banyak menjadi pengangguran karena lowongan kerja sedikit. Prosesnya sangat menyakitkan, sungguh generasi bangsa dipermainkan oleh sistem sekular.

Jadi sangat miris sekali, kuliah tidak sesuai ekspetasi awal. Banyak mengira setelah sarjana hidupnya akan lebih terjamin dan dimudahkan mencari pekerjaan. Ternyata fakta lapangan pengangguran semakin banyak dan tentunya kemiskinan semakin meningkat. Beginilah kejamnya sistem sekular. Biaya pendidikan mahal, kerjanya serius, namun gajinya main-main.

Sangat bertolak belakang dengan sistem Islam. Di mana kurikulum pendidikan wajib berlandaskan akidah Islam. Tujuan pendidikan dalam Islam juga sangat jelas yaitu membentuk kepribadian Islam serta membekalinya dengan berbagai ilmu dan pengetahuan yang berhubungan dengan kehidupan. Jika semuanya jelas arah pendidikannya maka tidak akan ada kejadian pelajar dan mahasiswa nekat bunuh diri. Tidak ada lagi kasus dosen mempersulit mahasiswa. Kemudian tidak terjadi lagi pelecehan oleh dosen kepada mahasiswinya. Apabila itu terjadi maka dosen tersebut akan mendapatkan sanksi jera dan tidak akan ada yang berani mengulangi pelecehan lagi.

Para penuntut ilmu dalam Islam tidak hanya fokus mencari ilmu sains. Tetapi hal yang lebih utama adalah ilmu agama. Ketika kurikulum pendidikannya Islam maka yang lebih ditekankan adalah tentang tsaqofah Islam. Sehingga para penuntut ilmu dapat mengetahui jati dirinya, kemudian lebih mengenal agamanya, lebih dekat dengan Tuhannya, lebih terarah hidupnya, lebih bagus adabnya, dan tentunya tugas-tugas dalam sekolah maupun perguruan tinggi memiliki manfaat yang luas, yaitu tidak hanya di dunia namun sampai ke akhirat.

Dalam Islam, orang yang semakin tinggi pendidikannya maka akan semakin dimuliakan. Karena mereka para penuntut ilmu adalah bibit pencetak generasi hebat dan cerdas. Penuntut ilmu akan membagikan ilmunya kepada orang lain. Misalnya sarjana pendidikan akan memberikan ilmunya kepada anak didik. Kemudian misalnya dokter akan membantu orang sakit. Selain memberikan manfaat atau pertolongan kepada orang lain, para pengajar juga terpenuhi hak-haknya dengan baik sehingga sejahtera. Anak-anak cerdas, masyarakat tertolong dan gaji guru maupun dokter juga bagus. Begitulah sistem Islam sangat menyeimbangkan antara hak dan kewajiban bersama.

Sistem Islam akan memperkokoh keimanan masyarakat. Tentunya agar masyarakat tidak mudah mengakhiri hidupnya. Seorang pemimpin (Khalifah) sangat mengedepankan kebutuhan rakyatnya. Dalam dunia pendidikan tidak boleh dosen mempersulit skripsi mahasiswa bahkan kalau sistem Islam kaffah tegak, bisa jadi skripsi akan dihapus. Sehingga mahasiswa tidak tertekan dengan persoalan skripsi. Bukan hanya itu, biaya pendidikan dalam Islam juga digeratiskan, kesehatan digeratiskan, kebutuhan pokok tidak dipersulit sehingga masyarakat tidak tertekan dengan kebutuhan hidup lagi. Semua akan sejahtera dan tanpa tekanan di bawah sistem Islam kaffah.

Wallahu’alam

About Post Author