29/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Potret Pendidikan Kapitalisme Membawa Kehancuran

Oleh ; Thohiroh Ranum
(Praktisi Remaja)

Hidup dilingkungan pelajar saat ini banyak diminati, ada dibawah lembaga pendidikan sangat didambakan, baik berkeinginan mentransfer pengetahuan saja atau karena gaji yang akan diterimanya.

Di era saat ini bermunculan pembaharuan kurikulum, yang menjadi penyebab pandemi sehingga ada yang namanya merdeka belajar, siswa-siswi akan diberikan kebebasan dalam memilih mata pelajaran yang disukai, belajarnya pun tidak fokus didalam kelas saja tetapi juga diluar kelas.

Ada beberapa sekolah yang sudah menerapkan metode merdeka belajar, entah akan mengantarkan kepada keberhasilan, bisa membentuk para pendidik dengan pelajarnya benar-benar merdeka atau tidak. http://www.memoonline.co.id/read/12299/20220719/095010/seluruh-smp-negeri-dan-40-smp-swasta-di-pamekasan-siap-impelementasikan-kurikulum-merdeka/

Karena bagaimanapun kurikulum yang dijalani, sebagus apapun strategi pembelajarannya, kalau sistem pendidikan nya belum juga merdeka, maka akan susah untuk menggapai kemerdekaan dari sisi yang lain. https://amp.kompas.com/edu/read/2022/07/23/150936471/bisakah-kurikulum-merdeka-hasilkan-manusia-merdeka

Beginilah hidup di sistem kapitalis, yang selalu menginginkan pemisahan agama dari kehidupan, sehingga pembaharuan kurikulum terus berganti, karena selalu dirasa tidak cocok saat zaman terus berkembang. Juga pun posisi sekolah maupun pelajar diberikan kebebasan yang belum mengetahui batasannya, akhirnya merdeka belajarnya tidak tepat sesuai kebutuhannya.

Anehnya kondisi yang seperti ini malah dibiarkan, didukung, dan difasilitasi, sebagai pemerintah dan pemegang kebijakan harus mengarahkan, dimana kurikulum merdeka tidak dilepas seluruhnya agar kreatif dan inovatif sesuai kehendaknya. Karena lembaga dan siswanya akan bergerak semaunya dan seenaknya, pastinya disitu akan terjadi kericuhan baik dari sekolah, pendidik, dan siswanya.

Bukan semakin menyelesaikan masalah, tetapi akan memunculkan masalah yang besar, disebabkan kurikulum yang membingungkan.

Berbeda lagi pada saat Islam yang menjadi aturannya, karena merdeka bukan membiarkan sebebas-bebasnya, semua butuh aturan yang harus dijalani, apalagi ada di lingkungan pendidikan. Lembaga yang akan menanamkan keilmuan, pengetahuan, memberikan fasilitas yang cukup, mengarahkan bagaimana cara menggunakannya, memberikan pula kasih sayang dan kepedulian, sehingga keberadaannya tidak didoktrin dan bisa menyenangkan.

Sudah waktunya kita merindukan Islam sebagai satu-satunya aturan, diterapkan segala lini kehidupan, khalifah pemutus perkara yang terjadi secara keseluruhan, dibawah naungan Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah.

About Post Author